Blog / Insight Data Perdagangan / Negara Tujuan Utama Ekspor Produk Pertanian Indonesia 2026

Negara Tujuan Utama Ekspor Produk Pertanian Indonesia 2026

Ringkasan Utama

  • Minyak nabati dan hewani, terutama minyak sawit, menjadi kategori pertanian bernilai ekspor tertinggi senilai US$14,06 miliar.
  • China menjadi pasar terbesar untuk minyak sawit Indonesia senilai US$3,20 miliar, jauh di atas negara tujuan lainnya.
  • Tembakau, kakao, makanan olahan, dan produk sereal melengkapi lima kategori pertanian teratas dalam basis data TradeInt.
  • BPS mencatat total ekspor Indonesia sepanjang 2025 mencapai US$282,91 miliar, naik 6,15% dengan China sebagai tujuan nonmigas terbesar.
  • Ekspor kakao dan olahannya melonjak hampir 70% menjadi US$2,8 miliar pada Januari hingga September 2025, didorong hilirisasi ke cocoa butter dan cocoa powder.
  • Ekspor minyak sawit dan turunannya mencapai US$24,42 miliar sepanjang 2025, naik 21,83% dan tetap menjadi penyumbang devisa perkebunan terbesar.

Bagaimana Kinerja Ekspor Pertanian Indonesia pada 2026?

Ekspor pertanian Indonesia masuk 2026 dengan fondasi yang kuat. Dalam basis data TradeInt, minyak nabati dan hewani menjadi kategori pertanian bernilai tertinggi senilai US$14,06 miliar, disusul tembakau US$1,02 miliar dan kakao US$978,52 juta. Makanan olahan dan produk sereal melengkapi lima besar dengan nilai yang lebih terukur.

Menurut Badan Pusat Statistik, total ekspor Indonesia sepanjang 2025 mencapai US$282,91 miliar, naik 6,15%, dengan ekspor nonmigas tumbuh 7,66% dan China sebagai tujuan terbesar senilai US$64,82 miliar. Minyak kelapa sawit menjadi salah satu pendorong utama.

Ekspor Pertanian Indonesia

Sektor perkebunan menjadi mesin utama. Beberapa komoditas unggulan mencatat pertumbuhan tajam sepanjang 2025, menandai pergeseran dari bahan mentah ke produk bernilai tambah.

Menurut catatan Direktur Hilirisasi Hasil Perkebunan Kementerian Pertanian, ekspor minyak sawit dan turunannya mencapai US$24,42 miliar pada 2025, naik 21,83%, sementara ekspor kakao dan olahannya melonjak hampir 70% menjadi US$2,8 miliar berkat hilirisasi.

Beberapa faktor yang membentuk kinerja ekspor pertanian:

  • Hilirisasi menaikkan nilai ekspor: pergeseran dari biji kakao mentah ke cocoa butter dan cocoa powder langsung mengangkat nilai ekspor olahan secara signifikan.
  • Harga global mendukung sawit: harga minyak nabati dunia yang tinggi hingga awal 2026 memperkuat posisi sawit sebagai penyumbang devisa perkebunan terbesar.
  • Kelapa tumbuh cepat: ekspor kelapa dan produk olahannya naik 58% menjadi sekitar US$2,48 miliar pada Januari hingga Oktober 2025, dengan China menyerap lebih dari 17%.
  • Perjanjian dagang membuka akses: kesepakatan seperti RCEP dan Indonesia-Australia CEPA memperluas jalur masuk produk perkebunan bernilai tambah.
  • Regulasi non-tarif mengetat: penerapan aturan bebas deforestasi EUDR menuntut ketertelusuran produk seperti sawit, kakao, dan kopi dari kebun hingga pelabuhan.

Lacak Arus Ekspor Pertanian dari Pelabuhan Indonesia

Basis data Bill of Lading TradeInt merekam lebih dari 10 miliar pengiriman lintas 220+ negara. Ikuti pergerakan sawit, kakao, kelapa, dan produk pertanian lain per tujuan dan per tanggal transaksi.

