Blog / Insight Data Perdagangan / Ekspor Buah Indonesia 2026: Ke Mana Indonesia Mengekspor Buah pada?

Ekspor Buah Indonesia 2026: Ke Mana Indonesia Mengekspor Buah pada?

ingkasan Data Ekspor Buah Indonesia

  • China menjadi negara tujuan terbesar ekspor buah Indonesia dengan nilai US$17,33 juta, jauh melampaui negara tujuan lainnya.
  • Malaysia berada di posisi kedua dengan nilai US$6,23 juta, diikuti Iran senilai US$6,02 juta.
  • Kelapa, buah Brazil, dan kacang mete (HS 0801) menjadi kategori bernilai tertinggi senilai US$32,17 juta, mengambil porsi terbesar dari kategori buah dan kacang.
  • NSTBIO Co Ltd dari Korea Selatan memimpin daftar pembeli berdasarkan nilai transaksi.
  • BPS mencatat produksi buah Indonesia mencapai 28,24 juta ton pada 2023, menempatkan Indonesia sebagai produsen buah terbesar keenam dunia.
  • Ekspor manggis Bali ke Tiongkok menjelang Imlek 2026 naik 700% menjadi 79,5 ton, sementara durian beku asal Sulawesi Tengah menembus pasar Tiongkok senilai Rp42,5 miliar.

Seperti Apa Kinerja Ekspor Buah Indonesia pada 2026?

Pasar ekspor buah Indonesia pada 2026 bergerak menguat seiring terbukanya akses langsung ke pasar Tiongkok. Nilai kategori buah dan kacang teratas yang tercatat dalam basis data TradeInt mencapai US$32,17 juta untuk kelompok kelapa, buah Brazil, dan kacang mete.

Fondasi pasar ini bertumpu pada kapasitas produksi yang besar.

Menurut data yang dikutip Bank DBS Indonesia, produksi buah Indonesia mencapai 28,24 juta ton pada 2023, dan per Maret 2024 Indonesia tercatat sebagai produsen buah terbesar keenam di dunia. Iklim tropis dan tanah vulkanik menopang beragam jenis buah eksotis untuk pasar ekspor.

Meski produksi besar, konsistensi kualitas masih menjadi tantangan. Banyak kebun belum terkelola optimal, umur simpan buah terbatas, dan sertifikasi internasional belum merata di kalangan petani mikro. Faktor-faktor inilah yang menentukan seberapa jauh buah Indonesia dapat menembus pasar bernilai tinggi.

Terobosan besar datang dari komoditas durian. Setelah penandatanganan protokol ekspor durian beku ke Tiongkok pada Mei 2025, Badan Karantina Indonesia melepas ekspor 459 ton durian asal Sulawesi Tengah senilai Rp42,5 miliar pada April 2026. Akses langsung memangkas waktu logistik dari 56 hari menjadi 22 hingga 26 hari.

Indonesia Export Durian

Beberapa faktor yang membentuk kondisi pasar sepanjang periode ini:

  • Permintaan Tiongkok sangat besar. Permintaan durian di Tiongkok mencapai US$8 miliar atau sekitar Rp128 triliun per tahun, membuka peluang devisa besar bagi eksportir Indonesia.
  • Momentum musiman mendorong lonjakan. Menjelang perayaan Imlek, permintaan buah tropis seperti manggis melonjak karena nilai simbolisnya yang melambangkan keberuntungan dan kemakmuran.
  • Harga di pasar ekspor jauh lebih tinggi. Harga durian di Tiongkok tercatat 5 hingga 7 kali lipat lebih tinggi dibanding harga lokal, memberi ruang keuntungan besar bagi petani dan eksportir.
  • Teknologi memperpanjang umur simpan. Inovasi pascapanen mampu memperpanjang umur simpan manggis hingga 35 hari pada skala industri, memperluas jangkauan pengiriman lewat kontainer.
  • Sertifikasi global membuka akses. Kepatuhan pada standar seperti GLOBALG.A.P. menjadi syarat masuk ke pasar dengan persyaratan keamanan pangan yang ketat.

Baca selengkapnya:

10 Komoditas Ekspor Indonesia 2026: Daftar Produk Unggulan dan Analisis Pasar

Buah Apa Saja yang Paling Banyak Diekspor Indonesia?

