Blog / Insight Data Perdagangan / 10 Komoditas Impor Indonesia 2026: Daftar Produk Terbesar dan Analisis Pasar

10 Komoditas Impor Indonesia 2026: Daftar Produk Terbesar dan Analisis Pasar

Key Takeaways

  • 10 komoditas impor Indonesia dipimpin oleh hasil minyak (BBM olahan) senilai US$7,89 miliar, minyak mentah US$3,43 miliar, dan perangkat telekomunikasi US$2,90 miliar, berdasarkan data TradeInt.
  • Total impor Indonesia melonjak 13,40% mencapai US$86,51 miliar pada periode Januari-April 2026, dipicu kenaikan impor bahan baku dan barang modal.
  • Singapura menjadi negara asal utama untuk BBM olahan, perangkat telekomunikasi, dan komputer, sementara minyak mentah banyak didatangkan dari Nigeria dan Angola.

Bagaimana Kinerja Impor Indonesia di 2026?

Kinerja impor Indonesia menunjukkan tren peningkatan signifikan pada awal 2026. Berdasarkan data BPS, nilai impor Indonesia pada April 2026 tercatat US$25,21 miliar. Secara kumulatif, impor Indonesia melonjak 13,40% mencapai US$86,51 miliar pada Januari-April 2026 menurut Kontan.

Lonjakan impor ini dipengaruhi oleh beberapa dinamika penting:

  • Kenaikan impor migas dan barang modal: Menurut Suara Surabaya, peningkatan impor didorong oleh kebutuhan bahan baku industri dan barang modal untuk menopang aktivitas manufaktur dalam negeri.
  • Inflasi pada barang impor: Menurut CNBC Indonesia, barang impor mengalami inflasi 9,97% pada Q1 2026, dengan komoditas seperti perhiasan, garam, semen, dan daging mengalami kenaikan harga signifikan.
  • Penyesuaian kebijakan impor: Pemerintah memperbarui aturan melalui Permendag 18/2026 tentang kebijakan dan pengaturan impor, yang menyederhanakan sejumlah ketentuan untuk mendukung kelancaran arus barang.
  • Surplus dagang menyempit: Meski ekspor tumbuh, lonjakan impor membuat surplus neraca perdagangan menyusut, mencerminkan kuatnya permintaan domestik terhadap produk luar negeri.

Apa Saja 10 Komoditas Impor Indonesia Terbesar di 2026?

Berdasarkan data TradeInt, tiga komoditas impor Indonesia terbesar adalah hasil minyak atau BBM olahan senilai US$7,89 miliar, minyak mentah senilai US$3,43 miliar, dan perangkat telekomunikasi senilai US$2,90 miliar. Ketiga komoditas ini menjadi penyumbang terbesar nilai impor nasional.

Posisi selanjutnya ditempati oleh emas, komputer, sirkuit terpadu, batu bara, gas petroleum, gandum, dan suku cadang kendaraan yang melengkapi daftar 10 komoditas impor Indonesia.

Top 5 komoditas impor Indonesia:

  • Hasil minyak/BBM olahan — US$7,89 miliar: Bahan bakar olahan untuk memenuhi kebutuhan energi domestik.
  • Minyak mentah — US$3,43 miliar: Bahan baku kilang untuk diproses menjadi BBM.
  • Perangkat telekomunikasi — US$2,90 miliar: Telepon dan peralatan komunikasi untuk infrastruktur digital.
  • Emas — US$2,46 miliar: Emas semi-olahan untuk industri perhiasan dan cadangan.
  • Komputer dan mesin pengolah data — US$2,31 miliar: Perangkat komputasi untuk industri dan data center.
Peringkat HS & Produk Nilai (US$) Pangsa (%) Pemasok #1 (by Value)
1 2710 - Hasil minyak/BBM olahan 7.889.232.784,36 9,12% DAH CHUNG TRADING CO LTD
2 2709 - Minyak mentah 3.427.462.068,11 3,96% CHIMBUSCO PAN NATION PETRO CHEMICAL CO LTD
3 8517 - Perangkat telekomunikasi 2.896.653.869,76 3,35% MANEX TRADEXPRESS PTE LTD
4 7108 - Emas semi-olahan 2.464.090.222,99 2,85% ABC REFINERY AUSTRALIA PTY LTD
5 8471 - Komputer dan mesin pengolah data 2.308.358.766,73 2,67% INGRASYS TECHNOLOGY MEXICO SA DE CV
6 8542 - Sirkuit terpadu (IC) 1.645.134.432,00 1,90% 🔒 Buka data di TradeInt
7 2701 - Batu bara 1.537.350.870,87 1,78% 🔒 Buka data di TradeInt
8 2711 - Gas petroleum 1.440.233.533,62 1,66% 🔒 Buka data di TradeInt
9 1001 - Gandum 1.305.775.175,19 1,51% 🔒 Buka data di TradeInt
10 8708 - Suku cadang kendaraan 1.007.317.905,99 1,16% 🔒 Buka data di TradeInt

