10 Komoditas Ekspor Indonesia 2026: Daftar Produk Unggulan dan Analisis Pasar
Key Takeaways
- 10 komoditas ekspor Indonesia dipimpin oleh minyak sawit senilai US$8,22 miliar, batu bara US$7,57 miliar, dan feronikel US$5,15 miliar, berdasarkan data TradeInt.
- Total ekspor Indonesia hingga April 2026 mencapai US$92,15 miliar, naik 5,48% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, ditopang oleh produk sawit dan nikel.
- Tiongkok, India, dan Singapura menjadi tiga negara tujuan utama untuk komoditas unggulan Indonesia, mencerminkan kuatnya ketergantungan rantai pasok pada pasar Asia.
Bagaimana Kinerja Pasar Ekspor Indonesia di 2026?
Pasar ekspor Indonesia menunjukkan momentum positif sepanjang awal 2026.
Berdasarkan data BPS, nilai ekspor Indonesia pada April 2026 mencapai US$25,30 miliar. Secara kumulatif, total ekspor hingga April 2026 menembus US$92,15 miliar, tumbuh 5,48% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya menurut Infobanknews. Kinerja ini menempatkan Indonesia di jalur pertumbuhan sehat di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Pertumbuhan ini tidak lepas dari beberapa peristiwa dan dinamika penting di pasar global:
- Lonjakan ekspor Mei 2026: Ekspor Indonesia melonjak hampir 22% pada Mei 2026, ditopang produk sawit dan nikel menurut Tangselpos, didorong oleh kenaikan harga komoditas global.
- Tekanan pada surplus dagang: Surplus neraca perdagangan Indonesia sempat menyusut menjadi US$89,1 juta pada April 2026, level terendah sejak Mei 2020, akibat lonjakan impor bahan baku menurut Kontan.
- Pertumbuhan sektoral: Pertumbuhan ekspor April 2026 mencapai 21,98% secara tahunan, ditopang sektor industri pengolahan dan pertambangan.
- Tata kelola SDA strategis: Pemerintah menerbitkan PP No. 24 Tahun 2026 tentang tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam strategis menurut Sekretariat Negara, yang mengatur ekspor komoditas seperti nikel untuk mendukung hilirisasi.
Apa Saja 10 Komoditas Ekspor Indonesia Terbesar di 2026?
Berdasarkan data TradeInt, tiga komoditas ekspor Indonesia terbesar adalah minyak sawit dan fraksinya senilai US$8,22 miliar, batu bara senilai US$7,57 miliar, dan feronikel senilai US$5,15 miliar. Ketiga komoditas ini menjadi tulang punggung devisa ekspor nasional.
Posisi selanjutnya ditempati oleh nikel matte, asam lemak industri, gas petroleum, kendaraan bermotor, baja nirkarat, lignit, dan perhiasan emas yang melengkapi daftar 10 komoditas ekspor Indonesia.
Top 5 komoditas ekspor Indonesia:
- Minyak sawit dan fraksinya — US$8,22 miliar: Komoditas andalan dengan permintaan global tinggi untuk pangan dan energi.
- Batu bara dan briket — US$7,57 miliar: Bahan bakar utama untuk pembangkit listrik di kawasan Asia.
- Feronikel — US$5,15 miliar: Produk hilir nikel hasil keberhasilan kebijakan hilirisasi.
- Nikel matte — US$3,70 miliar: Bahan baku strategis untuk industri baterai kendaraan listrik.
- Asam lemak industri — US$2,78 miliar: Produk oleokimia turunan sawit untuk industri global.
