Blog / Insight Data Perdagangan / Negara Tujuan Impor Indonesia 2026: Daftar 10 Negara Asal dan Komoditas Utama

Negara Tujuan Impor Indonesia 2026: Daftar 10 Negara Asal dan Komoditas Utama

Ringkasan Utama

  • China menjadi negara tujuan impor Indonesia terbesar dengan nilai US$39,40 miliar pada Januari-Mei 2026, hampir empat kali lipat pemasok di posisi kedua.
  • Singapura menempati urutan kedua senilai US$8,90 miliar, disusul Malaysia US$6,13 miliar dan Amerika Serikat US$5,71 miliar.
  • Bahan bakar mineral memimpin kategori barang masuk dengan nilai US$19,75 miliar, diikuti mesin dan peralatan mekanik senilai US$16,16 miliar.
  • Australia mencatat perubahan profil paling mencolok, dengan logam mulia melonjak 216,88% secara kumulatif tahunan dan menggeser komposisi pasokannya.
  • Total impor Indonesia periode Januari-Mei 2026 mencapai US$111,33 miliar, tumbuh 15,24% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
  • Sepuluh negara asal teratas menguasai bagian terbesar arus barang masuk, sehingga risiko pasokan terpusat pada sedikit titik.

Bagaimana kinerja pasar impor Indonesia sepanjang 2026?

Impor tumbuh lima kali lebih cepat daripada ekspor sepanjang lima bulan pertama 2026.

Nilai barang masuk mencapai US$111,33 miliar dengan pertumbuhan 15,24% secara tahunan, sementara ekspor pada periode yang sama hanya bergerak 3,02%.

Jarak selebar itu mengubah karakter neraca perdagangan. Surplus yang bertahan selama bertahun-tahun kini bertumpu pada margin tipis, dan bulan Mei sudah berbalik ke defisit. Yang bergeser bukan daya saing produk ekspor, melainkan kecepatan industri dalam negeri menyerap barang dari luar.

Kenaikan terbesar datang dari bahan baku dan barang setengah jadi, bukan dari barang konsumsi. Pabrik yang sedang membangun kapasitas menarik masuk mesin, bahan kimia, dan komponen dalam jumlah besar, dan pengeluaran itu muncul lebih dahulu sebelum hasilnya terlihat di sisi ekspor.

Bank Indonesia mencatat neraca migas melebar defisitnya pada Mei sementara neraca nonmigas tetap surplus, menandakan beban terkonsentrasi pada satu sektor saja, bukan menyebar merata.

Ketika tiga negara asal menguasai 52,69% impor nonmigas, satu gangguan logistik atau perubahan aturan di salah satu negara tersebut cukup untuk mengguncang jadwal produksi banyak pabrik sekaligus.

Ringkasan angka yang membentuk gambaran impor tahun ini:

  • Impor Januari-Mei: US$111,33 miliar. Naik 15,24% secara tahunan menurut BPS.
  • Impor Mei: US$24,81 miliar. Melampaui ekspor bulan tersebut yang tercatat US$23,20 miliar.
  • Kenaikan bahan baku dan barang setengah jadi: 10,35%. Menjadi pendorong utama pertumbuhan.
  • Defisit migas Mei: US$3,76 miliar. Neraca nonmigas justru surplus US$2,15 miliar, per catatan Bank Indonesia.
  • Pangsa tiga negara asal teratas: 52,69%. Dihitung dari total impor nonmigas.

🔍 Lacak Barang Masuk Sampai Level Pengapalan

Siapa mengirim, siapa menerima, lewat pelabuhan mana, dengan kode HS apa. Semua tercatat dan tersusun berdasarkan tanggal transaksi.

Mulai telusuri: Buka catatan impor Indonesia di TradeInt

Dari negara mana saja Indonesia paling banyak mengimpor?

