Blog / Insight Data Perdagangan / Impor Minyak Indonesia 2026: Negara Asal, Jenis Produk, dan Pemasok Utama

Impor Minyak Indonesia 2026: Negara Asal, Jenis Produk, dan Pemasok Utama

Key Takeaways

  • Data impor minyak Indonesia mencatat total nilai US$489,45 juta dari 2.050 pengiriman, dengan Uni Emirat Arab sebagai sumber terbesar senilai US$330,36 juta, diikuti Singapura US$115,01 juta dan Korea Selatan US$11,40 juta, berdasarkan data TradeInt.
  • Produk minyak olahan (HS 271019) mendominasi 98,26% dari total nilai impor minyak Indonesia, mencerminkan kebutuhan tinggi terhadap bahan bakar olahan untuk konsumsi domestik.
  • Volume impor minyak mentah Indonesia berada di kisaran 362.333 barel per hari, dengan pemerintah mendiversifikasi sumber pasokan ke Rusia, Afrika, dan Amerika untuk mengurangi ketergantungan pada Timur Tengah.

Berapa Volume dan Nilai Impor Minyak Indonesia di 2026?

Total nilai impor minyak Indonesia tercatat US$489,45 juta dari 2.050 pengiriman, berdasarkan data TradeInt. Indonesia merupakan importir minyak yang signifikan untuk memenuhi kebutuhan energi domestik yang melebihi kapasitas produksi dalam negeri.

Beberapa fakta utama mengenai impor minyak Indonesia pada 2026:

  • Volume dan nilai impor: Impor minyak mentah Indonesia berada di kisaran 362.333 barel per hari, dengan nilai impor minyak mentah sempat tercatat US$1,09 miliar pada April 2026.
  • Diversifikasi sumber: Pemerintah mengalihkan sebagian impor dari kawasan Timur Tengah ke negara alternatif. Menurut Kompas, Indonesia tetap mengimpor minyak dari Rusia, Afrika, dan Amerika meski Selat Hormuz dibuka kembali.
  • Industri hilir: Produk minyak olahan menjadi komponen impor terbesar untuk menutup selisih antara konsumsi domestik dan kapasitas kilang nasional.

Ingin tahu siapa pemasok minyak terbesar ke Indonesia? Mulai telusuri data lengkap di TradeInt Indonesia

Dari Mana Saja Negara Asal Impor Minyak Indonesia?

Berdasarkan data TradeInt, tiga negara asal impor minyak Indonesia terbesar adalah Uni Emirat Arab senilai US$330,36 juta, Singapura senilai US$115,01 juta, dan Korea Selatan senilai US$11,40 juta. Ketiga negara ini menyerap lebih dari 93% dari total nilai impor minyak Indonesia.

Posisi selanjutnya ditempati oleh Taiwan, Thailand, Amerika Serikat, India, Jepang, China, dan Malaysia yang melengkapi sepuluh besar negara asal impor minyak Indonesia.

Top 5 negara asal impor minyak Indonesia:

  • Uni Emirat Arab — US$330,36 juta: Sumber terbesar minyak olahan untuk kebutuhan energi Indonesia.
  • Singapura — US$115,01 juta: Hub perdagangan dan kilang minyak utama di Asia Tenggara.
  • Korea Selatan — US$11,40 juta: Pemasok produk minyak olahan berkualitas tinggi.
  • Taiwan — US$11,26 juta: Sumber produk petrokimia dan minyak olahan.
  • Thailand — US$6,37 juta: Mitra dagang ASEAN untuk produk minyak olahan.
Peringkat Negara Nilai (US$) Pangsa Nilai (%) Pembeli Utama
1 Uni Emirat Arab 330.364.422,76 67,50% SHIGANG INTERNATIONAL FZE
2 Singapura 115.008.564,26 23,50% EXXONMOBIL ASIA PACIFIC PTE LTD
3 Korea Selatan 11.404.115,73 2,33% S OIL CORPORATION
4 Taiwan, China 11.263.395,61 2,30% FORMOSA PETROCHEMICAL CORPORATION
5 Thailand 6.369.725,26 1,30% IRPC PUBLIC COMPANY LTD
6 Amerika Serikat 6.027.379,54 1,23% RIO ENERGY INTERNATIONAL INC
7 India 2.944.192,21 0,60% APAR INDUSTRIES LTD
8 Jepang 1.948.284,70 0,40% ULTRAMETRA TRADING JAPAN CO LTD
9 China 1.546.433,19 0,32% FORMOSA PETROCHEMICAL CORPORATION
10 Malaysia 1.435.832,80 0,29% RENGKAS MAJU M SDN BHD

