Data Ekspor Kopi Indonesia (Q1/2026): Negara Tujuan, Jenis Kopi, dan Eksportir Utama
Key Takeaways
- Data ekspor kopi Indonesia periode Q1/2026 mencatat total nilai US$344,38 juta dari 1.903 pengiriman, dengan Australia sebagai pasar terbesar senilai US$81,99 juta, diikuti Amerika Serikat (US$44,12 juta) dan Mesir (US$35,49 juta).
- Biji kopi mentah tidak disangrai (HS 090111) mendominasi 99,75% dari total nilai data ekspor kopi Indonesia, menegaskan posisi Indonesia sebagai pemasok biji kopi hijau (green beans) utama di pasar global.
- AEKI menargetkan volume ekspor kopi 2026 sebesar 330.000-360.000 ton dengan nilai devisa US$1,3 miliar, di tengah harga kopi Robusta global yang mencapai US$5.694 per ton pada Juni 2026.
Berapa Nilai dan Harga Ekspor Kopi Indonesia di 2026?
Data ekspor kopi Indonesia pada Q1/2026 mencatat total nilai US$344,38 juta dari 1.903 pengiriman ke berbagai negara.
Indonesia merupakan produsen kopi terbesar keempat di dunia setelah Brasil, Vietnam, dan Kolombia, dengan Robusta sebagai mayoritas produksi. Harga kopi global pada 2026 mengalami volatilitas tinggi, sementara tekanan pasokan dari rekor panen Brasil mulai membentuk dinamika pasar baru.
Beberapa faktor utama yang membentuk kondisi pasar kopi Indonesia pada Q1/2026:
- Harga Robusta di bursa London sempat menembus US$5.694 per ton pada Juni 2026, didorong oleh kekhawatiran pasokan dari Brasil dan Vietnam. Di tingkat petani Lampung, Robusta kering berkisar Rp42.000-Rp48.000 per kilogram, sementara harga kontrak ekspor berada di sekitar Rp59.000 per kilogram.
- Harga Arabika di bursa New York berkisar US$5,98-US$6,44 per kilogram, setara sekitar 273-297 US cents per pound.
- Tekanan pasokan global mulai muncul karena panen kopi Brasil diprediksi memecahkan rekor dengan estimasi 75,3-75,9 juta karung 60 kg untuk musim 2025/26. Proyeksi surplus kopi global pada 2026 mencapai 10 juta karung, naik dari 1,8 juta karung pada 2025.
- Target ekspor domestik dari AEKI sebesar 330.000-360.000 ton dengan nilai devisa US$1,3 miliar, lebih rendah dibanding tahun sebelumnya akibat meningkatnya konsumsi domestik dan tantangan produktivitas dari tanaman kopi yang menua serta biaya pupuk yang meningkat.

Telusuri data ekspor kopi Indonesia secara lengkap berdasarkan kode HS, negara tujuan, atau nama perusahaan melalui platform TradeInt Indonesia.
Ke Mana Saja Negara Tujuan Data Ekspor Kopi Indonesia pada Q1/2026?
Berdasarkan data ekspor kopi Indonesia dari TradeInt, tiga negara tujuan terbesar pada Q1/2026 adalah Australia senilai US$81,99 juta, Amerika Serikat senilai US$44,12 juta, dan Mesir senilai US$35,49 juta. Ketiga negara ini menyerap hampir 47% dari total nilai ekspor kopi Indonesia.
Posisi selanjutnya ditempati oleh Aljazair, Malaysia, Belanda, India, Armenia, Italia, dan Jepang yang melengkapi sepuluh besar pasar ekspor.
Top 5 negara tujuan ekspor kopi Indonesia Q1/2026:
- Australia — US$81,99 juta: Pasar terbesar dengan permintaan tinggi terhadap kopi specialty Indonesia untuk industri kafe dan roasting.
