Blog / Insight Data Perdagangan / Data Ekspor Bawang Merah 2026: Meksiko Dominan, Brebes Ke Thailand

Data Ekspor Bawang Merah 2026: Meksiko Dominan, Brebes Ke Thailand

Ringkasan utama data ekspor bawang merah global (Januari–Agustus 2026)

  • Meksiko memimpin ekspor bawang merah dunia di bawah HS 070310 dengan nilai US$197,91 juta atau 37,49% dari pasar global senilai US$527,93 juta, jauh mengungguli Iran di US$62,80 juta dan Peru di US$62,39 juta selama Januari hingga Agustus 2026.
  • Amerika Latin mendominasi papan atas eksportir korporat, dengan tujuh dari lima belas perusahaan teratas berasal dari Meksiko, membentuk klaster agroindustri yang beroperasi lintas koridor Amerika Utara dan Eropa.
  • Indonesia mencatat US$2,16 juta ekspor bawang merah melalui 91 pengiriman ke enam negara, dengan Thailand menyerap 67,80% nilai ekspor setelah pemerintah membuka koridor baru dari fasilitas penyimpanan atmosfer terkendali di Brebes.

Apa itu HS 070310 dan berapa nilai ekspor bawang merah global 2026?

Ekspor bawang merah global di bawah HS 070310 mencapai US$527,93 juta melalui 84.689 pengiriman selama Januari hingga Agustus 2026, mencakup arus dagang bawang bombai dan bawang merah segar atau dingin dari puluhan negara produsen ke pasar Asia, Timur Tengah, dan Eropa.

Cakupan dan struktur pasar HS 070310:

  • Definisi kode: HS 070310 adalah kode Sistem Harmonisasi World Customs Organization untuk bawang bombai (onion) dan bawang merah (shallot) segar atau dingin, dicatat secara agregat di kepabeanan dunia.
  • Skala perdagangan: Total nilai US$527,93 juta pada Januari–Agustus 2026 tersebar di 84.689 pengiriman lintas benua, menandai HS 070310 sebagai kategori hortikultura penting.
  • Sentra permintaan: Pembeli utama terkonsentrasi di Asia Selatan, Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Eropa, dengan Bangladesh dan Malaysia sebagai penyerap volume terbesar secara historis.
  • Kontribusi Indonesia: Bawang merah Brebes menjadi tulang punggung sisi ekspor Indonesia dalam kategori ini, meski volumenya masih kecil dibanding kapasitas produksi nasional.

Dinamika harga menjadi faktor pembentuk arus dagang tahun ini. Pada Mei 2026, harga bawang merah di pusat produksi Tiongkok tercatat sekitar ¥3.200 (sekitar US$445) per ton, naik karena pasokan yang lebih ketat dari tahun sebelumnya. Kekeringan di sentra produksi India kemudian mendorong harga ekspor India ke atas, membuka celah bagi Amerika Latin dan Asia Tengah untuk memperluas pangsa pasar

🧅 Preview Data Ekspor Bawang Merah Global di TradeInt

Ekspor global HS 070310 mencapai US$527,93 juta pada Januari hingga Agustus 2026 melalui 84.689 pengiriman lintas benua.

Preview di sini: Data perdagangan global TradeInt

Negara mana saja yang menjadi pengekspor bawang merah terbesar di dunia?

Berdasarkan catatan ekspor global TradeInt untuk HS 070310 pada Januari hingga Agustus 2026, Meksiko memimpin dengan US$197,91 juta, disusul Iran di US$62,80 juta dan Peru di US$62,39 juta. Tiga negara ini menyumbang lebih dari 60% total nilai ekspor bawang merah dunia dalam periode tersebut.

India, Argentina, Chile, Kazakhstan, Uzbekistan, Pakistan, dan Malaysia melengkapi sepuluh besar dengan sebaran geografis yang menegaskan lanskap produksi multi-benua.