| Peringkat | HS & Produk | Nilai (US$) | Pangsa (%) | Pemasok #1 (by Value) |
|---|---|---|---|---|
| 1 | 1511 - Minyak sawit dan fraksinya | 8.218.867.992,70 | 8,92% | WILMAR NABATI INDONESIA |
| 2 | 2701 - Batu bara dan briket | 7.572.161.411,40 | 8,22% | MARUWAI COAL |
| 3 | 7202 - Feronikel | 5.153.534.468,81 | 5,59% | SHUOSHI INDONESIA INVESTMENT |
| 4 | 7501 - Nikel matte dan nikel oxide sinter | 3.704.217.930,70 | 4,02% | HUANENG METAL INDUSTRY |
| 5 | 3823 - Asam lemak industri | 2.780.048.702,03 | 3,02% | PT MENTARI MAS BIOTECH |
| 6 | 2711 - Gas petroleum | 2.268.836.458,58 | 2,46% | 🔒 Buka data di TradeInt |
| 7 | 8703 - Kendaraan bermotor | 2.170.596.339,74 | 2,36% | 🔒 Buka data di TradeInt |
| 8 | 7219 - Baja nirkarat canai datar | 2.112.582.163,34 | 2,29% | 🔒 Buka data di TradeInt |
| 9 | 2702 - Lignit | 1.720.354.493,20 | 1,87% | 🔒 Buka data di TradeInt |
| 10 | 7113 - Perhiasan emas dan perak | 1.550.255.342,85 | 1,68% | 🔒 Buka data di TradeInt |
Sumber data: TradeInt
Berhenti menebak arah pasar. Bongkar pola di balik setiap angka ekspor dan temukan pembeli nyata Anda hari ini di TradeInt Indonesia.
Top 1: Minyak Sawit dan Fraksinya (HS 1511) - US$8,22 Miliar
Minyak sawit dan turunannya merupakan komoditas andalan Indonesia sebagai produsen CPO terbesar di dunia. Permintaan global tetap kuat pada 2026, ditopang kebutuhan minyak nabati untuk konsumsi pangan dan energi terbarukan. Lonjakan ekspor sawit menjadi salah satu pendorong utama kinerja ekspor Indonesia pada Mei 2026.
Beberapa sorotan pasar minyak sawit:
- Produk turunan seperti biodiesel semakin diminati seiring tren energi terbarukan global, meningkatkan nilai tambah ekspor sawit Indonesia.
- Standar keberlanjutan yang ketat dari Uni Eropa mendorong eksportir mengejar sertifikasi RSPO dan ISPO untuk mempertahankan akses pasar premium.
- Program biodiesel domestik B50 berpotensi memengaruhi volume ekspor karena sebagian produksi CPO dialihkan untuk kebutuhan energi dalam negeri.
Negara tujuan ekspor minyak sawit:
| Peringkat | Negara | Nilai (US$) | Pangsa (%) | Kuantitas |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Singapura | 1.832.207.405,79 | 24,16% | 🔒 Buka data di TradeInt |
| 2 | Tiongkok | 630.622.695,00 | 8,31% | 🔒 Buka data di TradeInt |
| 3 | India | 467.861.574,11 | 6,17% | 🔒 Buka data di TradeInt |
| 4 | Mesir | 463.800.820,78 | 6,12% | 🔒 Buka data di TradeInt |
| 5 | Amerika Serikat | 424.989.566,92 | 5,60% | 🔒 Buka data di TradeInt |
Sumber data: TradeInt
Selami pergerakan ekspor sawit lebih dalam:
Top 2: Batu Bara dan Briket (HS 2701) - US$7,57 Miliar
Batu bara merupakan komoditas ekspor terbesar kedua Indonesia. Permintaan batu bara termal sangat tinggi di kawasan Asia untuk kebutuhan energi dan pembangkit listrik, menjadikannya penyumbang devisa utama dalam daftar 10 komoditas ekspor Indonesia.

Beberapa sorotan pasar batu bara:
- India dan negara Asia Tenggara tetap menjadi pasar kuat untuk batu bara termal Indonesia, didorong oleh kebutuhan energi industri dan pembangkit listrik yang terus berkembang.
- Transisi energi global mendorong diversifikasi, namun batu bara termal Indonesia tetap kompetitif karena kualitas kalori yang sesuai dan harga bersaing.
- Pemerintah mendorong hilirisasi batu bara melalui gasifikasi dan produk turunan untuk meningkatkan nilai tambah serta mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah.
