Blog / Berita Pasar / Data Impor Kedelai Indonesia Q1/2026: Negara Asal, Jenis Produk, dan Pemasok Utama

Data Impor Kedelai Indonesia Q1/2026: Negara Asal, Jenis Produk, dan Pemasok Utama

Key Takeaways

  • Data impor kedelai Indonesia pada Q1/2026 mencatat total nilai US$344,70 juta dari 1.310 pengiriman dengan berat 718,62 juta kg, didominasi oleh Amerika Serikat yang memasok 95,24% dari total nilai.
  • Kedelai kuning utuh (HS 120190) mendominasi 100% dari total nilai data impor kedelai Indonesia, menegaskan ketergantungan industri tahu-tempe nasional terhadap pasokan biji kedelai mentah dari luar negeri.
  • Indonesia berkomitmen mengimpor 3,5 juta ton kedelai dari AS melalui perjanjian ART 2026, sementara kebutuhan nasional berkisar 2,7-2,9 juta ton per tahun, menimbulkan potensi oversupply.

Baca juga: Top 10 Negara Pengimpor Minyak Sawit Indonesia 2026

Berapa Volume dan Nilai Impor Kedelai Indonesia di 2026?

Total data impor kedelai Indonesia pada Q1/2026 mencapai US$344,70 juta dari 1.310 pengiriman, berdasarkan data TradeInt. Amerika Serikat mendominasi sebagai pemasok utama, memasok lebih dari 95% dari total nilai impor.

Ketergantungan Indonesia terhadap kedelai impor tetap tinggi, dengan kebutuhan nasional berkisar 2,7-2,9 juta ton per tahun sementara produksi domestik hanya memenuhi sebagian kecil kebutuhan tersebut menurut Kumparan.

Beberapa faktor utama yang membentuk kondisi pasar kedelai impor Indonesia pada 2026:

  • Harga dan pasokan global: Pasar kedelai global pada 2025 mengalami banjir pasokan akibat panen raya di Amerika Latin yang menekan harga internasional, namun di dalam negeri harga tidak turun signifikan akibat tekanan kurs rupiah menurut Enciety. Harga rata-rata kedelai impor di pasaran tercatat sekitar Rp13.709 per kilogram, dengan subsidi pemerintah Rp2.000 per kilogram melalui Bulog.
  • Komitmen impor ART 2026: Indonesia berkomitmen mengimpor 3,5 juta ton kedelai dari AS dengan tarif 0% melalui perjanjian ART, menimbulkan potensi oversupply karena volume tersebut melebihi kebutuhan nasional menurut Kumparan.
  • Industri hilir: Kedelai impor menjadi bahan baku utama bagi sekitar 150.000 pengrajin tahu-tempe di seluruh Indonesia, menjadikan stabilitas pasokan dan harga sebagai isu strategis bagi ketahanan pangan nasional.

indonesia-us-trade

Siapa pemasok kedelai terbesar ke Indonesia dan berapa harganya? Lacak data lengkap di TradeInt Indonesia.

Dari Mana Saja Negara Asal Data Impor Kedelai Indonesia?

Berdasarkan data impor kedelai Indonesia dari TradeInt, Amerika Serikat mendominasi sebagai pemasok terbesar senilai US$328,30 juta, diikuti Kanada senilai US$16,18 juta dan Bolivia senilai US$222.583. Ketiga negara ini mencakup hampir seluruh total impor kedelai Indonesia.

Jepang juga tercatat sebagai negara asal impor, namun dengan volume yang sangat kecil dan kemungkinan terkait produk kedelai olahan untuk kebutuhan spesifik.

Top negara asal impor kedelai Indonesia:

  1. Amerika Serikat — US$328,30 juta: Pemasok utama yang memasok hampir seluruh kebutuhan kedelai nasional.
  2. Kanada — US$16,18 juta: Pemasok kedua, menjadi alternatif pasokan di luar AS.
  3. Bolivia — US$222.583: Pasokan tambahan dari Amerika Latin dalam volume kecil.
  4. Jepang — US$1.626: Volume sangat kecil, kemungkinan produk kedelai olahan spesifik.
Peringkat Negara Nilai (US$) Pemasok Utama
1 Amerika Serikat 328.296.338,60 ZEN NOH GRAIN CORPORATION
2 Kanada 16.177.110,22 SG CERESCO INC
3 Bolivia 222.583,65 ASOCIACION DE PRODUCTORES DE OLEAGINOSAS Y TRIGO ANAPO
4 Jepang 1.626,36 JFC JAPAN INC

Sumber data: TradeInt

Data impor kedelai Indonesia menunjukkan konsentrasi pasokan yang sangat tinggi dari AS. Kondisi ini menjadikan rantai pasok kedelai nasional sangat sensitif terhadap dinamika produksi dan harga di AS.