Top 5 negara pengekspor bawang merah 2026:

  1. Meksiko - US$197,91 juta: pemasok terbesar dunia dengan koridor utama ke Amerika Utara dan Eropa.
  2. Iran - US$62,80 juta: produsen kunci untuk kawasan Teluk dan Asia Barat.
  3. Peru - US$62,39 juta: basis ekspor Amerika Latin dengan armada agroindustri terintegrasi.
  4. India - US$38,98 juta: pemasok tradisional yang mengarahkan volume ke Asia Tenggara dan Timur Tengah.
  5. Argentina - US$34,64 juta: pemasok musim panjang untuk pasar Amerika Selatan dan Eropa.
Rank Negara Nilai (US$) Nilai (%) Pengiriman
1 Meksiko 197.907.251,19 37,49% 22.189
2 Iran 62.798.221,53 11,90% 5.022
3 Peru 62.387.154,41 11,82% 5.377
4 India 38.978.628,81 7,38% 8.521
5 Argentina 34.641.945,96 6,56% 6.86
6 Chile 31.886.069,12 6,04% 2.106
7 Kazakhstan 26.298.998,94 4,98% 2.202
8 Uzbekistan 21.760.724,60 4,12% 2.855
9 Pakistan 12.233.240,86 2,32% 2.257
10 Malaysia 5.735.166,51 1,09% 17.481

Sumber data: TradeInt bill of lading database, Januari–Agustus 2026.

Meksiko memimpin ekspor bawang merah dunia dengan basis produksi terintegrasi

Meksiko menempati posisi teratas karena kombinasi tiga faktor sekaligus, yaitu skala produksi hortikultura yang besar, koridor logistik lintas perbatasan ke Amerika Serikat, dan armada perusahaan agroindustri yang mengoperasikan volume tinggi sepanjang tahun.

Pada awal 2026, pasokan bawang merah di Amerika Utara tercatat terbatas, mendorong pembeli mencari alternatif dan memberi keuntungan bagi eksportir Meksiko yang memiliki akses cepat ke jaringan distribusi utara.

Mexico Exports Red Onion

Poin kunci Meksiko sebagai eksportir bawang merah 2026:

  • Skala korporat mendorong dominasi nilai: tujuh perusahaan Meksiko masuk daftar 15 eksportir teratas dunia versi TradeInt, membentuk kluster industri yang stabil.
  • Koridor Amerika Utara memperpendek transit: kedekatan geografis ke pasar Amerika Serikat memberi keunggulan waktu tempuh dibanding pemasok Asia.
  • Diversifikasi produk hortikultura menopang volume: basis produksi luas memungkinkan konsolidasi pengiriman lintas kategori sayuran segar.

Iran mengandalkan pasar Teluk dan Asia Barat

Iran menempati posisi kedua dengan US$62,80 juta karena posisinya sebagai pemasok tradisional untuk kawasan Teluk dan Asia Barat, wilayah dengan konsumsi bawang tinggi per kapita dan ketergantungan tinggi pada impor musiman.

Pada pertengahan 2026, permintaan bawang merah di Timur Tengah tetap kuat meski daya beli Teluk sedikit melemah, dengan pembeli mengalihkan pesanan ke pemasok yang menawarkan waktu pengiriman lebih pendek.

Poin kunci Iran sebagai eksportir bawang merah:

  • Proksimitas geografis menjadi keunggulan utama: waktu pengiriman singkat ke Teluk mengurangi risiko kualitas selama transit laut.
  • Kompetisi regional makin ketat: persaingan dari Pakistan, Turki, Sudan, Yaman, Mesir, dan Tiongkok memaksa penyesuaian harga yang cepat.
  • Ketergantungan pasar Teluk tinggi: basis ekspor terkonsentrasi menciptakan risiko konsentrasi geografis jika permintaan kawasan melemah.

Baca selengkapnya: Ekspor Alpukat 2026: Negara Eksportir, Pasar Utama, dan Peluang bagi Indonesia

Peru memperkuat posisi Amerika Latin sebagai pemasok premium

Peru mencatat US$62,39 juta dengan model bisnis yang berbeda dari Meksiko, yaitu spesialisasi pada segmen pasar bernilai tambah dan armada agroindustri terintegrasi dengan sertifikasi ekspor.