Negara tujuan ekspor batu bara:
| Peringkat | Negara | Nilai (US$) | Pangsa (%) | Kuantitas |
|---|---|---|---|---|
| 1 | India | 1.538.990.506,39 | 20,40% | 🔒 Buka data di TradeInt |
| 2 | Tiongkok | 1.010.486.878,83 | 13,39% | 🔒 Buka data di TradeInt |
| 3 | Jepang | 835.735.794,04 | 11,08% | 🔒 Buka data di TradeInt |
| 4 | Filipina | 766.735.334,96 | 10,16% | 🔒 Buka data di TradeInt |
| 5 | Vietnam | 701.981.660,98 | 9,30% | 🔒 Buka data di TradeInt |
Sumber data: TradeInt
Top 3: Feronikel (HS 7202) - US$5,15 Miliar
Feronikel menempati posisi ketiga dalam 10 komoditas ekspor Indonesia, dengan nilai yang melonjak berkat keberhasilan kebijakan hilirisasi dan pembangunan smelter di dalam negeri. Transformasi dari pengekspor bijih mentah menjadi pengekspor produk olahan mencerminkan kemajuan industrialisasi nasional.
Beberapa sorotan pasar feronikel:
- Kebijakan larangan ekspor bijih nikel mentah berhasil mendorong investasi smelter besar-besaran, terutama di Sulawesi dan Maluku Utara.
- Permintaan baja nirkarat global yang menggunakan feronikel sebagai bahan baku tetap kuat, terutama dari pasar Tiongkok.
- Tantangan utama terletak pada fluktuasi harga nikel global dan tuntutan standar lingkungan yang semakin ketat dari pembeli internasional.
Negara tujuan ekspor feronikel:
| Peringkat | Negara | Nilai (US$) | Pangsa (%) | Kuantitas |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Tiongkok | 4.203.393.439,08 | 81,67% | 🔒 Buka data di TradeInt |
| 2 | Hong Kong, Tiongkok | 774.307.247,84 | 15,04% | 🔒 Buka data di TradeInt |
| 3 | Korea Selatan | 60.299.452,46 | 1,17% | 🔒 Buka data di TradeInt |
| 4 | Singapura | 45.405.379,66 | 0,88% | 🔒 Buka data di TradeInt |
| 5 | Swiss | 27.926.881,48 | 0,54% | 🔒 Buka data di TradeInt |
Sumber data: TradeInt
Petakan seluruh mitra dagang komoditas strategis Indonesia: Negara Importir & Eksportir Terbesar Indonesia.
Top 4: Nikel Matte dan Nikel Oxide Sinter (HS 7501) - US$3,70 Miliar
Nikel matte dan produk intermediate nikel merupakan komoditas strategis Indonesia yang permintaannya melonjak seiring booming industri baterai kendaraan listrik (EV) global. Sebagai pemilik cadangan nikel terbesar di dunia, Indonesia memegang posisi kunci dalam rantai pasok baterai EV.
Beberapa sorotan pasar nikel matte:
- Permintaan global untuk komponen baterai kendaraan listrik menjadikan nikel matte dan mixed hydroxide precipitate (MHP) sebagai produk yang sangat strategis di era transisi energi.
- PP No. 24 Tahun 2026 mengatur tata kelola ekspor komoditas SDA strategis termasuk nikel untuk memastikan hilirisasi berjalan optimal.
- Investasi besar dari produsen baterai global di Indonesia memperkuat posisi negara dalam rantai pasok kendaraan listrik dunia.
Negara tujuan ekspor nikel matte:
| Peringkat | Negara | Nilai (US$) | Pangsa (%) | Kuantitas |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Tiongkok | 2.706.265.317,95 | 73,10% | 🔒 Buka data di TradeInt |
| 2 | Jepang | 357.332.363,32 | 9,65% | 🔒 Buka data di TradeInt |
| 3 | Hong Kong, Tiongkok | 351.636.055,72 | 9,50% | 🔒 Buka data di TradeInt |
| 4 | Singapura | 207.996.566,55 | 5,62% | 🔒 Buka data di TradeInt |
| 5 | Korea Selatan | 78.255.875,71 | 2,11% | 🔒 Buka data di TradeInt |
Sumber data: TradeInt
Top 5: Asam Lemak Industri (HS 3823) - US$2,78 Miliar
Asam lemak industri dan alkohol lemak merupakan produk oleokimia turunan sawit yang melengkapi lima besar 10 komoditas ekspor Indonesia. Komoditas ini menunjukkan keberhasilan Indonesia bergerak dari ekspor CPO mentah menuju produk turunan bernilai tambah lebih tinggi.

Beberapa sorotan pasar asam lemak industri:
- Produk oleokimia seperti fatty acid dan fatty alcohol digunakan luas dalam industri sabun, kosmetik, deterjen, dan farmasi global.