Menurut data TradeInt, kelapa, kacang Brazil, dan kacang mete menjadi kategori ekspor buah dan kacang Indonesia dengan nilai tertinggi, mencapai US$32,17 juta. Posisi berikutnya ditempati kelompok kacang lainnya senilai US$20,05 juta dan buah serta kacang beku sebesar US$10,50 juta.

Sementara itu, buah segar lainnya serta kelompok kurma, ara, nanas, alpukat, dan mangga melengkapi lima besar, meski kontribusinya masih lebih rendah dibandingkan tiga kategori utama.

Rincian lima kategori teratas:

  • Kelapa, buah Brazil, dan kacang mete senilai US$32,17 juta: Kelompok bernilai tertinggi, ditopang permintaan kuat untuk kelapa dan kacang mete pada pasar global.
  • Kacang lainnya, segar atau kering, senilai US$20,05 juta. Kategori kacang pelengkap dengan nilai ekspor besar kedua dalam kelompok ini.
  • Buah dan kacang beku senilai US$10,50 juta. Mencakup produk beku seperti durian yang kini menembus pasar Tiongkok lewat protokol ekspor.
  • Buah segar lainnya senilai US$1,42 juta. Kategori buah segar yang mencakup komoditas hortikultura di luar kelompok utama.
  • Kurma, ara, nanas, alpukat, dan mangga senilai US$1,28 juta. Kelompok buah tropis unggulan dengan nilai ekspor yang terus tumbuh.

| ::span{style="color:rgb(143,149,158)"} # :: | ::span{style="color:rgb(143,149,158)"} Kategori Buah :: | ::span{style="color:rgb(143,149,158)"} Nilai (US$) :: | ::span{style="color:rgb(143,149,158)"} Nilai (%) :: | ::span{style="color:rgb(143,149,158)"} Pembeli Teratas :: | ::span{style="color:rgb(143,149,158)"} Kuantitas

:: | | ----------------------------------------------- | ----------------------------------------------------------- | --------------------------------------------------------- | ------------------------------------------------------- | ------------------------------------------------------------------------------------------------- | ------------------------------------------------------------------------------------------------- | | 1 | Kelapa, buah Brazil, dan kacang mete | 32.169.645,51 | 48,12% | πŸ”’ Buka data di TradeInt | πŸ”’ Buka data di TradeInt | | 2 | Kacang lainnya, segar atau kering | 20.049.493,74 | 29,99% | πŸ”’ Buka data di TradeInt | πŸ”’ Buka data di TradeInt | | 3 | Buah dan kacang beku | 10.502.309,74 | 15,71% | πŸ”’ Buka data di TradeInt | πŸ”’ Buka data di TradeInt | | 4 | Buah segar lainnya | 1.415.293,46 | 2,12% | πŸ”’ Buka data di TradeInt | πŸ”’ Buka data di TradeInt | | 5 | Kurma, ara, nanas, alpukat, mangga | 1.278.322,57 | 1,91% | πŸ”’ Buka data di TradeInt | πŸ”’ Buka data di TradeInt |

Sumber: TradeInt Indonesia Export Data dan basis data Bill of Lading

Daya tarik buah tropis Indonesia bertumpu pada keunikan rasa dan nilai budaya di pasar tujuan. Manggis, misalnya, menjadi buah bernilai tinggi karena rasa dan warnanya yang dianggap cocok sebagai persembahan istimewa pada perayaan besar.

Momentum perayaan menjadi pendorong nyata. Menjelang Imlek 2026, ekspor manggis Bali ke Tiongkok naik 700% menjadi 79,5 ton selama 1 Januari hingga 9 Februari 2026 menurut Badan Karantina Indonesia. Manggis populer di kalangan masyarakat Tiongkok saat Imlek karena melambangkan keberuntungan, kemakmuran, dan kesehatan.

Durian mengikuti pola serupa dengan skala yang lebih besar. Varietas unggulan seperti Bawor, Super Tembaga, dan Namlung diminati pasar Tiongkok karena rasanya yang manis dan aromanya yang kuat, menjadikan Indonesia optimistis merebut 5 hingga 10 persen pangsa pasar durian di sana.