- Amerika Serikat — US$44,12 juta: Konsumen kopi terbesar di dunia dengan permintaan stabil terhadap biji kopi hijau Indonesia.
- Mesir — US$35,49 juta: Importir utama di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara dengan preferensi kuat terhadap Robusta.
- Aljazair — US$31,21 juta: Pasar tradisional kopi Indonesia di Afrika Utara dengan konsumsi per kapita yang relatif tinggi.
- Malaysia — US$20,53 juta: Mitra dagang terdekat di ASEAN untuk kopi olahan dan biji mentah.
| Peringkat | Negara | Nilai (US$) | Pangsa Nilai (%) | Pembeli Teratas |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Australia | 81.990.841,50 | 23,81% | H A BENNETT SONS PTY LTD |
| 2 | Amerika Serikat | 44.121.124,32 | 12,81% | STARBUCKS COFFEE COMPANY |
| 3 | Mesir | 35.493.095,71 | 10,31% | SUPER FI M SDN BHD |
| 4 | Aljazair | 31.207.728,44 | 9,06% | 🔒 Unlock on TradeInt |
| 5 | Malaysia | 20.525.897,84 | 5,96% | 🔒 Unlock on TradeInt |
| 6 | Belanda | 18.731.112,18 | 5,44% | 🔒 Unlock on TradeInt |
| 7 | India | 12.495.642,57 | 3,63% | 🔒 Unlock on TradeInt |
| 8 | Armenia | 11.235.444,73 | 3,26% | 🔒 Unlock on TradeInt |
| 9 | Italia | 11.006.499,09 | 3,20% | 🔒 Unlock on TradeInt |
| 10 | Jepang | 8.792.799,46 | 2,55% | 🔒 Unlock on TradeInt |
Sumber data: TradeInt
Dominasi Australia sebagai pasar terbesar data ekspor kopi Indonesia menunjukkan pergeseran menarik dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kopi specialty Indonesia seperti Gayo, Toraja, dan Kintamani semakin diminati di pasar Australia untuk segmen kafe dan roasting premium.
Permintaan global terhadap kopi Indonesia tetap kuat di beberapa pasar utama:
- Australia dan AS menyerap lebih dari 36% total ekspor, didorong oleh permintaan dari generasi muda di kota-kota besar yang semakin mencari kopi berkualitas tinggi dan varian specialty. Di ajang World of Coffee 2026 di San Diego, produk kopi Indonesia mencatatkan potensi transaksi sebesar US$34,7 juta (sekitar Rp593,3 miliar) menurut RRI.
- Mesir dan Aljazair secara gabungan menyerap hampir 20% dari total ekspor, didominasi oleh Robusta dengan harga kompetitif untuk konsumsi massal dan blending.
- Belanda dan Italia tetap menjadi jalur strategis untuk kopi premium di Eropa, dengan Belanda berfungsi sebagai hub re-ekspor ke seluruh Uni Eropa.
Baca juga: Top 5 Ekspor Indonesia Berdasarkan Negara pada Kuartal I 2025
Apa Saja Jenis Kopi yang Diekspor Indonesia pada Q1/2026?
Biji kopi mentah tidak disangrai dan tidak dihilangkan kafeinnya (HS 090111) mendominasi ekspor dengan nilai US$343,51 juta. Biji kopi sangrai, tidak dihilangkan kafeinnya (HS 090121) **** menempati posisi kedua dengan US$868.119, sementara Biji kopi mentah, dihilangkan kafeinnya (HS 090112) tercatat sangat minimal.
Struktur ini menunjukkan bahwa Indonesia masih berperan sebagai pemasok biji kopi hijau (green beans), dengan proses roasting dan value-adding dilakukan di negara tujuan.
Jenis kopi ekspor Indonesia Q1/2026:
- Biji kopi mentah, tidak disangrai, dan tidak dihilangkan kafeinnya (HS 090111) — US$343,51 juta: Kategori utama mencakup biji Robusta dan Arabica mentah untuk pasar global.