Sumber data: TradeInt

Berhenti menebak dari mana barang masuk ke pasar Anda. Bongkar jalur pasok setiap komoditas impor dan temukan pemasok sungguhan di TradeInt Indonesia.

Top 1: Hasil Minyak/BBM Olahan (HS 2710) - US$7,89 Miliar

Hasil minyak atau BBM olahan merupakan komoditas impor terbesar Indonesia, mencerminkan keterbatasan kapasitas kilang dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar yang terus meningkat. Indonesia mengimpor produk olahan untuk menutup selisih antara konsumsi domestik dan produksi nasional.

indonesia-impor-hasil-minyak-bbm-olahan

Beberapa sorotan pasar BBM olahan:

  • Singapura menjadi hub kilang dan perdagangan minyak terbesar di Asia Tenggara, sehingga banyak produk olahan masuk ke Indonesia melalui jalur ini.
  • Pemerintah bersiap mengurangi impor solar seiring peluncuran program biodiesel B50 untuk memperkuat kemandirian energi.
  • Volatilitas harga minyak global menjadi faktor utama yang memengaruhi nilai impor BBM olahan sepanjang tahun.

Negara asal impor BBM olahan:

Peringkat Negara Asal Nilai (US$) Pangsa (%) Kuantitas Pembeli Utama RI
1 Singapura 5.246.200.379,48 66,16% 🔒 Buka data di TradeInt 🔒 Buka data di TradeInt
2 Uni Emirat Arab 1.756.626.726,65 22,15% 🔒 Buka data di TradeInt 🔒 Buka data di TradeInt
3 Malaysia 274.937.409,43 3,47% 🔒 Buka data di TradeInt 🔒 Buka data di TradeInt
4 Taiwan, Tiongkok 116.202.727,26 1,47% 🔒 Buka data di TradeInt 🔒 Buka data di TradeInt
5 India 105.223.150,80 1,33% 🔒 Buka data di TradeInt 🔒 Buka data di TradeInt

Sumber data: TradeInt

Top 2: Minyak Mentah (HS 2709) - US$3,43 Miliar

Minyak mentah merupakan bahan baku utama kilang Indonesia untuk diolah menjadi BBM. Sebagai komoditas impor terbesar kedua, minyak mentah menunjukkan strategi diversifikasi sumber pasokan Indonesia untuk mengurangi ketergantungan pada satu kawasan.

Beberapa sorotan pasar minyak mentah:

  • Pemerintah memperluas sumber impor ke kawasan Afrika seperti Nigeria dan Angola untuk mengamankan pasokan energi nasional.
  • Diversifikasi geopolitik menjadi prioritas, dengan kontrak jangka panjang yang mengurangi risiko gangguan di jalur pasokan Timur Tengah.
  • Fluktuasi harga minyak global secara langsung memengaruhi nilai impor dan biaya pengolahan di kilang domestik.

Negara asal impor minyak mentah:

Peringkat Negara Asal Nilai (US$) Pangsa (%) Kuantitas Pembeli Utama RI
1 Nigeria 829.553.709,61 23,83% 🔒 Buka data di TradeInt PT PERTAMINA PATRA NIAGA
2 Angola 616.192.331,55 17,70% 🔒 Buka data di TradeInt 🔒 Buka data di TradeInt
3 Swiss 320.953.249,44 9,22% 🔒 Buka data di TradeInt 🔒 Buka data di TradeInt
4 Gabon 238.301.928,06 6,84% 🔒 Buka data di TradeInt 🔒 Buka data di TradeInt
5 Australia 197.011.228,44 5,66% 🔒 Buka data di TradeInt 🔒 Buka data di TradeInt

Sumber data: TradeInt

Pelajari sisi lain neraca dagang: Barang Indonesia yang Di Ekspor ke Amerika.