Mulai telusuri catatan ekspor pertanian

Negara Tujuan Utama Ekspor Produk Pertanian Indonesia 2026

China

Ekspor pertanian Indonesia ke China dipimpin minyak nabati dan hewani senilai US$3,22 miliar, disusul kakao US$178,37 juta dan biji berminyak US$160,20 juta. Data ini bersumber dari catatan ekspor Indonesia di TradeInt, periode Januari-Mei 2026.

Produk sereal dan hasil perikanan melengkapi lima besar, menegaskan China sebagai penyerap utama minyak sawit sekaligus pasar berkembang untuk produk pangan olahan Indonesia.

Lima produk pertanian teratas ekspor ke China:

  • Minyak nabati dan hewani - US$3,22 miliar: dipimpin minyak sawit dan turunannya sebagai penyumbang nilai terbesar.
  • Kakao dan produk kakao - US$178,37 juta: mencakup cocoa butter dan produk olahan kakao bernilai tambah.
  • Biji dan buah berminyak - US$160,20 juta: meliputi biji minyak nabati dan bahan baku industri pangan.
  • Sereal, tepung, dan kue - US$111,20 juta: produk berbahan biji-bijian olahan untuk pasar konsumsi.
  • Ikan dan hasil laut - US$103,30 juta: ikan, krustasea, dan moluska untuk kebutuhan pangan China.
Peringkat Produk Ekspor (HS 2-digit) Nilai (US$) Nilai (%) Pembeli / Kuantitas
1 Minyak nabati dan hewani (15) 3.22 billion 9,85% πŸ”’ Buka di TradeInt
2 Kakao dan produk kakao (18) 178.37 million 0,55% πŸ”’ Buka di TradeInt
3 Biji dan buah berminyak (12) 160.20 million 0,49% πŸ”’ Buka di TradeInt
4 Sereal, tepung, dan pastri (19) 111.20 million 0,34% πŸ”’ Buka di TradeInt
5 Ikan dan hasil laut (03) 103.30 million 0,32% πŸ”’ Buka di TradeInt

Sumber: TradeInt Indonesia Export Data dan basis data Bill of Lading, Januari-Mei 2026

China menjadi tumpuan utama ekspor pertanian bernilai tinggi Indonesia. Permintaan besar untuk minyak sawit dan turunannya membuat pasar ini menyerap sebagian besar devisa perkebunan, sejalan dengan posisi China sebagai mitra dagang terbesar Indonesia.

Minyak Nabati Dan Hewani Indonesia China

Kakao olahan menjadi pendorong baru. Ekspor kakao dan olahannya melonjak hampir 70% menjadi US$2,8 miliar pada Januari hingga September 2025, seiring kapasitas hilirisasi yang kian matang dan permintaan cokelat dunia yang solid.

Prospek jangka panjang tetap kuat. BPS mencatat China sebagai kontributor utama ekspor nonmigas sepanjang 2025, didukung permintaan yang stabil untuk minyak nabati dan produk pangan olahan Indonesia.

Baca selengkapnya:

Data Ekspor Kopi Indonesia (Q1/2026): Negara Tujuan, Jenis Kopi, dan Eksportir Utama

Amerika Serikat

Ekspor pertanian Indonesia ke Amerika Serikat dipimpin minyak nabati dan hewani senilai US$899,57 juta, disusul olahan daging dan ikan US$358,54 juta dan kakao US$187,29 juta. Data ini terekam dalam catatan TradeInt, periode Januari-Mei 2026.

Hasil perikanan dan kopi melengkapi lima besar, menegaskan Amerika Serikat sebagai pasar bernilai tinggi untuk produk pertanian olahan dan komoditas premium Indonesia.