China menjadi negara tujuan impor Indonesia terbesar periode Januari-Mei 2026 dengan nilai US$39,40 miliar. Singapura menyusul di posisi kedua senilai US$8,90 miliar, sementara Malaysia melengkapi tiga besar dengan US$6,13 miliar.

Amerika Serikat, Australia, Jepang, dan Thailand mengisi peringkat berikutnya. Korea Selatan, Vietnam, dan Taiwan menutup daftar sepuluh besar, per catatan TradeInt.

Lima negara asal impor teratas:

  • China (US$39,40 miliar) - Nilainya melampaui gabungan sembilan negara berikutnya.
  • Singapura (US$8,90 miliar) - Pintu masuk produk minyak olahan untuk kebutuhan domestik.
  • Malaysia (US$6,13 miliar) - Pemasok lintas batas terdekat dengan arus bahan baku padat.
  • Amerika Serikat (US$5,71 miliar) - Sumber komoditas pertanian yang sulit disubstitusi.
  • Australia (US$5,39 miliar) - Pemasok dengan perubahan komposisi paling besar tahun ini.
# Negara Asal Nilai (US$) % Peran Ekonomi
1 China 39,40B 35,40% Pemasok utama mesin, peralatan elektrik, dan bahan baku manufaktur
2 Singapura 8,90B 7,99% Simpul penyulingan dan perdagangan produk minyak kawasan
3 Malaysia 6,13B 5,50% Mitra lintas batas untuk bahan baku industri dan produk kimia
4 Amerika Serikat 5,71B 5,13% Sumber komoditas pertanian, kedelai, dan barang modal presisi
5 Australia 5,39B 4,84% Pemasok logam mulia, serealia, dan bahan bakar mineral
6 Jepang 5,18B 4,66% Penyedia barang modal, besi baja, dan komponen otomotif
7 Thailand 3,90B 3,51% Pemasok kendaraan, produk kimia, dan olahan pertanian
8 Korea Selatan 3,56B 3,20% Sumber produk petrokimia, baja, dan komponen elektronik
9 Vietnam 2,70B 2,42% Mitra ASEAN dengan arus elektronik dan produk pertanian
10 Taiwan 2,39B 2,15% Pemasok komponen presisi dan mesin industri khusus

Sumber: Data Impor Indonesia TradeInt, Januari-Mei 2026.

China

Skala China di sini bukan sekadar soal peringkat. Ketika satu negara memasok lebih dari sepertiga barang masuk, harga pabrik di Indonesia ikut ditentukan oleh biaya produksi dan ongkos angkut di negara tersebut, bukan sepenuhnya oleh kondisi pasar dalam negeri.

Isi kontainernya menjelaskan mengapa ketergantungan ini sulit dilepas cepat. Yang datang adalah mesin pabrik dan komponen elektrik, bukan barang jadi yang bisa diganti merek lain. Mengganti pemasok mesin berarti mengganti standar teknis, suku cadang, dan pelatihan operator sekaligus, sehingga keputusannya berjangka tahun, bukan bulan.

Impor mesin dan peralatan mekanik dari negara ini tumbuh 15,20% secara kumulatif tahunan menurut catatan yang sama, yang berarti pabrik-pabrik baru masih terus dibangun dan gelombang barang modal ini belum mencapai puncaknya.

China Import From Indonesia

Rincian tiga komoditas terbesar menurut BPS:

  • Mesin dan peralatan mekanik: US$8,73 miliar. Menguasai 22,24% dari seluruh impor nonmigas asal China.
  • Mesin dan perlengkapan elektrik: US$8,43 miliar. Berkontribusi 21,46% terhadap total impor dari negara tersebut.
  • Plastik dan barang dari plastik: US$2,33 miliar. Menjadi kategori ketiga terbesar dari pemasok yang sama.

Baca juga:

10 Komoditas Impor Indonesia 2026: Daftar Produk Terbesar dan Analisis Pasar

Australia

Di antara sepuluh pemasok utama, Australia adalah satu-satunya yang isi pasokannya berubah bentuk, bukan sekadar bertambah besar. Negara ini dikenal sebagai sumber gandum, batu bara, dan bahan pangan bagi Indonesia, tetapi komposisi itu tidak lagi menggambarkan keadaan sekarang.

