Blog / Insight Data Perdagangan / Barang Indonesia yang Di Ekspor ke Amerika: 5 Kategori Produk Unggulan 2025

Barang Indonesia yang Di Ekspor ke Amerika: 5 Kategori Produk Unggulan 2025

Key Takeaways

  • Berdasarkan data TradeInt periode Januari-Desember 2025, lima kategori produk ekspor terbesar Indonesia ke AS adalah dioda dan transistor (US$1,65 miliar), minyak sawit (US$1,12 miliar), alas kaki karet/plastik/kulit (US$1,12 miliar), peralatan listrik (US$955 juta), dan alas kaki dengan outsole karet/plastik (US$846 juta).
  • AS merupakan negara tujuan ekspor terbesar kedua bagi Indonesia dengan pangsa 11,00% dari total ekspor dan nilai mencapai US$25,57 miliar pada Januari-Oktober 2025, mencatatkan surplus perdagangan yang konsisten bagi Indonesia.
  • Perjanjian ART (Agreement on Reciprocal Trade) yang ditandatangani Februari 2026 memberikan tarif 0% untuk komoditas unggulan seperti minyak sawit, kopi, kakao, karet, komponen elektronik, dan semikonduktor, memperkuat daya saing barang Indonesia yang di ekspor ke Amerika.

Barang Indonesia yang Di Ekspor ke Amerika: Gambaran Umum Perdagangan RI-AS 2025

Amerika Serikat merupakan salah satu mitra dagang paling strategis bagi Indonesia. Sepanjang 2025, AS menempati posisi sebagai negara tujuan ekspor terbesar kedua setelah Tiongkok, dengan nilai ekspor mencapai US$25,57 miliar atau 11,00% dari total ekspor Indonesia pada periode Januari-Oktober 2025 (data: TradeInt). Surplus perdagangan nonmigas Indonesia terhadap AS pada 2024 mencapai US$16,08 miliar, menjadikan AS sebagai penyumbang surplus terbesar bagi neraca perdagangan nonmigas nasional.

Pertanyaan tentang "barang Indonesia yang di ekspor ke Amerika" menjadi semakin penting di tengah dinamika tarif resiprokal yang bergulir sejak awal 2025. Setelah melalui negosiasi intensif, kedua negara menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART) pada 19 Februari 2026, yang menurunkan tarif AS terhadap produk Indonesia dari 32% menjadi 19%, dengan sejumlah komoditas strategis menikmati tarif 0%.

Menurut BPS (Februari 2026), total ekspor Indonesia pada Januari-Desember 2025 mencapai US$282,91 miliar, meningkat 6,15% dibanding tahun sebelumnya. Lima sektor utama yang terdampak kebijakan tarif AS, yakni produk kelapa sawit, alas kaki, alat listrik, pakaian jadi, dan furnitur, menyumbang 51% dari total surplus perdagangan Indonesia dengan AS.

Lacak data ekspor Indonesia ke AS berdasarkan kode HS, nama produk, atau nama perusahaan melalui platform TradeInt Indonesia.

Top 5 Barang Indonesia yang Di Ekspor ke Amerika Berdasarkan Kategori Produk

Berdasarkan data TradeInt periode Januari-Desember 2025, barang Indonesia yang di ekspor ke Amerika didominasi oleh tiga kategori utama: dioda dan transistor senilai US$1,65 miliar, minyak sawit dan fraksinya senilai US$1,12 miliar, serta alas kaki karet/plastik/kulit senilai US$1,12 miliar.

Daftar produk:

  • Dioda dan transistor (HS 8541) — US$1.648.451.048 (6,45%): Komponen semikonduktor dan elektronik yang mendukung industri energi terbarukan dan rantai pasok elektronik global di AS.
  • Minyak sawit dan fraksinya (HS 1511) — US$1.124.883.224 (4,40%): Bahan baku utama industri pengolahan makanan, oleokimia, dan produk berbasis bio di pasar Amerika.
  • Alas kaki karet, plastik, kulit (HS 6403) — US$1.124.883.224 (3,79%): Sepatu olahraga dan sepatu kasual berkualitas tinggi untuk merek global seperti New Balance.
  • Peralatan dan perlengkapan listrik (HS 8543) — US$955.888.382 (3,74%): Komponen otomasi industri dan perangkat komputasi yang menunjukkan pertumbuhan ekspor manufaktur bernilai tinggi Indonesia.
  • Alas kaki dengan outsole karet/plastik (HS 6404) — US$846.913.356 (3,31%): Sepatu olahraga dan kasual berbahan tekstil yang memenuhi permintaan ritel dan sportswear AS.
Peringkat Kategori Produk Nilai Ekspor (USD) Pangsa (%) Kode HS Perusahaan Importir Utama Perusahaan Eksportir Utama Signifikansi Ekonomi
1 Dioda, transistor $1.648.451.048 6,45% 8541 NOVA SOLAR AMERICA INC PT REC SOLAR ENERGY INDONESIA Mendukung industri energi terbarukan, manufaktur elektronik, dan rantai pasok semikonduktor AS, memperkuat peran Indonesia dalam ekspor komponen energi bersih dan elektronik global.
2 Minyak sawit dan fraksinya $1.124.883.224 4,40% 1511 GOLDEN AGRI RESOURCES USA INC PT SUMBER INDAHPERKASA Memasok bahan baku industri pengolahan makanan AS, oleokimia, dan produk berbasis bio, mempertahankan posisi Indonesia sebagai eksportir pertanian utama ke pasar AS.
3 Alas kaki dengan sol karet, plastik, kulit $1.124.883.224 3,79% 6403 NEW BALANCE ATHLETICS INC PARKLAND WORLD INDONESIA Mendorong ekspor manufaktur padat karya, mendukung merek alas kaki global, sekaligus memperkuat lapangan kerja dan diversifikasi ekspor manufaktur Indonesia.
4 Peralatan dan perlengkapan listrik $955.888.382 3,74% 8543 BITMAIN TECHNOLOGIES DELAWARE LTD PT AOHAI TECHNOLOGY INDONESIA Mendukung sektor otomasi industri, komputasi, dan teknologi AS, menunjukkan partisipasi Indonesia yang semakin besar dalam ekspor perakitan elektronik bernilai tinggi.
5 Alas kaki dengan sol luar dari karet, plastik, kulit atau kulit komposisi dan bagian atas dari bahan tekstil $846.913.356 3,31% 6404 ASICS AMERICA CORPORATION LONG RICH INDONESIA Memenuhi permintaan ritel dan pasar sepatu olahraga AS, memperkuat peran Indonesia sebagai basis produksi alas kaki yang kompetitif dalam rantai pa

#1 Dioda dan Transistor (HS 8541): US$1,65 Miliar, Pangsa 6,45%

Dioda, transistor, dan komponen semikonduktor merupakan kategori ekspor terbesar Indonesia ke AS pada 2025. Produk ini digunakan secara luas dalam industri energi terbarukan, manufaktur semikonduktor, dan rantai pasok komponen elektronik global. Data TradeInt menunjukkan bahwa perusahaan importir utama di AS untuk kategori ini termasuk Nova Solar America Inc, dengan eksportir utama dari Indonesia adalah PT REC Solar Energy Indonesia.

Pertumbuhan ekspor di sektor ini didorong oleh perang dagang AS-Tiongkok yang membuat Amerika mencari alternatif pasokan produk elektronik dari negara-negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Produk seperti motor listrik, kabel, dan komponen telekomunikasi buatan Indonesia digunakan secara luas di industri otomotif dan peralatan rumah tangga Amerika, menurut Fortune Indonesia (Oktober 2025). Dengan tarif 0% untuk semikonduktor dalam kerangka ART, sektor ini diprediksi akan tumbuh lebih pesat.

#2 Minyak Sawit dan Fraksinya (HS 1511): US$1,12 Miliar, Pangsa 4,40%

Minyak sawit tetap menjadi salah satu komoditas andalan dalam daftar barang Indonesia yang di ekspor ke Amerika. Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia memasok kebutuhan industri makanan, kosmetik, dan bahan bakar nabati di AS. Eksportir utama untuk kategori ini termasuk Golden Agri Resources USA Inc di sisi importir dan PT Sumber Indahperkasa di sisi eksportir Indonesia.

Ekspor minyak sawit Indonesia ke AS terus meningkat selama lima tahun terakhir, dari semula di bawah 1 juta ton per tahun hingga mencapai sekitar 2,4 juta ton menurut Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki). Melalui perjanjian ART, minyak sawit Indonesia akan menikmati tarif 0% ke pasar AS, memberikan keunggulan kompetitif yang signifikan.