Top 3: Perangkat Telekomunikasi (HS 8517) - US$2,90 Miliar

Perangkat telekomunikasi, termasuk telepon dan peralatan jaringan, menempati posisi ketiga dalam 10 komoditas impor Indonesia. Komoditas ini mencerminkan kebutuhan tinggi terhadap infrastruktur digital seiring percepatan transformasi digital nasional.

indonesia-perangkat-telekomunikasi-tiongkok

Beberapa sorotan pasar perangkat telekomunikasi:

  • Pembangunan jaringan 5G dan ekspansi infrastruktur telekomunikasi mendorong permintaan terhadap peralatan jaringan canggih.
  • Singapura dan Tiongkok menjadi sumber utama, mencerminkan posisi kawasan Asia sebagai pusat manufaktur elektronik global.
  • Pertumbuhan pengguna internet dan smartphone di Indonesia terus mendorong impor perangkat komunikasi konsumen.

Negara asal impor perangkat telekomunikasi:

Peringkat Negara Asal Nilai (US$) Pangsa (%) Kuantitas Pembeli Utama RI
1 Singapura 1.432.075.575,18 50,75% 🔒 Buka data di TradeInt 🔒 Buka data di TradeInt
2 Tiongkok 662.915.902,01 23,49% 🔒 Buka data di TradeInt 🔒 Buka data di TradeInt
3 Hong Kong, Tiongkok 434.098.148,07 15,38% 🔒 Buka data di TradeInt 🔒 Buka data di TradeInt
4 Vietnam 87.826.343,21 3,11% 🔒 Buka data di TradeInt 🔒 Buka data di TradeInt
5 Amerika Serikat 73.620.389,29 2,61% 🔒 Buka data di TradeInt 🔒 Buka data di TradeInt

Sumber data: TradeInt

Pemasok terbaik tidak menunggu. Rebut keunggulan tawar Anda sekarang dengan solusi intelijen impor TradeInt.

Top 4: Emas Semi-Olahan (HS 7108) - US$2,46 Miliar

Emas semi-olahan merupakan komoditas impor bernilai tinggi yang melayani industri perhiasan dan kebutuhan cadangan. Sebagai komoditas impor terbesar keempat, emas menunjukkan peran Indonesia dalam rantai nilai logam mulia global.

Beberapa sorotan pasar emas:

  • Harga emas global yang tinggi pada 2026 mendorong nilai impor sekaligus aktivitas industri perhiasan domestik.
  • Australia menjadi pemasok dominan berkat industri pemurnian emas yang maju dan kedekatan geografis dengan Indonesia.
  • Permintaan emas sebagai aset lindung nilai meningkat di tengah ketidakpastian ekonomi global, mendukung impor logam mulia.

Negara asal impor emas:

Peringkat Negara Asal Nilai (US$) Pangsa (%) Kuantitas Pembeli Utama RI
1 Australia 1.184.625.867,33 48,10% 🔒 Buka data di TradeInt ANEKA TAMBANG TBK
2 Thailand 397.397.144,91 16,14% 🔒 Buka data di TradeInt 🔒 Buka data di TradeInt
3 Singapura 302.717.337,83 12,29% 🔒 Buka data di TradeInt 🔒 Buka data di TradeInt
4 Uni Emirat Arab 255.276.876,04 10,37% 🔒 Buka data di TradeInt 🔒 Buka data di TradeInt
5 Hong Kong, Tiongkok 235.959.364,74 9,58% 🔒 Buka data di TradeInt 🔒 Buka data di TradeInt

Sumber data: TradeInt

Top 5: Komputer dan Mesin Pengolah Data (HS 8471) - US$2,31 Miliar

Komputer dan mesin pengolah data melengkapi lima besar 10 komoditas impor Indonesia. Komoditas ini mencerminkan kebutuhan tinggi terhadap perangkat komputasi untuk industri, perkantoran, dan ekspansi data center di Indonesia.