- Biji kopi sangrai, tidak dihilangkan kafeinnya (HS 090121) — US$868.119: Segmen kopi olahan yang masih kecil namun menunjukkan potensi pertumbuhan.
- Biji kopi mentah, dihilangkan kafeinnya (HS 090112)— US$3.037: Volume ekspor sangat terbatas untuk pasar niche dekafein.
| Peringkat | Kode HS | Nama Produk | Nilai (US$) | Pangsa Nilai (%) |
|---|---|---|---|---|
| 1 | 90111 | Kopi mentah, belum disangrai, belum dihilangkan kafeinnya | 343.510.985,03 | 99,75% |
| 2 | 90121 | Kopi sangrai, belum dihilangkan kafeinnya | 868.119,49 | 0,25% |
| 3 | 90112 | Kopi mentah, dihilangkan kafeinnya | 3.037,50 | 0,00% |
Sumber data: TradeInt
Konsentrasi data ekspor kopi Indonesia pada biji mentah (green beans) mencerminkan tantangan sekaligus peluang bagi industri kopi nasional. Indonesia memiliki keunggulan dalam varietas biji kopi, khususnya Robusta dari Lampung dan Sumatera Selatan serta Arabica dari Aceh, Toraja, dan Bali, yang memiliki profil rasa unik dan diminati di pasar specialty internasional.
Upaya hilirisasi mulai menunjukkan hasil. Pemerintah Jawa Barat melalui WIITEX 2026 mencatatkan transaksi Rp25 miliar untuk komoditas ekspor termasuk kopi, teh, dan kakao, menunjukkan upaya daerah dalam mendorong ekspor kopi olahan bernilai tambah. Indonesia juga tampil di Melbourne International Commodity and Food Exhibition (MICE) 2026 untuk mempromosikan keunggulan dan inovasi kopi menurut Kemlu.
Lihat cakupan data perdagangan kopi dan komoditas lainnya di halaman Data Coverage TradeInt.
Siapa Saja Eksportir Kopi Terbesar Indonesia pada Q1/2026?
Asal Jaya memimpin dalam jumlah pengiriman dengan 220 shipment. Sucden Coffee Indonesia menempati posisi ketiga dengan 108 pengiriman.
Selain tiga besar, Sarimakmur Tunggalmandiri, PT Olam Indonesia, LDC Trading Indonesia, Intra Niaga Mulya, Taman Delta Indonesia, Berindo Jaya, dan Sumber Kurnia Alam melengkapi sepuluh besar eksportir.
| Peringkat | Eksportir Kopi Indonesia | Value | Pangsa Nilai (%) | Shipment |
|---|---|---|---|---|
| 1 | ASAL JAYA | 🔒 Unlock on TradeInt | 8,78% | 🔒 Unlock on TradeInt |
| 2 | OLAM INDONESIA | 🔒 Unlock on TradeInt | 10,96% | 🔒 Unlock on TradeInt |
| 3 | SUCDEN COFFEE INDONESIA | 🔒 Unlock on TradeInt | 5,07% | 🔒 Unlock on TradeInt |
| 4 | SARIMAKMUR TUNGGALMANDIRI | 🔒 Unlock on TradeInt | 4,65% | 🔒 Unlock on TradeInt |
| 5 | 🔒 Unlock on TradeInt | 🔒 Unlock on TradeInt | 3,62% | 🔒 Unlock on TradeInt |
Sumber data: TradeInt

Lanskap eksportir kopi Indonesia pada Q1/2026 menunjukkan kombinasi antara pemain multinasional dan perusahaan lokal. Multinasional seperti Olam, Sucafina (Sucden), dan LDC memiliki keunggulan dalam akses pasar global, sementara eksportir lokal seperti Asal Jaya dan Sarimakmur mengandalkan hubungan langsung dengan petani.