- Hilirisasi industri sawit mendorong pertumbuhan ekspor produk turunan, mengurangi ketergantungan pada ekspor CPO mentah.
- Permintaan global untuk bahan baku berbasis nabati yang ramah lingkungan mendukung pertumbuhan ekspor oleokimia Indonesia.
Negara tujuan ekspor asam lemak industri:
| Peringkat | Negara | Nilai (US$) | Pangsa (%) | Kuantitas |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Tiongkok | 1.130.451.984,37 | 38,07% | 🔒 Buka data di TradeInt |
| 2 | Singapura | 604.036.274,50 | 20,34% | 🔒 Buka data di TradeInt |
| 3 | Malaysia | 293.955.753,30 | 9,90% | 🔒 Buka data di TradeInt |
| 4 | India | 133.834.572,24 | 4,51% | 🔒 Buka data di TradeInt |
| 5 | Amerika Serikat | 116.158.259,38 | 3,91% | 🔒 Buka data di TradeInt |
Sumber data: TradeInt
Top 6: Gas Petroleum (HS 2711) - US$2,27 Miliar
Gas petroleum, termasuk LPG dan gas hidrokarbon lainnya, menempati posisi keenam dalam 10 komoditas ekspor Indonesia. Komoditas ini melayani kebutuhan energi industri dan rumah tangga di pasar regional.
Beberapa sorotan pasar gas petroleum:
- Permintaan gas sebagai sumber energi transisi yang lebih bersih dibanding batu bara terus meningkat di kawasan Asia.
- Indonesia memiliki cadangan gas yang signifikan, memberikan keunggulan dalam pasokan energi regional.
- Investasi di infrastruktur LNG memperkuat kapasitas ekspor gas Indonesia ke pasar internasional.
Perkaya strategi ekspor Anda dengan memahami Produk yang Dilarang Ekspor-Impor.
Top 7: Kendaraan Bermotor (HS 8703) - US$2,17 Miliar
Kendaraan bermotor, terutama mobil penumpang, menjadikan Indonesia pusat manufaktur otomotif regional yang berkembang pesat. Ekspor kendaraan menunjukkan kematangan industri manufaktur nasional.
Beberapa sorotan pasar kendaraan bermotor:
- Indonesia menjadi basis produksi sejumlah merek otomotif global, dengan tujuan ekspor utama ke ASEAN, Timur Tengah, dan Amerika Latin.
- Pengembangan kendaraan listrik dan hybrid membuka peluang ekspor baru seiring tren elektrifikasi otomotif global.
- Permintaan kendaraan hemat bahan bakar dan ramah lingkungan terus tumbuh di pasar negara berkembang.
Top 8: Baja Nirkarat Canai Datar (HS 7219) - US$2,11 Miliar
Baja nirkarat (stainless steel) canai datar merupakan produk hilir industri baja yang menempati posisi kedelapan dalam 10 komoditas ekspor Indonesia. Komoditas ini erat kaitannya dengan keberhasilan hilirisasi nikel.

Beberapa sorotan pasar baja nirkarat:
- Integrasi industri nikel dan baja nirkarat di Indonesia menciptakan rantai nilai yang kuat dari bijih hingga produk jadi.
- Permintaan baja nirkarat global tetap kuat untuk konstruksi, peralatan rumah tangga, dan industri otomotif.
- Persaingan dengan produsen baja besar seperti Tiongkok menjadi tantangan utama bagi eksportir Indonesia.
Jangan biarkan kompetitor merebut pembeli oleokimia Anda. Lacak setiap pengiriman dan negara tujuannya sekarang di pusat data perdagangan TradeInt.
Top 9: Lignit (HS 2702) - US$1,72 Miliar
Lignit atau batu bara muda menempati posisi kesembilan dalam daftar 10 komoditas ekspor Indonesia. Komoditas ini melayani kebutuhan pembangkit listrik dengan spesifikasi tertentu di pasar regional.
Beberapa sorotan pasar lignit:
- Lignit memiliki pasar khusus di negara-negara yang memiliki pembangkit listrik dirancang untuk batu bara berkalori rendah.
- Harga lignit yang kompetitif menjadikannya pilihan ekonomis untuk pembangkit listrik di negara berkembang.
- Tren transisi energi memberikan tekanan jangka panjang, mendorong diversifikasi pemanfaatan lignit.