Beberapa hal yang menonjol dari lanskap komoditas buah ini:

  • Produktivitas rentan cuaca: Volume ekspor manggis sempat menurun akibat perubahan musim dan cuaca ekstrem yang membuat banyak bunga manggis berguguran.
  • Umur simpan menentukan jangkauan: Tanpa teknologi pascapanen, umur simpan buah terbatas pada 14 hingga 18 hari, sehingga pengiriman bergantung pada jalur udara yang lebih mahal.
  • Petani mikro mendominasi: Mayoritas petani memiliki lahan rata-rata di bawah 0,5 hektare, sehingga konsistensi pasokan sulit ditingkatkan tanpa sistem kemitraan.
  • Sentra produksi terus berkembang: Sulawesi Tengah memiliki sekitar 3,7 juta pohon durian dengan produksi 95.140 ton pada 2025, menjadikannya sentra durian nasional.
  • Registrasi GACC menjadi kunci: Hanya perusahaan yang teregistrasi di sistem otoritas Tiongkok yang produknya dapat masuk ke pasar tersebut.

Bandingkan Kelapa, Manggis, dan Durian dalam Satu Tampilan

Cakupan data TradeInt mencapai 90% arus perdagangan global. Telusuri kategori buah mana yang tumbuh, ke mana tujuannya, dan siapa yang membelinya sebelum Anda menyusun strategi ekspor.

Tinjau cakupan data perdagangan TradeInt

Ke Negara Mana Saja Indonesia Mengekspor Buah?

Menurut data TradeInt, China menjadi tujuan utama ekspor dengan nilai US$17,33 juta, diikuti Malaysia sebesar US$6,23 juta dan Iran US$6,02 juta. India dan Thailand melengkapi lima besar dengan nilai yang lebih rendah.

Rincian lima negara tujuan teratas:

  • China senilai US$17,33 juta: Tujuan terbesar dengan volume pengiriman tertinggi, mencerminkan permintaan kuat untuk buah tropis seperti manggis dan durian.
  • Malaysia senilai US$6,23 juta: Pasar regional dengan volume pengiriman besar, ditopang kedekatan geografis dan preferensi buah tropis yang serupa.
  • Iran senilai US$6,02 juta: Pasar Timur Tengah bernilai tinggi dengan volume pengiriman lebih terukur dibanding dua tujuan teratas.
  • India senilai US$4,53 juta: Pasar Asia Selatan yang berkembang dengan permintaan pada kelompok buah dan kacang tertentu.
  • Thailand senilai US$4,21 juta: Pasar Asia Tenggara dengan volume pengiriman besar, berperan pula sebagai jalur pengolahan dan re-ekspor buah tropis.

| ::span{style="color:rgb(143,149,158)"} # :: | ::span{style="color:rgb(143,149,158)"} Negara Tujuan :: | ::span{style="color:rgb(143,149,158)"} Nilai (US$) :: | ::span{style="color:rgb(143,149,158)"} Nilai (%) :: | ::span{style="color:rgb(143,149,158)"} Pembeli Teratas :: | ::span{style="color:rgb(143,149,158)"} Kuantitas

:: | | ----------------------------------------------- | ----------------------------------------------------------- | --------------------------------------------------------- | ------------------------------------------------------- | ------------------------------------------------------------------------------------------------- | ------------------------------------------------------------------------------------------------- | | 1 | China | 17.330.487,30 | 25,92% | πŸ”’ Buka data di TradeInt | πŸ”’ Buka data di TradeInt | | 2 | Malaysia | 6.229.432,42 | 9,32% | πŸ”’ Buka data di TradeInt | πŸ”’ Buka data di TradeInt | | 3 | Iran | 6.023.664,50 | 9,01% | πŸ”’ Buka data di TradeInt | πŸ”’ Buka data di TradeInt | | 4 | India | 4.534.803,71 | 6,78% | πŸ”’ Buka data di TradeInt | πŸ”’ Buka data di TradeInt | | 5 | Thailand | 4.207.362,17 | 6,29% | πŸ”’ Buka data di TradeInt | πŸ”’ Buka data di TradeInt |

Sumber: TradeInt Indonesia Export Data dan basis data Bill of Lading

Dominasi China bertumpu pada besarnya permintaan dan pembukaan akses pasar yang baru. Pasar buah tropis Tiongkok tumbuh pesat, dengan durian sebagai salah satu komoditas paling dicari konsumen.