Lima produk pertanian teratas ekspor ke Amerika Serikat:

  • Minyak nabati dan hewani - US$899,57 juta: didominasi minyak sawit dan produk turunannya bernilai tambah.
  • Olahan daging dan ikan - US$358,54 juta: produk olahan daging, ikan, dan krustasea untuk pasar ritel.
  • Kakao dan produk kakao - US$187,29 juta: cocoa butter dan olahan kakao untuk industri cokelat.
  • Ikan dan hasil laut - US$94,43 juta: ikan segar dan beku serta produk laut lainnya.
  • Kopi, teh, dan rempah - US$56,92 juta: kopi spesialti dan rempah bernilai tinggi khas Indonesia.
Peringkat Produk Ekspor (HS 2-digit) Nilai (US$) Nilai (%) Pembeli / Kuantitas
1 Minyak nabati dan hewani (15) 899.57 million 7,06% πŸ”’ Buka di TradeInt
2 Olahan daging dan ikan (16) 358.54 million 2,82% πŸ”’ Buka di TradeInt
3 Kakao dan produk kakao (18) 187.29 million 1,47% πŸ”’ Buka di TradeInt
4 Ikan dan hasil laut (03) 94.43 million 0,74% πŸ”’ Buka di TradeInt
5 Kopi, teh, dan rempah (09) 56.92 million 0,45% πŸ”’ Buka di TradeInt

Sumber: TradeInt Indonesia Export Data dan basis data Bill of Lading, Januari-Mei 2026

Amerika Serikat berperan sebagai pasar tujuan bernilai tinggi, bukan sekadar penyerap volume. Pembeli di pasar ini menekankan konsistensi mutu, ketertelusuran, dan kepatuhan standar keamanan pangan, sehingga produk olahan bernilai tambah lebih diminati dibanding bahan mentah.

Produk pertanian olahan menjadi keunggulan. Industri pengolahan menjadi bantalan ekspor nonmigas dengan pertumbuhan 8,19% pada awal 2026, mendorong daya saing olahan pangan dan kakao Indonesia di pasar Amerika.

Diversifikasi produk memperkuat posisi. Selain minyak sawit, kopi spesialti dan rempah khas Indonesia memiliki permintaan yang stabil di pasar Amerika, membuka peluang bagi produk pertanian premium bersertifikasi keberlanjutan.

India

Ekspor pertanian Indonesia ke India dipimpin minyak nabati dan hewani senilai US$1,18 miliar, disusul kakao US$209,61 juta dan olahan sayur serta buah US$110,00 juta. Data ini bersumber dari catatan ekspor Indonesia di TradeInt, periode Januari-Mei 2026.

Produk sereal dan getah nabati melengkapi lima besar, menegaskan India sebagai pasar besar Asia Selatan dengan permintaan minyak nabati dan bahan baku industri pangan yang tinggi.

Lima produk pertanian teratas ekspor ke India:

  • Minyak nabati dan hewani - US$1,18 miliar: dipimpin minyak sawit untuk kebutuhan minyak goreng dan industri pangan.
  • Kakao dan produk kakao - US$209,61 juta: cocoa butter dan olahan kakao untuk industri cokelat India.
  • Olahan sayur dan buah - US$110,00 juta: produk olahan nabati dan turunan tanaman bernilai tambah.
  • Sereal, tepung, dan pastri - US$31,15 juta: produk berbahan biji-bijian olahan untuk pasar konsumsi.
  • Lak, getah, dan resin - US$15,70 juta: getah dan resin nabati untuk kebutuhan industri.
Peringkat Produk Ekspor (HS 2-digit) Nilai (US$) Nilai (%) Pembeli / Kuantitas
1 Minyak nabati dan hewani (15) 1.18 billion 15,81% πŸ”’ Buka di TradeInt
2 Kakao dan produk kakao (18) 209.61 million 2,81% πŸ”’ Buka di TradeInt
3 Olahan sayur dan buah (20) 110.00 million 1,47% πŸ”’ Buka di TradeInt
4 Sereal, tepung, dan pastri (19) 31.15 million 0,42% πŸ”’ Buka di TradeInt
5 Lak, getah, dan resin (13) 15.70 million 0,21% πŸ”’ Buka di TradeInt

Sumber: TradeInt Indonesia Export Data dan basis data Bill of Lading, Januari-Mei 2026

India menjadi salah satu pasar minyak nabati terbesar Indonesia. Kebutuhan minyak goreng untuk populasi besar membuat permintaan minyak sawit tetap tinggi, meski kebijakan tarif impor kerap memengaruhi volume perdagangan.