Sumber data: TradeInt

indonesia-import-oil-from-UAE

Data impor minyak Indonesia menunjukkan dominasi kuat Uni Emirat Arab dan Singapura sebagai dua sumber utama. Singapura berperan sebagai hub kilang dan perdagangan minyak terbesar di Asia Tenggara, sehingga banyak produk olahan yang masuk ke Indonesia melalui jalur ini.

Beberapa sorotan mengenai negara asal impor minyak Indonesia:

  • Kawasan Timur Tengah seperti UAE tetap menjadi sumber penting, namun pemerintah mulai mendiversifikasi pasokan. Menurut Antara, Indonesia tetap membeli minyak dari Rusia meski ketegangan di Selat Hormuz mereda, untuk menjaga stabilitas cadangan energi nasional.
  • Negara ASEAN seperti Singapura, Thailand, dan Malaysia berperan dalam pasokan produk olahan, memanfaatkan kedekatan geografis dan infrastruktur kilang yang maju di kawasan.
  • Sumber alternatif dari Afrika dan Amerika semakin penting seiring strategi Indonesia mengurangi ketergantungan pada jalur pasokan tunggal.

Baca juga: Indonesia Impor Apa Saja dari Amerika?

Apa Saja Jenis Minyak yang Diimpor Indonesia?

Berdasarkan data TradeInt, minyak olahan selain biodiesel (HS 271019) mendominasi impor minyak Indonesia senilai US$480,92 juta. Light oils dan preparasinya (HS 271012) menempati posisi kedua senilai US$6,32 juta, diikuti minyak dan produk dari distilasi tar batu bara (HS 270709) senilai US$2,13 juta.

Posisi selanjutnya ditempati oleh produk minyak bumi gas (HS 271020) dan hidrokarbon lainnya (HS 271290) dengan nilai yang relatif kecil.

Top 5 jenis minyak impor Indonesia:

  • Minyak olahan selain biodiesel (HS 271019) — US$480,92 juta: Produk minyak olahan utama untuk bahan bakar dan industri.
  • *Light oils dan preparasinya (HS 271012) — US$6,32 juta: Produk minyak ringan untuk kebutuhan spesifik.
  • Minyak dari distilasi tar batu bara (HS 270709) — US$2,13 juta: Produk kimia turunan untuk industri.
  • Produk minyak bumi gas (HS 271020) — US$21.431: Volume kecil untuk kebutuhan khusus.
  • Hidrokarbon lainnya (HS 271290) — US$18.798: Produk turunan minyak dalam jumlah terbatas.
Peringkat Kode HS Nama Produk Nilai (US$) Pangsa Nilai (%) Harga/Kuantitas
1 271019 Minyak olahan selain biodiesel 480.917.562,88 98,26% 🔒 Buka data di TradeInt
2 271012 Light oils dan preparasinya 6.318.090,83 1,29% 🔒 Buka data di TradeInt
3 270709 Minyak dari distilasi tar batu bara 2.128.254,68 0,43% 🔒 Buka data di TradeInt
4 271020 Produk minyak bumi gas 21.431,82 0,00% 🔒 Buka data di TradeInt
5 271290 Hidrokarbon lainnya 18.798,43 0,00% 🔒 Buka data di TradeInt

Sumber data: TradeInt

indonesia-impor-produk-minyak-bumi-gas

Konsentrasi impor minyak Indonesia pada produk olahan mencerminkan keterbatasan kapasitas kilang dalam negeri untuk memenuhi permintaan bahan bakar yang terus meningkat. Indonesia mengimpor produk olahan untuk menutup selisih antara konsumsi domestik dan kapasitas produksi nasional.

Upaya pemerintah untuk mengurangi ketergantungan impor terus berjalan. Menurut Betahita, Peraturan Presiden No. 26 Tahun 2026 memberikan kewenangan kepada BUMN seperti Pertamina untuk melakukan pengadaan langsung demi menjaga stabilitas harga dan ketersediaan energi dalam negeri. Kebijakan ini menandai babak baru dalam tata kelola impor minyak nasional.