Tantangan utama bagi eksportir saat ini adalah penurunan produktivitas. Target ekspor 2026 yang hanya 330.000-360.000 ton mencerminkan realita tanaman kopi yang menua dan biaya produksi yang meningkat menurut Kontan. Namun kenaikan harga global memberikan kompensasi melalui peningkatan nilai devisa per ton yang diekspor.
Jelajahi solusi ekspor kopi dan komoditas lainnya di halaman Exporter Solution TradeInt.
Kesimpulan
Data ekspor kopi Indonesia pada Q1/2026 menunjukkan total nilai US$344,38 juta dari 1.903 pengiriman. Australia memimpin sebagai pasar terbesar (US$81,99 juta), diikuti Amerika Serikat dan Mesir. Biji kopi mentah belum disangrai mendominasi 99,75% total nilai ekspor, sementara Asal Jaya dan Olam Indonesia memimpin sebagai eksportir utama.
Meskipun target volume ekspor kopi 2026 menurun menjadi 330.000-360.000 ton, data ekspor kopi Indonesia menunjukkan kekuatan dalam hal nilai devisa yang didorong oleh harga kopi global yang tinggi. Bagi pelaku usaha yang ingin memanfaatkan peluang di pasar kopi global, TradeInt Indonesia menyediakan data intelijen perdagangan terlengkap untuk mengidentifikasi pembeli, memantau tren, dan mengambil keputusan bisnis berbasis data.
Baca juga: Eksportir Minyak Sawit di Indonesia: Tren Pasar & Pertumbuhan 2025
FAQ
Harga ekspor kopi Indonesia?
Harga ekspor kopi Indonesia bervariasi berdasarkan jenis kopi. Untuk Robusta, harga kontrak berjangka di bursa London berkisar US$3.400-US$5.694 per ton pada 2026, setara dengan sekitar Rp59.000 per kilogram di tingkat eksportir. Harga Arabika berada di kisaran US$5,98-US$6,44 per kilogram di bursa New York, atau sekitar 273-297 US cents per pound. Di tingkat petani Lampung, Robusta kering dihargai Rp42.000-Rp48.000 per kilogram.
Apa saja 3 ekspor utama Indonesia?
Tiga komoditas ekspor utama Indonesia pada 2025 adalah minyak sawit dan fraksinya (US$20,20 miliar), batu bara dan briket (US$20,09 miliar), dan ferroalloy (US$13,35 miliar). Kopi termasuk dalam komoditas ekspor pertanian unggulan dengan target devisa US$1,3 miliar pada 2026. Data ekspor kopi Indonesia dari TradeInt menunjukkan nilai US$344,38 juta pada Q1/2026.
Syarat-syarat ekspor kopi?
Eksportir kopi Indonesia wajib memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), NPWP, dan akses kepabeanan. Dokumen yang harus disiapkan meliputi Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB), faktur komersial, packing list, Surat Keterangan Asal (Certificate of Origin), dan sertifikat fitosanitari dari Badan Karantina Pertanian. Kopi ekspor harus memenuhi standar mutu dengan kadar air maksimal 12-13% dan bebas jamur. Sejak dihapuskannya ketentuan Eksportir Terdaftar Kopi (ETK), proses perizinan ekspor kopi menjadi lebih sederhana.
1 kg kopi berapa harganya?
Harga 1 kg kopi bervariasi tergantung jenis dan titik rantai pasok. Untuk kopi Robusta green bean, harga pasar berkisar Rp75.000 per kilogram. Di tingkat petani Lampung, Robusta kering dihargai Rp42.000-Rp48.000 per kilogram, sementara harga kontrak ekspor berada di sekitar Rp59.000 per kilogram. Harga Arabika specialty dari daerah seperti Gayo, Toraja, dan Kintamani bisa jauh lebih tinggi tergantung kualitas dan sertifikasi.