Pada 2026, ekspor produk pertanian Peru terus meluas ke pasar non-tradisional dengan strategi diversifikasi yang mengurangi ketergantungan pada satu blok konsumen. Perusahaan seperti Agricola Miranda SAC dan Novoliz SA masuk 15 besar eksportir global dengan pengiriman yang konsisten sepanjang tahun.

Peru Exports Red Onion

Poin kunci Peru sebagai eksportir bawang merah:

  • Diversifikasi pasar aktif: basis ekspor Peru menjangkau Asia, Amerika Utara, dan Oseania dalam volume yang tumbuh setiap tahun.
  • Rantai pasok terintegrasi: produsen besar Peru menggabungkan operasi produksi dan ekspor dalam satu entitas untuk kontrol kualitas.
  • Konsistensi pasokan tahunan: iklim yang mendukung produksi lintas musim menjadi nilai jual utama bagi pembeli global.

Baca selengkapnya: Ekspor Minyak Jelantah 2026: Data, Negara Tujuan, Harga, dan Aturan Terbaru

Siapa eksportir bawang merah global terbesar di HS 070310 pada 2026?

Papan atas eksportir bawang merah global didominasi perusahaan Meksiko yang mengoperasikan basis agroindustri terintegrasi, dengan Agropecuaria Las Lomas SA de CV di posisi teratas, diikuti Promotora Agricola El Toro SA de CV dan Horticola San Pedro S de RL de CV, semuanya berbasis di Meksiko.

Top 5 eksportir bawang merah global 2026:

  1. Agropecuaria Las Lomas SA de CV (Meksiko): produsen agroindustri terintegrasi dengan basis operasi Baja California.
  2. Promotora Agricola El Toro SA de CV (Meksiko): eksportir hortikultura dengan koridor utama ke Amerika Serikat.
  3. Horticola San Pedro S de RL de CV (Meksiko): pemain lama pada segmen sayuran segar bernilai ekspor.
  4. Agroproductos Las Cumbres S de RL de CV (Meksiko): spesialisasi pada volume besar dengan pengiriman kontainer penuh.
  5. Empacadora Tresere SPR de RL de CV (Meksiko): operasi pengemasan yang melayani ritel modern lintas benua.
Rank Perusahaan Negara Berat (kg)
1 Agropecuaria Las Lomas SA de CV Meksiko 🔒 Buka data di TradeInt
2 KX Agro Kazakhstan 🔒 Buka data di TradeInt
3 Cosmar Produce S de RL de CV Meksiko 🔒 Buka data di TradeInt
4 Fuencampo Chile SA Chile 🔒 Buka data di TradeInt
5 Agricola Miranda SAC Peru 🔒 Buka data di TradeInt

Konsentrasi ini menandakan bahwa pasar HS 070310 bukan sekadar permainan volume nasional, melainkan kompetisi antar korporat agroindustri yang mampu mengoperasikan armada logistik terintegrasi dan sertifikasi ekspor lintas pasar.

Baca selengkapnya: Ekspor Buah Naga 2026: Negara Tujuan, Eksportir Terbesar, dan Peluang Indonesia

Bagaimana kinerja data ekspor bawang merah Indonesia pada 2026?

Berdasarkan catatan ekspor Indonesia di TradeInt untuk HS 070310 pada Januari hingga Agustus 2026, total ekspor bawang merah Indonesia mencapai US$2,16 juta melalui 91 pengiriman ke enam negara tujuan. Thailand menyerap porsi terbesar dengan US$1,46 juta, diikuti Singapura dan Malaysia.