Top 10: Perhiasan Emas dan Perak (HS 7113) - US$1,55 Miliar
Perhiasan emas dan perak menutup daftar 10 komoditas ekspor Indonesia. Komoditas bernilai tinggi ini memiliki pasar premium dengan permintaan yang relatif stabil di berbagai negara.

Beberapa sorotan pasar perhiasan emas:
- Harga emas global yang tinggi pada 2026 mendukung peningkatan nilai ekspor logam mulia Indonesia.
- Industri perhiasan Indonesia memiliki keunggulan dalam keahlian pengrajin dan desain yang diminati pasar internasional.
- Permintaan emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global mendukung stabilitas ekspor komoditas ini.
Bagaimana TradeInt Mengubah Data Menjadi Keunggulan Kompetitif?
10 komoditas ekspor Indonesia menawarkan peluang besar bagi pelaku usaha yang mampu membaca data dengan tepat.
TradeInt Indonesia memberikan akses ke lebih dari 10 miliar catatan pengiriman dari 200+ negara, memungkinkan Anda mengidentifikasi pembeli sungguhan, melacak gerakan kompetitor, dan menemukan pasar baru sebelum yang lain.
Setiap hari tanpa data adalah peluang yang hilang. Ambil kendali atas strategi ekspor Anda dan menangkan pasar global dengan solusi intelijen ekspor TradeInt.
Kesimpulan
10 komoditas ekspor Indonesia pada 2026 mencerminkan kekuatan ganda negara ini: sebagai pemasok sumber daya alam global dan pusat hilirisasi yang berkembang. Minyak sawit, batu bara, dan feronikel memimpin sebagai tiga komoditas terbesar, sementara nikel matte dan asam lemak industri menunjukkan transformasi menuju ekspor bernilai tambah tinggi. Tiongkok, India, dan Singapura menjadi negara tujuan dominan untuk komoditas-komoditas ini.
Di tengah pertumbuhan ekspor yang positif namun surplus dagang yang menyusut, pemahaman mendalam terhadap data 10 komoditas ekspor Indonesia menjadi penentu kemenangan bagi eksportir, importir, dan analis pasar. Jangan bersaing dengan mata tertutup. Buka seluruh data perdagangan Indonesia di TradeInt sekarang dan ubah informasi menjadi kontrak.
FAQ
5 komoditas ekspor terbesar Indonesia?
Berdasarkan data TradeInt, lima komoditas ekspor terbesar Indonesia adalah minyak sawit dan fraksinya (US$8,22 miliar), batu bara dan briket (US$7,57 miliar), feronikel (US$5,15 miliar), nikel matte dan nikel oxide sinter (US$3,70 miliar), serta asam lemak industri (US$2,78 miliar). Kelima komoditas ini menjadi penyumbang devisa utama dalam daftar 10 komoditas ekspor Indonesia.
80% Indonesia pengekspor apa?
Sekitar 80% ekspor Indonesia didominasi oleh kombinasi komoditas sumber daya alam dan produk hilirisasi. Dalam daftar 10 komoditas ekspor Indonesia, minyak sawit, batu bara, feronikel, nikel matte, dan asam lemak industri menjadi tulang punggung devisa, didukung oleh produk lain seperti gas petroleum, kendaraan bermotor, baja nirkarat, lignit, dan perhiasan emas.
10 barang impor apa saja yang dikirimkan negara lain ke Indonesia?
Indonesia paling banyak mengimpor bahan bakar mineral (minyak mentah dan produk olahan), mesin dan peralatan mekanis, peralatan listrik dan elektronik, besi dan baja, bahan kimia organik, kendaraan dan suku cadang, plastik, gandum, kedelai, serta produk farmasi. Impor ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan industri manufaktur dan konsumsi domestik.
Apa saja komoditas ekspor di Indonesia?
Komoditas ekspor Indonesia mencakup produk sumber daya alam dan manufaktur hilir. Berdasarkan data TradeInt, 10 komoditas ekspor Indonesia terbesar meliputi minyak sawit, batu bara, feronikel, nikel matte, asam lemak industri, gas petroleum, kendaraan bermotor, baja nirkarat, lignit, dan perhiasan emas, dengan Tiongkok, India, dan Singapura sebagai negara tujuan utama.