Skala peluangnya luar biasa besar. Menurut Badan Karantina Indonesia, permintaan durian di Tiongkok mencapai US$8 miliar per tahun, dan dari Januari hingga April 2026 Indonesia telah mengekspor durian beku ke Tiongkok sebanyak 4.077 ton senilai Rp377,5 miliar. Sebelum ada akses langsung, durian Indonesia harus melewati Vietnam, Thailand, atau Malaysia untuk dikemas ulang.

Pembukaan jalur langsung mengubah ekonomi ekspor secara mendasar. Selain memangkas waktu logistik, akses langsung menekan biaya hingga dua kali lipat, memperbaiki arus kas pelaku usaha, dan memperkuat daya saing harga produk Indonesia di pasar tujuan.

Indonesia Export Coconut

Beberapa hal yang menonjol dari lanskap negara tujuan ini:

  • Diversifikasi tujuan berjalan. Selain Tiongkok, eksportir buah nasional seperti Java Fresh telah menjangkau 25 negara dengan sertifikasi standar global.
  • Pasar regional tetap kuat. Malaysia dan Thailand menjadi tujuan Asia Tenggara dengan preferensi buah tropis yang serupa dan jalur logistik yang pendek.
  • Timur Tengah membuka peluang. Iran menjadi pasar bernilai tinggi di kawasan Timur Tengah untuk sejumlah kategori buah dan kacang.
  • Registrasi rumah kemas krusial. Tujuh dari delapan rumah kemas durian beku yang teregistrasi di sistem Tiongkok berada di wilayah Sulawesi Tengah.
  • Standar keamanan pangan mengetat. Titik kritis ekspor mencakup bebas residu pestisida, bakteri, dan logam berat sesuai protokol karantina negara tujuan.

Baca juga:

Negara Tujuan Ekspor Indonesia 2026: 10 Pasar Terbesar dan Analisis Komoditas

Siapa Pembeli Buah Terbesar dari Indonesia?

NSTBIO Co Ltd dari Korea Selatan memimpin daftar pembeli berdasarkan nilai transaksi senilai US$1,53 juta. Beijing Junyao International dari China menyusul di angka US$1,11 juta, sedangkan Shanghai Yuquan Import Export Co Ltd mencatat US$884,95 ribu.

Shanghai Sunshine Agriculture Technology Co Ltd dari China dan Global Link Service Pte Ltd dari Kamboja melengkapi lima besar pembeli dalam kategori ini.

Rincian lima pembeli teratas:

  • NSTBIO Co Ltd (Korea Selatan) senilai US$1,53 juta: Pembeli dengan nilai transaksi tertinggi, mewakili permintaan pasar Asia Timur untuk produk buah dan kacang Indonesia.
  • Beijing Junyao International (China) senilai US$1,11 juta: Importir Tiongkok dengan frekuensi pengapalan tinggi, menjadi saluran utama masuk ke pasar Tiongkok utara.
  • Shanghai Yuquan Import Export Co Ltd (China) senilai US$884,95 ribu: Rumah dagang dengan jumlah pengiriman terbanyak, mengalirkan pasokan ke pasar Tiongkok timur.
  • Shanghai Sunshine Agriculture Technology Co Ltd (China) senilai US$483,62 ribu: Importir berbasis teknologi pertanian yang memperkuat jalur distribusi buah ke Tiongkok.
  • Global Link Service Pte Ltd (Kamboja) senilai US$448,98 ribu: Pembeli lintas kawasan yang membuka akses ke pasar Asia Tenggara daratan.

| ::span{style="color:rgb(143,149,158)"} # :: | ::span{style="color:rgb(143,149,158)"} Nama Pembeli :: | ::span{style="color:rgb(143,149,158)"} Negara Asal :: | ::span{style="color:rgb(143,149,158)"} Pemasok Teratas :: | ::span{style="color:rgb(143,149,158)"} Kuantitas Pengiriman