Beberapa sorotan pasar impor kedelai Indonesia:

  • Amerika Serikat memasok sekitar 86-90% dari total kebutuhan kedelai nasional. Upaya pemerintah untuk mendorong swasembada kedelai terus dilakukan, termasuk melalui program kemandirian pangan 2026 menurut Antara. Di Jawa Barat, pemerintah daerah juga mendorong petani untuk meningkatkan produksi kedelai lokal menurut Pemprov Jabar.
  • Kanada menjadi sumber alternatif penting di luar AS. Meskipun volume masih jauh di bawah AS, pasokan dari Kanada membantu diversifikasi sumber impor dan memberikan posisi tawar bagi importir Indonesia.
  • Pasokan global pada 2025 mengalami surplus akibat panen raya di Brasil dan Argentina, yang berpotensi menekan harga kedelai internasional dan memberikan keuntungan bagi industri tahu-tempe dalam negeri.

Baca juga: Indonesia Impor Apa Saja dari Amerika?

Apa Saja Jenis Kedelai yang Diimpor Indonesia?

Berdasarkan data impor kedelai Indonesia dari TradeInt, kedelai kuning utuh selain untuk pembibitan (HS 120190) mendominasi seluruh nilai impor senilai US$344,70 juta. Biji bunga matahari (HS 120810) tercatat dalam jumlah sangat kecil senilai US$1.626.

Struktur ini menunjukkan bahwa Indonesia mengimpor kedelai hampir seluruhnya dalam bentuk biji mentah utuh untuk diolah menjadi tahu, tempe, kecap, dan produk turunan lainnya di dalam negeri.

Jenis kedelai impor Indonesia:

  1. Kedelai kuning utuh (HS 120190) — US$344,70 juta: Biji kedelai mentah utuh sebagai bahan baku utama industri tahu, tempe, dan kecap nasional.
  2. Biji bunga matahari (HS 120810) — US$1.626: Volume sangat kecil untuk kebutuhan spesifik.
Peringkat Kode HS Nama Produk Nilai (US$) Pangsa Nilai (%) Harga/Kuantitas
1 120190 Kedelai kuning utuh (selain untuk pembibitan) 344.696.032,47 100,00% 🔒 Dapatkan akses data di TradeInt
2 120810 Biji bunga matahari 1.626,36 0,00% 🔒 Dapatkan akses data di TradeInt

Sumber data: TradeInt

Konsentrasi data impor kedelai Indonesia pada biji mentah utuh mencerminkan peran strategis kedelai bagi ketahanan pangan nasional. Kedelai impor menjadi bahan baku utama bagi sekitar 150.000 pengrajin tahu-tempe di seluruh Indonesia.

Indonesia masih jauh dari target swasembada kedelai. Menurut Kompas, produksi kedelai domestik hanya mampu memenuhi sebagian kecil kebutuhan nasional. Pemerintah melalui Kementerian Pertanian terus mendorong peningkatan luas tanam dan produktivitas kedelai lokal, termasuk melalui program intensifikasi dan penggunaan varietas unggul. Namun, tantangan seperti alih fungsi lahan, preferensi petani terhadap komoditas lain yang lebih menguntungkan, dan keterbatasan infrastruktur pasca-panen masih menjadi kendala utama.

Bandingkan harga dan volume impor kedelai dari berbagai negara asal di halaman Data Coverage TradeInt.

Siapa Saja Pemasok Kedelai Terbesar ke Indonesia?

Berdasarkan data impor kedelai Indonesia dari TradeInt, Zen Noh Grain Corporation memimpin sebagai pemasok terbesar, diikuti The DeLong Co Inc dan Consolidated Grain Barge Co. Ketiga perusahaan ini berbasis di Amerika Serikat.

Posisi selanjutnya ditempati oleh Archer Daniels Midland Co, Bunge USA Grain LLC, Perdue Agribusiness LLC, Frey A S, Hawkeye Gold LLC, DG Global Inc, dan SG Ceresco Inc yang melengkapi sepuluh besar pemasok.

Top 5 pemasok kedelai ke Indonesia:

  • Zen Noh Grain Corporation: Anak perusahaan koperasi pertanian terbesar Jepang (JA Group) yang beroperasi di AS, pemasok kedelai terbesar ke Indonesia.
  • The DeLong Co Inc: Perusahaan agribisnis AS yang berfokus pada perdagangan biji-bijian dan oilseeds.
  • Consolidated Grain Barge Co: Perusahaan transportasi dan perdagangan grain AS dengan jaringan luas di koridor Mississippi.
  • Archer Daniels Midland Co (ADM): Salah satu perusahaan agribisnis terbesar di dunia dengan operasi global.
  • Bunge USA Grain LLC: Bagian dari Bunge Limited, perusahaan agribisnis multinasional dengan jaringan pasokan grain global.
# Pemasok Kedelai Negara Pangsa Nilai (%) Harga/Kuantitas
1 ZEN NOH GRAIN CORPORATION AS 33,23% 🔒 Dapatkan akses data di TradeInt
2 THE DELONG CO INC AS 12,63% 🔒 Dapatkan akses data di TradeInt
3 CONSOLIDATED GRAIN BARGE CO AS 10,45% 🔒 Dapatkan akses data di TradeInt
4 ARCHER DANIELS MIDLAND CO AS 6,76% 🔒 Dapatkan akses data di TradeInt
5 BUNGE USA GRAIN LLC - 4,81% 🔒 Dapatkan akses data di TradeInt
6 PERDUE AGRIBUSINESS LLC AS 4,12% 🔒 Dapatkan akses data di TradeInt
7 FREY A S AS 3,10% 🔒 Dapatkan akses data di TradeInt
8 HAWKEYE GOLD LLC AS 2,66% 🔒 Dapatkan akses data di TradeInt
9 DG GLOBAL INC Kanada 2,43% 🔒 Dapatkan akses data di TradeInt
10 SG CERESCO INC Kanada 2,29% 🔒 Dapatkan akses data di TradeInt

Sumber data: TradeInt

Pemasok data impor kedelai Indonesia didominasi oleh perusahaan agribisnis besar AS dan Kanada. Zen Noh Grain, sebagai anak perusahaan koperasi pertanian Jepang yang beroperasi di AS, menguasai pangsa terbesar berkat jaringan pengumpulan grain yang kuat di wilayah Midwest Amerika.

indonesia-import

Beberapa sorotan mengenai pemasok kedelai ke Indonesia:

  • Perusahaan multinasional seperti ADM dan Bunge memiliki keunggulan dalam infrastruktur logistik global, termasuk terminal ekspor di pelabuhan utama AS seperti New Orleans dan Pacific Northwest.
  • Perusahaan regional seperti DeLong, Consolidated Grain Barge, dan Perdue Agribusiness mengandalkan keunggulan operasional di koridor transportasi barge Sungai Mississippi, yang menjadi jalur utama pengiriman kedelai ke pelabuhan ekspor.
  • Pemasok Kanada seperti SG Ceresco dan DG Global menjadi alternatif yang semakin penting seiring upaya Indonesia mendiversifikasi sumber impor kedelai di luar AS.

Butuh data pemasok kedelai yang lengkap untuk negosiasi harga atau analisis rantai pasok? Temukan solusinya di halaman Solution TradeInt.

Kesimpulan

Data impor kedelai Indonesia pada Q1/2026 mencatat total nilai US$344,70 juta dari 1.310 pengiriman dengan berat 718,62 juta kg, berdasarkan data TradeInt. Amerika Serikat mendominasi sebagai pemasok utama dengan pangsa 95,24%, sementara Kanada menjadi sumber alternatif kedua. Kedelai kuning utuh mendominasi seluruh impor, mencerminkan kebutuhan bahan baku industri tahu-tempe yang sangat besar.

Ketergantungan tinggi terhadap kedelai impor, terutama dari AS, menjadikan pemantauan data impor kedelai Indonesia sangat penting bagi pelaku industri pangan. Bagi importir, produsen tahu-tempe, dan analis pasar yang ingin melacak harga, volume, dan pemasok kedelai secara detail, TradeInt Indonesia menyediakan data intelijen perdagangan terlengkap untuk mendukung keputusan bisnis berbasis data.

FAQ

Berapa volume impor kedelai Indonesia?

Volume data impor kedelai Indonesia pada Q1/2026 mencapai 718,62 juta kg senilai US$344,70 juta dari 1.310 pengiriman, berdasarkan data TradeInt. Kebutuhan nasional berkisar 2,7-2,9 juta ton per tahun, dengan AS memasok sekitar 86-90% dari total kebutuhan.

Dari mana Indonesia mengimpor kedelai?

Indonesia mengimpor kedelai terutama dari AS senilai US$328,30 juta (95,24%), Kanada US$16,18 juta (4,69%), Bolivia, dan Jepang. Data impor kedelai Indonesia menunjukkan konsentrasi pasokan sangat tinggi dari AS, menjadikan diversifikasi sumber impor menjadi agenda strategis.

Berapa harga kedelai impor per kilogram?

Harga rata-rata kedelai impor di pasaran Indonesia tercatat sekitar Rp13.709 per kilogram. Pemerintah memberikan subsidi Rp2.000 per kilogram melalui Bulog untuk menekan biaya produksi perajin tahu-tempe. Data impor kedelai Indonesia dari TradeInt mencatat total berat 718,62 juta kg senilai US$344,70 juta.

Apakah Indonesia bisa swasembada kedelai?

Produksi kedelai domestik masih jauh dari mencukupi kebutuhan nasional 2,7-2,9 juta ton per tahun. Data impor kedelai Indonesia menunjukkan ketergantungan tinggi terhadap AS. Pemerintah terus mendorong peningkatan produksi melalui intensifikasi dan varietas unggul, namun tantangan alih fungsi lahan dan preferensi petani masih menjadi kendala utama.