Top 5 pasar tujuan ekspor bawang merah Indonesia 2026:

  1. Thailand - US$1.463.990,00: pasar utama yang menyerap volume terbesar sejak pembukaan koridor Brebes.
  2. Singapura - US$493.002,49: pasar re-ekspor regional yang stabil untuk pasokan Indonesia.
  3. Malaysia - US$66.835,15: pasar dekat dengan koridor darat dan laut yang efisien.
  4. Selandia Baru - US$58.535,93: pasar Oseania yang menerima segmen premium.
  5. Jepang - US$25.537,19: pasar bernilai tinggi untuk grade khusus.
Rank Negara Tujuan Nilai (US$) Nilai (%)
1 Thailand 1.463.990,00 67,80%
2 Singapura 493.002,49 22,83%
3 Malaysia 66.835,15 3,10%
4 Selandia Baru 58.535,93 2,71%
5 Jepang 25.537,19 1,18%
6 Australia 12.852,00 0,60%

Konteks pembukaan koridor ekspor Brebes 2026:

  • Pelepasan resmi 14 September 2026: ** Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan melepas pengiriman bawang merah dari fasilitas controlled atmosphere storage di Brebes menuju Thailand, dengan pernyataan resmi: "Kita bersyukur kebutuhan bawang merah dalam negeri sudah terpenuhi. Sekarang kita dorong agar produksi terus meningkat sehingga petani mendapatkan pasar yang lebih luas dan harga yang lebih baik, termasuk pasar ekspor."
  • Skala produksi Brebes: Brebes menyumbang sekitar 20% produksi bawang merah nasional dan 60% produksi Jawa Tengah, dengan luas tanam 30.000 hingga 35.000 hektare per tahun.
  • Neraca produksi 2025: Produksi nasional mencapai 1,43 juta ton dengan konsumsi 1,23 juta ton, sehingga surplus memungkinkan ekspor 1.560 ton ke pasar global.
  • Proyeksi 2026: Bapanas memproyeksikan produksi nasional 1,32 juta ton melawan kebutuhan konsumsi 1,25 juta ton, menyisakan ruang ekspor rutin.
  • Peran asosiasi: Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) menjadi wadah koordinasi kelompok tani dan eksportir untuk mengelola alokasi ekspor Brebes ke Thailand, Vietnam, Malaysia, dan Singapura.

Indonesia Export Shallot

Baca selengkapnya: Negara Tujuan Utama Ekspor Produk Pertanian Indonesia 2026

Negara mana yang menjadi importir bawang merah terbesar di dunia?

Bangladesh, Amerika Serikat, dan Malaysia secara historis merupakan tiga importir bawang terbesar di dunia berdasarkan volume, dengan Bangladesh sendiri mengimpor 727.000 ton pada 2022 dan permintaan yang terus tumbuh sejalan kenaikan pendapatan rumah tangga.

Top 3 importir bawang merah dunia berdasarkan volume historis:

  • Bangladesh: importir terbesar dengan volume 727.000 ton pada 2022 dan konsistensi permintaan di atas 700.000 ton per tahun.
  • Amerika Serikat: importir kedua terbesar dengan 660.000 ton pada 2022, menyerap pasokan Meksiko sebagai sumber utama.
  • Malaysia: importir ketiga terbesar dengan 525.000 ton pada 2022, memainkan peran ganda sebagai konsumen dan hub distribusi ASEAN.

Global Shallot Export

Poin kunci pasar importir bawang merah 2026:

  • Diversifikasi sumber makin lazim: Bangladesh membuka izin impor dari 10 negara sekaligus ketika India membatasi ekspor pada 2024, dengan pemasok mencakup Tiongkok, Mesir, Myanmar, Belanda, Pakistan, Qatar, Thailand, Turki, Uni Emirat Arab, dan Amerika Serikat.
  • Bangladesh tetap penyerap volume terbesar: produksi domestik yang belum cukup membuat permintaan tahunan konsisten di atas 700.000 ton.
  • Asia Tenggara jadi rebutan pemasok: Malaysia, Vietnam, Thailand, dan Filipina menjadi target eksportir India, Tiongkok, dan Indonesia karena pertumbuhan konsumsi ritel modern.

Baca selengkapnya: Barang Indonesia yang Di Ekspor ke Amerika

Bagaimana eksportir bawang merah Indonesia dapat memperluas pasar internasional?