Kakao olahan tumbuh sebagai andalan baru. Pergeseran dari biji mentah ke cocoa butter dan produk olahan mengangkat nilai ekspor, bertemu dengan permintaan industri cokelat India yang terus berkembang.

Peluang diversifikasi tetap terbuka. Ekspor perkebunan tumbuh kuat di awal 2026, didorong hilirisasi kakao dan kelapa, membuka ruang bagi produk pertanian olahan Indonesia untuk memperluas pangsa di pasar Asia Selatan.

Kakao Dan Produk Kakao Indonesia India

Apa Saja Produk Pertanian Ekspor Terbesar Indonesia?

Minyak nabati dan hewani memimpin sebagai kategori pertanian bernilai tertinggi senilai US$14,06 miliar, disusul tembakau US$1,02 miliar dan kakao US$978,52 juta. Data ini bersumber dari catatan ekspor Indonesia di TradeInt.

Makanan olahan dan produk sereal melengkapi lima kategori teratas, dengan kontribusi nilai yang lebih kecil dibanding tiga kelompok pertama.

Struktur ekspor pertanian Indonesia bertumpu berat pada minyak nabati. Namun kategori lain menunjukkan pertumbuhan yang menjanjikan, terutama kakao dan produk olahan pangan yang naik kelas lewat hilirisasi.

Pergeseran struktur ini terlihat jelas di tingkat nasional. BPS mencatat industri pengolahan menjadi bantalan ekspor nonmigas dengan pertumbuhan 8,19% pada awal 2026, di antaranya produk olahan minyak sawit, di tengah melemahnya ekspor pertanian primer.

Produk bernilai tambah kini menjadi arah utama. Ekspor unggas Indonesia, misalnya, mencapai 545 ton senilai Rp18,2 miliar hingga Maret 2026 dengan tujuan Singapura, Jepang, dan Timor Leste, didominasi produk olahan seperti nugget dan karaage. Kombinasi hilirisasi, harga global yang mendukung, dan perluasan pasar membuat kategori pertanian olahan tumbuh lebih cepat dibanding bahan mentah.

Baca selengkapnya:

10 Komoditas Ekspor Indonesia 2026: Daftar Produk Unggulan dan Analisis Pasar

Kesimpulan

Minyak sawit menjadi tulang punggung ekspor pertanian Indonesia senilai US$14,06 miliar, dengan China sebagai pasar terbesar. Kakao, tembakau, dan produk pangan olahan tumbuh cepat berkat hilirisasi, menyebar ke India, Amerika Serikat, dan Asia Tenggara. Diversifikasi pasar dan pergeseran ke produk bernilai tambah menjadi pendorong utama sepanjang 2026.

Ingin tahu importir mana yang paling aktif membeli produk pertanian Indonesia? Buka data ekspor lengkap di TradeInt.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Ekspor Indonesia yang paling banyak berasal dari hasil pertanian adalah?

Ekspor pertanian Indonesia didominasi minyak nabati dan hewani, terutama minyak sawit, senilai US$14,06 miliar. Kategori berikutnya meliputi tembakau, kakao, makanan olahan, serta produk sereal dan pastri, dengan kakao dan kelapa mencatat pertumbuhan tercepat berkat hilirisasi.

5 komoditas ekspor pertanian terbesar Indonesia?

Berdasarkan basis data TradeInt, lima kategori pertanian teratas adalah minyak nabati dan hewani (US$14,06 miliar), tembakau (US$1,02 miliar), kakao (US$978,52 juta), makanan olahan (US$809,15 juta), serta sereal dan pastri (US$699,79 juta).

[]{.lark-record-clipboard}