Lihat cakupan data perdagangan minyak sawit dan komoditas lainnya di halaman Data Coverage TradeInt.

#3 Alas Kaki Karet, Plastik, dan Kulit (HS 6403): US$1,12 Miliar, Pangsa 3,79%

Industri alas kaki merupakan salah satu sektor manufaktur padat karya terpenting di Indonesia yang menjadi tulang punggung ekspor ke AS. Produk sepatu olahraga, sepatu kets, dan sepatu berbahan kulit buatan Indonesia dikenal memiliki kualitas tinggi dan harga kompetitif. Sentra industri alas kaki di Jawa Barat dan Jawa Timur menjadi basis produksi utama. Data TradeInt mencatat New Balance Athletics Inc sebagai importir utama dengan Parkland World Indonesia sebagai eksportir terkemuka.

AS merupakan negara tujuan ekspor utama untuk produk alas kaki nasional, dengan nilai ekspor melampaui US$1,2 miliar, menurut Kementerian Perdagangan RI. Meskipun tarif resiprokal 19% masih berlaku, ditambah tarif dasar alas kaki AS yang berkisar 7-35%, industri ini tetap kompetitif berkat efisiensi produksi dan kualitas yang memenuhi standar internasional.

#4 Peralatan dan Perlengkapan Listrik (HS 8543): US$955 Juta, Pangsa 3,74%

Peralatan dan perlengkapan listrik, termasuk komponen elektronik untuk komputasi dan otomasi industri, menempati posisi keempat dalam daftar barang Indonesia yang di ekspor ke Amerika. Kategori ini mencerminkan transformasi industri Indonesia dari sekadar pemasok bahan mentah menjadi negara yang mampu bersaing di sektor teknologi dan manufaktur bernilai tambah tinggi.

Data TradeInt menunjukkan bahwa Bitmain Technologies Delaware Ltd merupakan importir utama di AS untuk kategori ini, dengan PT Aohai Technology Indonesia sebagai eksportir utama. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa komponen elektronik termasuk semikonduktor mendapatkan tarif 0% dalam kerangka ART, memperkuat prospek pertumbuhan sektor ini.

#5 Alas Kaki dengan Outsole Karet/Plastik (HS 6404): US$846 Juta, Pangsa 3,31%

Kategori alas kaki kedua yang masuk dalam lima besar ekspor Indonesia ke AS ini mencakup sepatu dengan outsole dari karet, plastik, kulit atau kulit komposisi dan upper dari bahan tekstil. Data TradeInt menunjukkan Asics America Corporation sebagai importir utama dan Long Rich Indonesia sebagai eksportir terkemuka.

Gabungan dua kategori alas kaki (HS 6403 dan HS 6404) menjadikan total ekspor alas kaki Indonesia ke AS mencapai hampir US$2 miliar, menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu produsen alas kaki terbesar di dunia. Dengan kualitas yang diakui secara internasional dan basis produksi yang efisien, sektor alas kaki akan terus menjadi kontributor utama dalam surplus perdagangan Indonesia terhadap AS.

Baca juga: Top 5 Ekspor Indonesia Berdasarkan Negara pada Kuartal I 2025

Dampak Perjanjian ART 2026 terhadap Barang Indonesia yang Di Ekspor ke Amerika

Penandatanganan ART pada Februari 2026 membawa perubahan signifikan bagi lanskap ekspor Indonesia ke AS. Tarif resiprokal diturunkan dari 32% menjadi 19%, sementara sejumlah komoditas strategis mendapatkan tarif 0%, mencakup minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik termasuk semikonduktor, dan komponen pesawat terbang, sebagaimana dirilis dalam FAQ resmi Perjanjian ART oleh Sekretariat Negara RI.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan optimisme bahwa ekspor Indonesia ke AS akan melonjak signifikan pasca-ART, mengingat produk Indonesia akan menjadi lebih kompetitif dari segi harga di pasar AS. Selain itu, skema Tariff Rate Quota (TRQ) untuk produk tekstil dan pakaian juga diharapkan memberikan kepastian volume ekspor yang stabil bagi industri tekstil nasional, menurut Merdeka.com (Februari 2026).

Bagaimana TradeInt Indonesia Membantu Anda Melacak Data Ekspor ke AS?

