Impor Gula Indonesia 2026: Data Nilai, Negara Asal, dan Pemasok Utama
Ringkasan Data Impor Gula Indonesia
- Thailand menjadi negara asal terbesar impor gula Indonesia dengan nilai US$615,53 juta, jauh melampaui negara pemasok lainnya (01.2026 - 05.2026).
- Australia berada di posisi kedua dengan nilai US$114,30 juta, diikuti China senilai US$55,28 juta.
- Total nilai transaksi yang terekam dalam basis data TradeInt mencapai US$856,15 juta dari 596 pengiriman berbobot 2,01 miliar kilogram.
- The Thai Sugar Trading Corp Ltd dari Thailand memimpin daftar pemasok berdasarkan jumlah pengiriman.
- BPS mencatat total impor gula nasional sepanjang 2025 mencapai 3,93 juta ton pada kode HS 1701, dengan Brasil sebagai salah satu sumber terbesar.
- USDA menempatkan Indonesia sebagai importir gula terbesar kedua dunia pada 2025/2026 dengan volume sekitar 5,3 juta ton, setelah China.
Bagaimana Kinerja Pasar Impor Gula Indonesia pada 2026?
Pasar impor gula Indonesia pada (01.2026 - 05.2026) bergerak di tengah dorongan swasembada yang menguat. Total nilai transaksi yang tercatat dalam basis data TradeInt mencapai US$856,15 juta dari 596 pengiriman, dengan bobot total 2,01 miliar kilogram.
Skala kebutuhan nasional menjelaskan besarnya angka ini. Laporan USDA Foreign Agricultural Service menempatkan Indonesia sebagai importir gula terbesar kedua dunia pada 2025/2026 dengan volume sekitar 5,3 juta ton, hanya di bawah China, sementara konsumsi nasional mencapai 7,75 juta ton dan produksi dalam negeri baru 2,3 juta ton.
Kesenjangan itu bersifat struktural. Gula kristal putih untuk konsumsi rumah tangga makin mendekati kecukupan, tetapi kebutuhan gula rafinasi untuk industri makanan dan minuman masih jauh dari terpenuhi oleh produksi lokal.
Badan Pusat Statistik mencatat total impor gula nasional sepanjang 2025 mencapai 3,93 juta ton pada kode HS 1701, dengan Brasil sebagai salah satu sumber terbesar. Di sisi produksi, gula kristal putih nasional naik 8,22% menjadi 2,67 juta ton pada 2025, ditopang perluasan luas panen tebu dari 521 ribu hektare menjadi 563 ribu hektare.

Beberapa faktor yang membentuk kondisi pasar sepanjang periode ini:
- Kebijakan penghentian impor GKP mulai berlaku. Pemerintah menetapkan penghentian impor gula kristal putih mulai 2026, sementara kekurangan gula rafinasi sekitar 5 juta ton ditargetkan selesai paling lambat 2029.
- Konsumsi rumah tangga menurun. BPS mencatat penurunan konsumsi gula rumah tangga, sehingga tekanan permintaan bergeser dari segmen konsumsi ke segmen industri.
- Harga gula lokal tertekan. Masuknya gula rafinasi ke pasar konsumsi menekan harga gula produksi petani, dengan salah satu BUMN gula membukukan rugi Rp680 miliar sepanjang tahun berjalan.
- Perluasan lahan tebu berlanjut. Program bongkar ratoon menyasar 100 ribu hektare tebu rakyat dengan alokasi anggaran sekitar Rp1,6 triliun untuk mendorong peremajaan lahan.
- Nilai tambah lewat etanol dibuka. Molases atau tetes tebu diarahkan menjadi sumber energi alternatif berbasis bioetanol, menambah lapisan permintaan pada rantai gula nasional.
Setiap Kapal Gula yang Masuk, Terekam di TradeInt
Basis data Bill of Lading TradeInt menghimpun lebih dari 10 miliar catatan pengiriman lintas 220+ negara. Telusuri arus gula masuk ke Indonesia per negara asal dan per tanggal transaksi.
Dari Negara Mana Saja Indonesia Mengimpor Gula?
Thailand menjadi negara asal terbesar dengan nilai US$615,53 juta. Australia menyusul di posisi kedua dengan US$114,30 juta, sementara China mencatat US$55,28 juta (01.2026 - 05.2026).
Singapura dan Hong Kong melengkapi lima besar negara asal, dengan kontribusi nilai yang lebih terbatas dibanding tiga negara pemasok teratas.
Rincian lima negara asal teratas:
- Thailand senilai US$615,53 juta: Menguasai pengiriman berbobot besar dengan jumlah pengapalan terbanyak, mencerminkan peran sebagai pemasok gula rafinasi dan gula mentah utama Indonesia.
- Australia senilai US$114,30 juta: Berperan sebagai pemasok gula mentah kelas industri dengan pola kapal curah berbobot besar.
- China senilai US$55,28 juta: Melengkapi pasokan pada segmen tertentu dengan frekuensi pengapalan menengah.