Beberapa sorotan pasar komputer:

  • Investasi besar di sektor data center dan komputasi awan mendorong impor server dan perangkat komputasi berperforma tinggi.
  • Singapura dan Taiwan menjadi sumber utama, mencerminkan posisi kawasan sebagai pusat produksi dan distribusi perangkat keras global.
  • Adopsi teknologi kecerdasan buatan (AI) meningkatkan permintaan terhadap perangkat komputasi canggih dan prosesor grafis (GPU).

Negara asal impor komputer:

Peringkat Negara Asal Nilai (US$) Pangsa (%) Kuantitas Pembeli Utama RI
1 Singapura 1.085.622.711,58 41,36% 🔒 Buka data di TradeInt 🔒 Buka data di TradeInt
2 Taiwan, Tiongkok 441.686.815,58 16,83% 🔒 Buka data di TradeInt 🔒 Buka data di TradeInt
3 Tiongkok 376.643.714,04 14,35% 🔒 Buka data di TradeInt 🔒 Buka data di TradeInt
4 Meksiko 283.706.051,01 10,81% 🔒 Buka data di TradeInt PT MICROSOFT OPERATIONS INDONESIA
5 Hong Kong, Tiongkok 118.209.657,25 4,50% 🔒 Buka data di TradeInt 🔒 Buka data di TradeInt

Sumber data: TradeInt

Jangan biarkan pesaing lebih dulu memetakan rantai pasok teknologi Anda. Akses jejak setiap pengiriman impor sekarang di pusat data perdagangan TradeInt.

Top 6: Sirkuit Terpadu/IC (HS 8542) - US$1,65 Miliar

Sirkuit terpadu atau integrated circuit (IC) menempati posisi keenam dalam 10 komoditas impor Indonesia. Komponen semikonduktor ini menjadi tulang punggung industri elektronik dan manufaktur perangkat digital nasional.

indonesia-impor-sirkuit-terpadu-ic

Beberapa sorotan pasar sirkuit terpadu:

  • Permintaan IC terus meningkat seiring pertumbuhan industri perakitan elektronik dan otomotif di Indonesia.
  • Ketergantungan global pada produsen semikonduktor di Asia Timur membuat rantai pasok IC menjadi sangat strategis.
  • Tren elektrifikasi dan digitalisasi mendorong kebutuhan komponen semikonduktor di berbagai sektor industri.

Perkaya wawasan Anda dengan: Negara Tujuan Ekspor Nikel Olahan Indonesia

Top 7: Batu Bara (HS 2701) - US$1,54 Miliar

Menariknya, batu bara muncul dalam daftar komoditas impor meski Indonesia merupakan eksportir batu bara terbesar. Impor ini umumnya berupa jenis batu bara dengan spesifikasi tertentu yang tidak diproduksi secara melimpah di dalam negeri.

Beberapa sorotan pasar batu bara impor:

  • Impor batu bara kokas (coking coal) diperlukan untuk industri baja yang membutuhkan spesifikasi khusus.
  • Beberapa pembangkit dan industri memerlukan jenis batu bara tertentu yang lebih efisien untuk proses produksi mereka.
  • Impor ini melengkapi pasokan domestik untuk memenuhi kebutuhan industri spesifik.

Top 8: Gas Petroleum (HS 2711) - US$1,44 Miliar

Gas petroleum, termasuk LPG, menempati posisi kedelapan dalam 10 komoditas impor Indonesia. Komoditas ini sangat penting untuk memenuhi kebutuhan energi rumah tangga dan industri yang sangat tinggi.

indonesia-impor-produk-minyak-bumi-gas

Beberapa sorotan pasar gas petroleum:

  • Indonesia merupakan salah satu konsumen LPG terbesar di dunia, sehingga impor menjadi krusial untuk menjaga stabilitas pasokan.
  • Program konversi energi rumah tangga ke LPG sejak lama meningkatkan ketergantungan pada impor gas.
  • Diversifikasi sumber pasokan gas menjadi strategi untuk menjaga ketahanan energi nasional.