Dari sisi bahan bakar, Kementerian ESDM memastikan bahwa pasokan BBM Indonesia kini lebih banyak berasal dari negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura, mengurangi ketergantungan pada jalur pasokan Timur Tengah yang rentan terhadap gangguan geopolitik.

Bandingkan harga dan volume impor minyak dari berbagai sumber di halaman Data Coverage TradeInt.

Siapa Saja Pemasok Minyak Terbesar ke Indonesia?

Berdasarkan data TradeInt, Shigang International FZE memimpin sebagai pemasok minyak terbesar ke Indonesia, diikuti Cromwell Alliance FZCO dan ExxonMobil Asia Pacific Pte Ltd. Dua pemasok teratas berbasis di kawasan Timur Tengah, sementara ExxonMobil beroperasi dari Singapura.

Posisi selanjutnya ditempati oleh Transcontinental Logistics FZE, Formosa Petrochemical Corporation, S Oil Corporation, dan sejumlah perusahaan trading energi global lainnya yang melengkapi daftar pemasok utama.

Top 5 pemasok minyak ke Indonesia:

  • Shigang International FZE: Pemasok terbesar berbasis di kawasan Timur Tengah dengan fokus pada minyak olahan.
  • Cromwell Alliance FZCO: Perusahaan trading energi yang beroperasi dari zona bebas Timur Tengah.
  • ExxonMobil Asia Pacific Pte Ltd: Anak perusahaan ExxonMobil yang beroperasi dari Singapura sebagai hub distribusi Asia.
  • Transcontinental Logistics FZE: Perusahaan logistik dan trading energi lintas benua.
  • Formosa Petrochemical Corporation: Produsen petrokimia terkemuka dari Taiwan.
Peringkat Pemasok Minyak Negara Pangsa Nilai (%) Harga/Kuantitas
1 SHIGANG INTERNATIONAL FZE - 37,23% 🔒 Buka data di TradeInt
2 CROMWELL ALLIANCE FZCO - 17,94% 🔒 Buka data di TradeInt
3 EXXONMOBIL ASIA PACIFIC PTE LTD Singapura 17,08% 🔒 Buka data di TradeInt
4 TRANSCONTINENTAL LOGISTICS FZE - 12,20% 🔒 Buka data di TradeInt
5 FORMOSA PETROCHEMICAL CORPORATION Taiwan 1,89% 🔒 Buka data di TradeInt

Sumber data: TradeInt

Pemasok impor minyak Indonesia didominasi oleh perusahaan trading energi yang beroperasi dari zona bebas (free zone) di Timur Tengah dan hub distribusi di Singapura. Struktur ini mencerminkan kompleksitas rantai pasok minyak global, di mana banyak transaksi dilakukan melalui perusahaan trading internasional.

Beberapa sorotan mengenai pemasok minyak ke Indonesia:

  • Perusahaan trading Timur Tengah seperti Shigang International dan Cromwell Alliance menguasai pangsa terbesar, mencerminkan peran sentral kawasan ini dalam pasokan minyak global meski ada upaya diversifikasi.
  • Hub Singapura menjadi titik distribusi penting, dengan perusahaan seperti ExxonMobil Asia Pacific dan GS Caltex Singapore memanfaatkan infrastruktur kilang dan terminal yang maju untuk menyalurkan produk ke Indonesia.
  • Diversifikasi geopolitik memberikan peluang bagi pemasok dari Afrika dan Rusia. Menurut Bisnis, pemerintah membuka peluang untuk kembali mengimpor minyak Timur Tengah seiring meredanya ketegangan Selat Hormuz, sambil mempertahankan pasokan dari sumber alternatif.

Butuh data pemasok minyak yang lengkap untuk strategi pengadaan atau analisis pasar? Temukan solusinya di halaman Solution TradeInt.

Bagaimana Analisis Pasar Impor Minyak Indonesia di 2026?

Pasar impor minyak Indonesia pada 2026 dibentuk oleh kombinasi faktor geopolitik, transisi energi, dan kebijakan tata kelola energi nasional. Dinamika di Selat Hormuz, jalur pelayaran minyak terpenting di dunia, menjadi salah satu pendorong utama strategi diversifikasi sumber pasokan Indonesia sepanjang tahun.