- Singapura senilai US$53,16 juta: Berfungsi sebagai hub distribusi regional yang meneruskan pasokan ke pelabuhan Indonesia.
- Hong Kong senilai US$6,59 juta: Volume pengiriman paling kecil dalam kelompok ini, khas jalur re-ekspor bernilai terbatas.
| Peringkat | Negara Asal | Nilai (US$) | Nilai (%) | Pembeli Teratas | Kuantitas |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Thailand | 615.530.690,23 | 71,90% | π Unlock data on TradeInt | π Unlock data on TradeInt |
| 2 | Australia | 114.295.739,00 | 13,35% | π Unlock data on TradeInt | π Unlock data on TradeInt |
| 3 | China | 55.279.256,75 | 6,46% | π Unlock data on TradeInt | π Unlock data on TradeInt |
| 4 | Singapura | 53.162.500,58 | 6,21% | π Unlock data on TradeInt | π Unlock data on TradeInt |
| 5 | Hong Kong | 6.593.954,80 | 0,77% | π Unlock data on TradeInt | π Unlock data on TradeInt |
Sumber: TradeInt Indonesia Import Data dan basis data Bill of Lading (01.2026 - 05.2026)
Kenapa Gula Thailand Mendominasi Pasar Impor Indonesia?
Dominasi Thailand bertumpu pada kapasitas produksi dan kedekatan logistik. Thailand merupakan salah satu eksportir gula terbesar dunia, dengan produksi yang naik dan surplus yang siap dikapalkan ke pasar Asia Tenggara.
Menurut laporan USDA, produksi gula Thailand diperkirakan naik menjadi 10,3 juta ton pada 2025/2026 seiring perluasan areal tebu, dengan ekspor yang diperkirakan rebound ke 7 juta ton. Surplus yang besar itu membuat Thailand mampu menawarkan volume stabil dengan harga bersaing.
Jarak pelayaran yang pendek dari pelabuhan Thailand ke Indonesia menekan biaya angkut per ton dibanding sumber yang lebih jauh. Faktor ini memperkuat posisi Thailand pada segmen gula mentah maupun rafinasi yang dibutuhkan industri pengolahan.
Beberapa hal yang menonjol dari lanskap negara asal ini:
- Brasil menjadi penantang di sisi volume. Data BPS menunjukkan sebagian besar impor gula nasional berasal dari beberapa negara termasuk Brasil, produsen gula mentah terbesar dunia.
- Produksi global naik menekan harga. USDA memperkirakan produksi gula dunia 2025/2026 naik menjadi 189,3 juta ton, ditopang panen tinggi di Brasil, India, dan Thailand.
- India kembali menambah pasokan. Produksi gula India diperkirakan melonjak 26% menjadi 15,5 juta ton setelah pulih dari dampak El Nino, membuka ruang ekspor tambahan ke Asia.
- Australia menaikkan output. Produksi gula Australia diperkirakan bertambah menjadi 4 juta ton dengan ekspor yang menguat, menjaga perannya sebagai pemasok gula mentah.
- Substitusi domestik masih terbatas. Produksi gula kristal putih dalam negeri baru menutup segmen konsumsi, sedangkan kebutuhan rafinasi industri tetap bergantung pada pasokan luar.
Baca juga:
10 Komoditas Impor Indonesia 2026: Daftar Produk Terbesar dan Analisis Pasar
Siapa Pemasok Gula Terbesar ke Pasar Indonesia?
The Thai Sugar Trading Corp Ltd dari Thailand memimpin daftar pemasok berdasarkan jumlah pengiriman, dengan 88 pengapalan. Pacific Sugar Corporation Ltd menyusul dengan 34 pengiriman, sedangkan Pacific Sugar Corporation Limited mencatat 25 pengapalan.
Queensland Sugar Ltd dari Australia dan Enerfo Pte Ltd dari Argentina melengkapi lima besar pemasok dalam kategori ini.
Rincian lima pemasok teratas:
- The Thai Sugar Trading Corp Ltd (Thailand): Pemasok dengan frekuensi pengapalan tertinggi, menjadi saluran utama gula asal Thailand ke Indonesia.
- Pacific Sugar Corporation Ltd (Thailand): Rumah dagang gula Thailand dengan ritme pengiriman rutin sepanjang periode.
- Pacific Sugar Corporation Limited (Thailand): Entitas terkait yang memperkuat jalur pasokan dari basis produksi Thailand.
- Queensland Sugar Ltd (Australia): Pemasok gula mentah kelas industri yang mewakili pasokan asal Australia.