Top 9: Gandum (HS 1001) - US$1,31 Miliar

Gandum menjadi komoditas impor pangan terbesar dalam 10 komoditas impor Indonesia. Sebagai negara dengan iklim tropis, Indonesia tidak dapat membudidayakan gandum secara komersial, sehingga bergantung penuh pada impor.

Beberapa sorotan pasar gandum:

  • Indonesia merupakan importir gandum terbesar kedua di dunia, dengan Australia dan Argentina sebagai pemasok utama.
  • Gandum menjadi bahan baku utama industri tepung terigu untuk mi instan, roti, dan biskuit nasional.
  • Fluktuasi harga gandum global dan nilai tukar rupiah memengaruhi harga produk berbahan gandum di dalam negeri.

Top 10: Suku Cadang Kendaraan (HS 8708) - US$1,01 Miliar

Suku cadang kendaraan menutup daftar 10 komoditas impor Indonesia. Komoditas ini mendukung industri otomotif nasional yang berkembang pesat sebagai basis produksi kendaraan regional.

Beberapa sorotan pasar suku cadang kendaraan:

  • Industri perakitan otomotif Indonesia membutuhkan komponen impor untuk melengkapi rantai pasok produksi kendaraan.
  • Pertumbuhan kendaraan listrik membuka kebutuhan baru terhadap komponen dan suku cadang khusus.
  • Lokalisasi produksi suku cadang terus didorong untuk mengurangi ketergantungan impor secara bertahap.

Kesimpulan

10 komoditas impor Indonesia pada 2026 mencerminkan ketergantungan strategis pada energi, teknologi, dan bahan baku industri. Hasil minyak/BBM olahan, minyak mentah, dan perangkat telekomunikasi memimpin sebagai tiga komoditas terbesar, diikuti emas, komputer, dan sejumlah produk industri penting. Singapura, Nigeria, dan Australia menjadi negara asal dominan untuk komoditas-komoditas ini.

Di tengah lonjakan impor yang mencapai US$86,51 miliar dan tekanan pada neraca perdagangan, pemahaman terhadap data 10 komoditas impor Indonesia menjadi senjata penting bagi pelaku bisnis. Jangan masuk ke pasar dengan informasi setengah matang. Buka seluruh data impor Indonesia di TradeInt sekarang dan ubah setiap pengiriman menjadi peluang.

FAQ

Komoditas apa saja yang mengimpor Indonesia?

Berdasarkan data TradeInt, Indonesia mengimpor hasil minyak/BBM olahan (US$7,89 miliar), minyak mentah (US$3,43 miliar), perangkat telekomunikasi (US$2,90 miliar), emas semi-olahan (US$2,46 miliar), komputer (US$2,31 miliar), sirkuit terpadu, batu bara spesifikasi khusus, gas petroleum, gandum, dan suku cadang kendaraan sebagai 10 komoditas impor Indonesia terbesar.

Apa saja 10 contoh produk Indonesia yang laku di pasar internasional?

Sepuluh produk ekspor Indonesia yang laku di pasar internasional meliputi minyak sawit (CPO), batu bara, feronikel, nikel matte, asam lemak industri, gas petroleum, kendaraan bermotor, baja nirkarat, lignit, dan perhiasan emas. Produk-produk ini menjadi penyumbang devisa utama yang melengkapi gambaran 10 komoditas impor Indonesia di sisi sebaliknya.

5 komoditas ekspor terbesar Indonesia?

Lima komoditas ekspor terbesar Indonesia adalah minyak sawit dan fraksinya (US$8,22 miliar), batu bara dan briket (US$7,57 miliar), feronikel (US$5,15 miliar), nikel matte (US$3,70 miliar), serta asam lemak industri (US$2,78 miliar). Kelima komoditas ini menjadi pilar utama ekspor nonmigas nasional.

Indonesia paling besar impor apa?

Indonesia paling besar mengimpor hasil minyak atau BBM olahan senilai US$7,89 miliar, menjadikannya komoditas impor terbesar dalam daftar 10 komoditas impor Indonesia. Hal ini mencerminkan keterbatasan kapasitas kilang dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar yang terus meningkat.