Eksportir bawang merah Indonesia perlu memadukan pemetaan pembeli aktif, kepatuhan standar fitosanitari, penguatan infrastruktur pasca-panen, dan pemantauan pesaing untuk mengkonversi surplus produksi 2026 menjadi volume ekspor berkelanjutan.

Empat langkah kunci ekspansi ekspor bawang merah Indonesia:

  • Pemetaan pembeli aktif per pasar: identifikasi importir di Bangladesh, Malaysia, dan Filipina yang secara konsisten membeli HS 070310 pada frekuensi yang cocok dengan siklus panen Indonesia.
  • Kepatuhan standar fitosanitari: persiapan sertifikat kesehatan tanaman dari Karantina Pertanian, batas residu pestisida, dan spesifikasi kemasan sesuai persyaratan Thailand, Singapura, atau Jepang sebelum kontainer berangkat.
  • Infrastruktur pasca-panen: pemanfaatan fasilitas controlled atmosphere storage seperti di Brebes untuk memperpanjang umur simpan selama transit lebih dari 20 hari, khususnya untuk pasar Oseania dan Asia Timur.
  • Pemantauan pesaing utama: pelacakan harga referensi dan pergerakan volume India, Tiongkok, dan Pakistan agar penawaran dapat disesuaikan secara tepat waktu, terutama saat sentra India mengalami penundaan panen 30 hingga 45 hari yang dapat mengangkat harga regional.

TradeInt menyediakan akses ke catatan bill of lading dan profil perusahaan importir-eksportir dengan cakupan lebih dari 200 negara dan 90% jalur perdagangan global, yang mendukung keempat kebutuhan analisis tersebut.

Kesimpulan

Peta ekspor bawang merah global 2026 dibentuk oleh dominasi Amerika Latin di puncak dan kompetisi ketat pada lapis kedua. Meksiko memegang kendali pasar dengan US$197,91 juta, diikuti Iran di US$62,80 juta dan Peru di US$62,39 juta selama Januari hingga Agustus 2026 di bawah HS 070310. Struktur ini menegaskan bahwa skala korporat dan koridor logistik menentukan posisi pasar, bukan sekadar volume produksi.

Bagi perusahaan yang ingin memperdalam analisis pasar atau memvalidasi mitra dagang, tim TradeInt siap membantu dengan sesi konsultasi data.

FAQ

Berapa harga 1 ton bawang merah di pasar internasional 2026?

Harga 1 ton bawang merah di pasar internasional bervariasi mengikuti negara asal dan kualitas. Pada Mei 2026, harga di pusat produksi Tiongkok tercatat sekitar ¥3.200 (sekitar US$445) per ton. Harga procurement India berkisar US$210 hingga US$290 per ton dan diperkirakan naik ke US$310 hingga US$410 per ton jika panen baru tertunda 30 hingga 45 hari.

Apa saja syarat untuk mengekspor bawang merah dari Indonesia?

Eksportir bawang merah Indonesia perlu memenuhi sertifikat kesehatan tanaman (phytosanitary certificate) dari Karantina Pertanian, surat keterangan asal (SKA) dari Kementerian Perdagangan, serta dokumen invoice, packing list, dan bill of lading dari operator pengangkutan. Standar mutu pasar tujuan seperti Thailand, Singapura, dan Jepang juga menetapkan batasan residu pestisida dan ukuran umbi yang perlu dipenuhi sebelum pengiriman berangkat.

Apakah pada zaman SBY Indonesia sudah mengekspor bawang merah?

Pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (2004 hingga 2014), Indonesia lebih dominan sebagai importir bawang merah, dengan impor mencapai 74.903 ton pada 2014. Transisi menjadi negara pengekspor baru terjadi pada 2016 ketika Indonesia berhenti mengimpor dan mulai mengekspor 735 ton, kemudian meningkat menjadi 7.750 ton pada 2017 seiring program swasembada hortikultura di bawah pemerintahan setelahnya.