Pemicunya adalah logam mulia. Nilai impor kategori ini melonjak 216,88% secara kumulatif tahunan dan kini menyumbang 29,83% dari seluruh barang masuk nonmigas asal Australia, menjadikannya kategori terbesar dari negara tersebut.

Angka sebesar ini mudah disalahbaca. Kenaikan pada logam mulia umumnya mengikuti pergerakan harga dan arus penyimpanan nilai, bukan pertambahan konsumsi pabrik. Karena itu, lonjakan nilai impor dari Australia tidak berarti industri dalam negeri menyerap lebih banyak bahan baku, dan analis yang membacanya sebagai indikator aktivitas manufaktur akan sampai pada kesimpulan yang keliru.

Bagi importir di sektor pangan dan energi, implikasinya justru praktis: pangsa mereka dalam total pasokan Australia mengecil meski volume pembeliannya tidak berubah. Pergeseran ini perlu diperhitungkan saat menilai posisi tawar dalam negosiasi kontrak tahunan.

Indonesia Import From Australia

Struktur barang masuk asal Australia:

  • Logam mulia dan perhiasan: pangsa 29,83%. Kategori terbesar sekaligus paling cepat naik.
  • Serealia: US$600 juta. Menopang kebutuhan industri tepung dan pakan ternak.
  • Bahan bakar mineral: US$560 juta. Melengkapi pasokan energi dari sumber non-Timur Tengah.

Singapura

Posisi Singapura di peringkat kedua hampir seluruhnya bersandar pada produk minyak olahan. Yang membuat posisi ini menarik untuk diamati adalah dua kebijakan energi yang sedang berjalan, dan keduanya sama-sama memperkecil peran perantara.

Dari sisi kebutuhan, program biodiesel domestik mengurangi permintaan solar impor. Penerapan B50 dilaporkan memangkas impor minyak hingga 750.000 barel per hari, angka yang cukup besar untuk mengubah kalkulasi pemasok mana pun.

Dari sisi pengadaan, pemerintah mulai membeli langsung ke negara produsen. Tahap pertama impor minyak dari Rusia telah berjalan lewat penugasan kepada Lemigas dengan target 150 juta barel, memangkas satu lapisan dalam rantai pengadaan.

Indonesia Import From Singapura

Persoalan yang tersisa bersifat teknis tetapi berdampak nyata: barang yang tercatat berasal dari Singapura belum tentu diproduksi di sana. Sebagian merupakan produk pihak ketiga yang transit, sehingga statistik negara asal saja tidak cukup untuk mengetahui siapa pemasok sebenarnya. Dokumen pengapalan per transaksi menjadi satu-satunya cara memastikannya.

Baca juga:

Impor Minyak Indonesia 2026: Negara Asal, Jenis Produk, dan Pemasok Utama

Amerika Serikat

Amerika Serikat berperan berbeda dari pemasok Asia. Nilainya tidak berasal dari elektronik massal, melainkan dari komoditas pertanian yang alternatif pemasoknya sangat terbatas.

Kedelai adalah contoh paling tajam. Negara ini memasok 95,24% dari total nilai impor kedelai Indonesia, seluruhnya berupa biji mentah untuk industri tahu dan tempe. Ketergantungan setinggi itu berarti industri pangan rakyat berada dalam satu jalur pasokan tunggal tanpa cadangan berarti.

Yang perlu diperhatikan justru datang dari sisi komitmen. Indonesia menyepakati impor 3,5 juta ton kedelai lewat perjanjian ART 2026, sementara kebutuhan nasional berkisar 2,7-2,9 juta ton per tahun. Selisih di atas 600 ribu ton berpotensi menjadi kelebihan pasokan, dan tekanan harga yang menyertainya akan lebih dulu dirasakan pedagang serta pengolah skala menengah.