Bagi eksportir, importir, dan pelaku bisnis yang ingin memanfaatkan peluang perdagangan Indonesia-AS, TradeInt Indonesia menyediakan platform intelijen perdagangan yang komprehensif. Dengan akses ke lebih dari 10 miliar catatan pengiriman dari 200+ negara dan 500+ juta profil perusahaan, TradeInt memungkinkan Anda untuk:

  • Melacak data pengiriman ekspor Indonesia ke AS berdasarkan kode HS, nama produk, atau nama perusahaan untuk mengidentifikasi pembeli dan pemasok terverifikasi.
  • Menganalisis tren ekspor per kategori produk menggunakan data Bill of Lading yang terperinci, termasuk volume, nilai, dan frekuensi pengiriman.
  • Memantau aktivitas kompetitor dan mengidentifikasi peluang pasar baru di AS sebelum dan sesudah pemberlakuan ART.

Kesimpulan

Daftar barang Indonesia yang di ekspor ke Amerika pada 2025 menunjukkan kombinasi kekuatan manufaktur bernilai tambah tinggi dan komoditas andalan. Dioda dan transistor memimpin dengan nilai US$1,65 miliar, diikuti minyak sawit dan alas kaki yang masing-masing mencapai US$1,12 miliar, serta peralatan listrik dan alas kaki outsole karet yang melengkapi lima besar.

Dengan ditandatanganinya perjanjian ART pada Februari 2026, prospek ekspor barang Indonesia yang di ekspor ke Amerika semakin cerah berkat tarif 0% untuk sejumlah komoditas strategis dan penurunan tarif resiprokal menjadi 19%. Bagi pelaku usaha yang ingin memaksimalkan peluang ini, TradeInt Indonesia menyediakan data intelijen perdagangan terlengkap untuk pengambilan keputusan bisnis yang lebih akurat.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

Apa yang Indonesia ekspor ke Amerika?

Indonesia mengekspor beragam produk ke Amerika Serikat, dengan lima kategori terbesar pada 2025 meliputi dioda dan transistor (HS 8541) senilai US$1,65 miliar, minyak sawit dan fraksinya (HS 1511) senilai US$1,12 miliar, alas kaki karet/plastik/kulit (HS 6403) senilai US$1,12 miliar, peralatan listrik (HS 8543) senilai US$955 juta, dan alas kaki outsole karet/plastik (HS 6404) senilai US$846 juta. Selain itu, produk tekstil, karet, furnitur, dan perikanan juga merupakan komoditas ekspor utama ke AS.

Apa saja yang diekspor Indonesia ke AS?

Produk yang diekspor Indonesia ke AS mencakup komponen elektronik dan semikonduktor, minyak kelapa sawit dan turunannya, berbagai jenis alas kaki (sepatu olahraga, sepatu kets, sepatu kulit), peralatan dan perlengkapan listrik, tekstil dan pakaian jadi, karet dan produk karet, furnitur, produk perikanan (terutama udang), kopi, kakao, dan rempah-rempah. Melalui perjanjian ART 2026, banyak dari produk ini mendapatkan akses pasar yang lebih baik dengan tarif yang lebih rendah atau bahkan 0%.

80% Indonesia pengekspor apa?

Sekitar 80% ekspor Indonesia didominasi oleh kombinasi produk industri pengolahan dan komoditas sumber daya alam. Secara nasional, komoditas ekspor utama meliputi minyak sawit dan fraksinya (US$20,20 miliar), batu bara dan briket (US$20,09 miliar), ferroalloy (US$13,35 miliar), nikel (US$6,45 miliar), dan turunan asam lemak industri (US$6,26 miliar) pada periode Januari-Oktober 2025. Khusus untuk pasar AS, ekspor didominasi oleh produk manufaktur bernilai tambah tinggi seperti komponen elektronik, alas kaki, dan peralatan listrik.

Indonesia paling banyak ekspor ke mana?

Pada 2025, tujuan ekspor terbesar Indonesia adalah Tiongkok dengan nilai US$53,67 miliar (pangsa 23,10%), diikuti Amerika Serikat sebesar US$25,57 miliar (11,00%), India US$15,33 miliar (6,60%), Jepang US$14,55 miliar (6,26%), dan Singapura US$11,39 miliar (4,90%). AS menjadi penyumbang surplus perdagangan nonmigas terbesar bagi Indonesia, menjadikan hubungan dagang RI-AS sangat strategis bagi perekonomian nasional.

[]{.lark-record-clipboard}