Berikut adalah analisis pasar utama yang memengaruhi impor minyak Indonesia:

  • Diversifikasi geopolitik memperkuat ketahanan energi. Ketegangan di Selat Hormuz mendorong Indonesia mengamankan kontrak jangka panjang dengan pemasok di luar Timur Tengah. Menurut Sindonews, strategi ini membuat Indonesia tidak lagi terlalu terdampak oleh dinamika di kawasan tersebut, dengan Rusia dan Afrika menjadi penyangga pasokan utama.
  • Transisi ke biodiesel menekan kebutuhan impor solar. Peluncuran BBM baru B50 pada 1 Juli 2026 menandai tonggak penting dalam upaya kemandirian energi. Menurut CNBC Indonesia, Indonesia bersiap menghentikan impor solar seiring peningkatan kandungan bahan bakar nabati, yang berpotensi mengurangi volume impor minyak olahan secara signifikan dalam jangka menengah.
  • Reformasi tata kelola pengadaan minyak. Peraturan Presiden No. 26 Tahun 2026 mengubah lanskap impor minyak nasional. Menurut Betahita, regulasi ini memberikan kewenangan pengadaan langsung kepada Pertamina, yang diharapkan menekan biaya perantara dan memperkuat stabilitas harga energi domestik.
  • Volatilitas harga dan lonjakan volume impor. Impor migas Indonesia mengalami lonjakan tajam pada awal 2026. Menurut CNN Indonesia, impor migas pada April 2026 melonjak hingga 82%, dipengaruhi oleh peningkatan kebutuhan domestik dan pergerakan harga minyak global.

Pemahaman mendalam terhadap analisis pasar ini menjadi kunci bagi pelaku industri energi dalam menyusun strategi pengadaan dan mitigasi risiko. Pelajari lebih lanjut tentang kemampuan data perdagangan TradeInt melalui halaman Tentang Kami.

Kesimpulan

Impor minyak Indonesia pada 2026 mencatat total nilai US$489,45 juta dari 2.050 pengiriman, berdasarkan data TradeInt. Uni Emirat Arab memimpin sebagai sumber terbesar (US$330,36 juta), diikuti Singapura (US$115,01 juta) dan Korea Selatan (US$11,40 juta). Produk minyak olahan mendominasi hampir seluruh impor, mencerminkan kebutuhan tinggi terhadap bahan bakar untuk konsumsi domestik.

Di tengah upaya diversifikasi sumber pasokan dan transisi energi melalui program B50, pemantauan data impor minyak Indonesia menjadi semakin penting bagi pelaku industri energi. Bagi importir, analis, dan pelaku bisnis yang ingin melacak pemasok, harga, dan volume impor minyak secara detail, TradeInt Indonesia menyediakan data intelijen perdagangan terlengkap untuk mendukung keputusan bisnis berbasis data.

Baca juga: Sengketa Minyak Sawit Indonesia-Uni Eropa

FAQ

Dari mana impor minyak Indonesia?

Berdasarkan data TradeInt, impor minyak Indonesia berasal dari Uni Emirat Arab (US$330,36 juta), Singapura (US$115,01 juta), Korea Selatan, Taiwan, Thailand, Amerika Serikat, India, Jepang, China, dan Malaysia. Pemerintah juga mendiversifikasi sumber ke Rusia, Afrika, dan Amerika untuk mengurangi ketergantungan pada Timur Tengah.

Berapa impor minyak Indonesia per hari?

Impor minyak mentah Indonesia berada di kisaran 362.333 barel per hari. Nilai impor minyak mentah sempat tercatat US$1,09 miliar pada April 2026, dengan impor migas melonjak 82% akibat peningkatan kebutuhan dan pergerakan harga global menurut data BPS.

Minyak apa yang diimpor Indonesia?

Berdasarkan data TradeInt, impor minyak Indonesia didominasi oleh produk minyak olahan selain biodiesel senilai US$480,92 juta (98,26% dari total). Jenis lainnya meliputi light oils dan preparasinya, minyak dari distilasi tar batu bara, produk minyak bumi gas, dan hidrokarbon lainnya dalam jumlah lebih kecil.

Apakah Indonesia akan mengurangi impor minyak?

Indonesia bersiap mengurangi impor melalui peluncuran BBM baru B50 yang akan beredar mulai 1 Juli 2026, menandai langkah untuk menghentikan impor solar. Pemerintah juga memberikan kewenangan kepada Pertamina untuk pengadaan langsung guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan energi dalam negeri.