- Enerfo Pte Ltd (Argentina): Menghubungkan pasokan gula asal Amerika Selatan ke pasar Indonesia lewat jaringan dagang global.
| Peringkat | Nama Pemasok | Negara Asal | Pembeli Teratas | Kuantitas Pengiriman |
|---|---|---|---|---|
| 1 | The Thai Sugar Trading Corp Ltd | Thailand | π Unlock data on TradeInt | π Unlock data on TradeInt |
| 2 | Pacific Sugar Corporation Ltd | Thailand | π Unlock data on TradeInt | π Unlock data on TradeInt |
| 3 | Pacific Sugar Corporation Limited | Thailand | π Unlock data on TradeInt | π Unlock data on TradeInt |
| 4 | Queensland Sugar Ltd | Australia | π Unlock data on TradeInt | π Unlock data on TradeInt |
| 5 | Enerfo Pte Ltd | Argentina | π Unlock data on TradeInt | π Unlock data on TradeInt |
Sumber: TradeInt Indonesia Import Data dan basis data Bill of Lading (01.2026 - 05.2026)
Sebaran negara asal pemasok menegaskan konsentrasi rantai pasok gula Indonesia pada Thailand. Tiga dari lima pemasok teratas berbasis di Thailand, menandakan ketergantungan yang tinggi pada satu koridor pasokan regional.
Pola tersebut membentuk dua lapis peluang bagi pelaku usaha. Lapis pertama adalah pemasok besar dari negara produsen utama, yang melayani kontrak volume besar. Lapis kedua adalah rumah dagang lintas benua seperti asal Argentina, yang membuka akses ke sumber gula mentah alternatif di luar Asia Tenggara.
Baca juga:
Data Impor Gandum Indonesia 2026: Negara Asal, Volume, dan Pemasok Utama
Bagaimana Cara Menemukan Pembeli Gula di Indonesia?
Basis data TradeInt memuat lebih dari 10 miliar catatan pengiriman dan 470 juta profil perusahaan terverifikasi dari 220+ negara. Bagi eksportir gula, data ini menjadi dasar untuk mengenali siapa yang benar-benar membeli, bukan sekadar siapa yang terdaftar.
Beberapa cara memanfaatkan data perdagangan untuk sektor ini:
- Petakan importir aktif berdasarkan riwayat transaksi: Saring perusahaan yang tercatat menerima pengapalan gula ke pelabuhan Indonesia dalam rentang tanggal transaksi tertentu.
- Pisahkan segmen gula mentah dan rafinasi: Bandingkan kategori produk yang ditangani tiap pembeli untuk menargetkan industri pengolahan yang tepat.
- Kenali pola musiman pembelian: Amati distribusi pengapalan antarbulan untuk menentukan kapan penawaran paling mungkin diterima.
- Ukur ketergantungan pembeli pada satu pemasok: Riwayat pengapalan menunjukkan apakah importir bergantung pada satu negara asal atau membagi pasokan.
- Verifikasi kredibilitas calon mitra: Cocokkan nama perusahaan dengan profil dan rekam jejak pengapalan sebelum masuk ke tahap negosiasi.
- Pantau pergerakan pesaing di pasar yang sama: Telusuri negara asal dan frekuensi pengapalan pemasok lain yang melayani pembeli yang Anda targetkan.
Baca juga:
Impor Minyak Indonesia 2026: Negara Asal, Jenis Produk, dan Pemasok Utama
Kesimpulan
Data impor gula Indonesia (01.2026 - 05.2026) menempatkan Thailand sebagai negara asal terbesar dengan nilai US$615,53 juta atau 71,90% dari total, diikuti Australia senilai US$114,30 juta (13,35%), China US$55,28 juta (6,46%), Singapura US$53,16 juta (6,21%), dan Hong Kong US$6,59 juta (0,77%). Total nilai transaksi yang terekam mencapai US$856,15 juta dari 596 pengiriman.
Konsentrasi pada Thailand menegaskan bahwa rantai pasok gula Indonesia bertumpu pada satu koridor regional yang dekat dan bervolume besar. Struktur ini kemungkinan bertahan selama kebutuhan gula rafinasi industri belum dapat dipenuhi produksi dalam negeri.
Frequently Asked Questions
Apakah Indonesia masih impor gula?
Masih. Total nilai transaksi kategori ini tercatat US$856,15 juta dari 596 pengiriman dalam basis data TradeInt. BPS mencatat impor gula nasional sepanjang 2025 mencapai 3,93 juta ton, dan USDA menempatkan Indonesia sebagai importir gula terbesar kedua dunia pada 2025/2026.
Kenapa Indonesia mengimpor gula?
Karena produksi dalam negeri belum menutup kebutuhan, terutama gula rafinasi untuk industri. Konsumsi gula nasional mencapai 7,75 juta ton sementara produksi baru 2,3 juta ton menurut USDA. Kekurangan gula rafinasi sekitar 5 juta ton ditargetkan tuntas paling lambat 2029.
Berapa harga gula impor?
Harga per satuan tidak dipublikasikan dalam ringkasan ini, namun rasio nilai terhadap bobot dapat dihitung dari catatan pengapalan pada basis data TradeInt. Sebagai konteks pasar, USDA memperkirakan produksi gula dunia 2025/2026 naik menjadi 189,3 juta ton, kondisi yang cenderung menekan harga global.