Indonesia Import From Us

Baca juga:

Data Impor Kedelai Indonesia Q1/2026: Negara Asal, Jenis Produk, dan Pemasok Utam

Di mana menemukan importir Indonesia?

Ada beberapa jalur yang lazim umum ditempuh pemasok luar negeri. Direktori asosiasi industri, pameran dagang, kamar dagang, dan lembaga promosi perdagangan memberi gambaran awal tentang struktur sebuah sektor dan siapa saja pemainnya. Untuk memahami lanskap industri, sumber-sumber ini memadai.

Persoalannya muncul saat memasuki tahap pendekatan. Direktori menunjukkan siapa yang terdaftar, bukan siapa yang benar-benar mengimpor bulan lalu, dalam volume berapa, dan dari pemasok mana. Tim penjualan yang bekerja dari daftar semacam ini menghabiskan waktu pada perusahaan yang mungkin sudah lama berhenti mengimpor.

Data bea cukai menutup jarak tersebut.

TradeInt menghimpun lebih dari 10 miliar catatan pengapalan dan 470 juta profil bisnis terverifikasi di 220+ negara, sehingga pemasok dapat menyaring importir Indonesia berdasarkan kode HS, jenis produk, dan riwayat transaksinya.

Yang bisa dilakukan dengan data tersebut:

  • Menyaring importir aktif per kode HS. Fokus pada perusahaan yang benar-benar mendatangkan produk sejenis, bukan yang sekadar terdaftar di direktori.
  • Menilai konsistensi dan skala pembeli. Frekuensi pengapalan menunjukkan apakah sebuah perusahaan layak dialokasikan kapasitas produksi.
  • Melihat siapa yang sudah memasok mereka. Identifikasi pesaing yang melayani calon pembeli Anda beserta pola pengirimannya.
  • Memverifikasi mitra sebelum kontrak. Rekam jejak pengapalan memberi dasar penilaian sebelum menyepakati perjanjian pasokan jangka panjang.

Minta uji coba data importir Indonesia.

Kesimpulan

Peta negara tujuan impor Indonesia pada Januari-Mei 2026 bertumpu pada satu pemasok dominan: China senilai US$39,40 miliar, diikuti Singapura US$8,90 miliar dan Malaysia US$6,13 miliar. Di sisi barang, bahan bakar mineral memimpin dengan US$19,75 miliar dan mesin mekanik menyusul di US$16,16 miliar.

Yang membedakan tahun ini bukan urutan peringkatnya, melainkan pergeseran di dalamnya. Australia berubah menjadi pemasok logam bernilai tinggi, peran perantara Singapura menyusut oleh pembelian langsung, dan gelombang barang modal dari China belum mencapai puncak. Ketiganya perlu dibaca terpisah agar angka impor tidak disamaratakan sebagai satu tren tunggal.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Indonesia mengimpor terbanyak apa?

Bahan bakar mineral menjadi kategori impor terbesar Indonesia dengan nilai US$19,75 miliar pada Januari-Mei 2026, mencakup 17,74% dari total nilai impor.

Apa impor terbesar Indonesia dari Amerika?

Amerika Serikat memasok komoditas pertanian dan barang modal presisi senilai total US$5,71 miliar pada Januari-Mei 2026. Kedelai menjadi produk paling dominan, dengan Amerika Serikat memasok 95,24% dari total nilai impor kedelai Indonesia dalam bentuk biji mentah untuk industri tahu dan tempe.

Berapa persen Indonesia mengimpor?

China menyumbang 35,40% dari total nilai impor Indonesia pada Januari-Mei 2026 berdasarkan data TradeInt.

Indonesia mengimpor barang apa saja dari China?

Impor dari China didominasi mesin dan peralatan mekanik senilai US$8,73 miliar, mesin dan perlengkapan elektrik senilai US$8,43 miliar, serta plastik dan barang dari plastik senilai US$2,33 miliar menurut catatan BPS.