:: | | ----------------------------------------------- | ---------------------------------------------------------- | --------------------------------------------------------- | ------------------------------------------------------------------------------------------------- | ------------------------------------------------------------------------------------------------- | | 1 | NSTBIO Co Ltd | Korea Selatan | πŸ”’ Buka data di TradeInt | πŸ”’ Buka data di TradeInt | | 2 | Beijing Junyao International | China | πŸ”’ Buka data di TradeInt | πŸ”’ Buka data di TradeInt | | 3 | Shanghai Yuquan Import Export Co Ltd | China | πŸ”’ Buka data di TradeInt | πŸ”’ Buka data di TradeInt | | 4 | Shanghai Sunshine Agriculture Technology Co Ltd | China | πŸ”’ Buka data di TradeInt | πŸ”’ Buka data di TradeInt | | 5 | Global Link Service Pte Ltd | Kamboja | πŸ”’ Buka data di TradeInt | πŸ”’ Buka data di TradeInt |

Baca juga:

Cara Menemukan Buyer Ekspor Internasional Indonesia 2026

Untuk Apa Eksportir Dapat Memanfaatkan Data Ekspor Buah TradeInt?

Basis data TradeInt memuat lebih dari 10 miliar catatan pengiriman dan 470 juta profil perusahaan terverifikasi dari 220+ negara. Bagi eksportir buah, data ini menjadi dasar untuk mengenali siapa yang benar-benar membeli dan ke mana pasar bergerak.

Beberapa cara memanfaatkan data perdagangan untuk sektor ini:

  • Temukan importir aktif di pasar tujuan: Saring perusahaan yang tercatat menerima pengapalan buah dari Indonesia dalam rentang tanggal transaksi tertentu.
  • Petakan pergerakan komoditas per kategori: Bandingkan arus manggis, durian, kelapa, dan nanas untuk mengidentifikasi kategori dengan permintaan yang naik.
  • Kenali pola musiman permintaan: Amati lonjakan pengapalan menjelang perayaan besar untuk menentukan waktu penawaran yang tepat.
  • Ukur konsentrasi pasar tujuan: Riwayat pengapalan menunjukkan seberapa besar ketergantungan ekspor pada satu negara tujuan.
  • Verifikasi kredibilitas calon pembeli: Cocokkan nama importir dengan profil dan rekam jejak pengapalan sebelum masuk ke tahap negosiasi.
  • Pantau pergerakan pesaing ekspor: Telusuri negara tujuan dan frekuensi pengapalan eksportir lain yang melayani pembeli yang Anda targetkan.

Ajukan akses uji coba TradeInt untuk mendapatkan cakupan data lengkap.

Kesimpulan

China memimpin tujuan ekspor buah Indonesia 2026 dengan nilai US$17,33 juta, sementara kelapa, kacang Brazil, dan kacang mete menjadi kategori ekspor terbesar.

Pertumbuhan pasar juga menunjukkan bahwa akses langsung ke Tiongkok semakin penting, terutama untuk durian beku dan manggis, sedangkan sertifikasi internasional serta teknologi pascapanen membantu meningkatkan daya saing produk Indonesia.

Frequently Asked Questions

Ekspor Indonesia terbesar apa saja?

Untuk kategori buah dan kacang, kelompok kelapa, buah Brazil, dan kacang mete menjadi yang terbesar dengan nilai US$32,17 juta menurut basis data TradeInt. Secara nasional, Indonesia juga dikenal sebagai produsen buah terbesar keenam dunia dengan produksi 28,24 juta ton pada 2023.

Cara ekspor buah?

Eksportir buah perlu memenuhi persyaratan karantina dan sertifikasi negara tujuan. Untuk pasar Tiongkok, pelaku usaha harus memiliki kebun atau bermitra dengan petani yang teregistrasi GAP, memiliki rumah kemas yang teregistrasi, serta terdaftar di sistem otoritas keamanan pangan Tiongkok (GACC). Kepatuhan pada standar seperti GLOBALG.A.P. juga membuka akses ke pasar internasional.

Apakah boleh membawa buah dari luar negeri ke Indonesia?

Membawa buah dari luar negeri ke Indonesia diatur ketat oleh Badan Karantina Indonesia untuk mencegah masuknya hama dan penyakit tumbuhan. Buah segar wajib melalui pemeriksaan karantina dan memenuhi persyaratan sanitasi yang berlaku. Impor komersial memerlukan izin dan dokumen karantina resmi.

[]{.lark-record-clipboard}