Blog / Insight Data Perdagangan / Ekspor Tekstil 2026: Ke Mana Produk Tekstil Indonesia Dikirim?

Ekspor Tekstil 2026: Ke Mana Produk Tekstil Indonesia Dikirim?

Key Takeaways

  • Berdasarkan data TradeInt, China memimpin sebagai pengekspor tekstil terbesar dunia, diikuti Vietnam senilai US$2,43 miliar dan Amerika Serikat US$938,50 juta dari total perdagangan global US$5,99 miliar, menegaskan dominasi pusat manufaktur Asia.
  • Catatan bill of lading TradeInt menunjukkan Amerika Serikat menyerap ekspor tekstil Indonesia senilai US$91,46 juta, jauh di atas Uni Emirat Arab US$34,80 juta dan Swiss US$28,38 juta, sehingga pasar Amerika menjadi penyerap terbesar produk tekstil Indonesia.
  • Menurut data perdagangan TradeInt, sepatu olahraga berbahan tekstil (HS 640411) memimpin ekspor Indonesia senilai US$223,02 juta, menegaskan alas kaki sebagai andalan ekspor tekstil nasional di atas kain dan pakaian jadi.

Siapa Penguasa Pasar Tekstil Dunia 2026?

Berdasarkan data TradeInt untuk periode Januari-Juni 2026, pengekspor tekstil terbesar dunia adalah China, diikuti Vietnam senilai US$2,43 miliar dan Amerika Serikat US$938,50 juta menurut nilai. Di luar tiga negara terbesar, daftar negara pengekspor tekstil dunia juga mencakup Meksiko, Indonesia, Bangladesh, India, Chile, Pakistan, dan Uzbekistan.

  1. China: pusat manufaktur tekstil dan garmen terbesar dunia, memimpin perdagangan tekstil global dengan rantai pasok terintegrasi dari serat hingga produk jadi.
  2. Vietnam - US$2,43 Miliar: pengekspor tekstil dan alas kaki bervolume besar dengan basis manufaktur OEM yang kuat untuk merek global.
  3. Amerika Serikat - US$938,50 Juta: pemasok bernilai tinggi dengan fokus pada tekstil teknis dan bahan baku serat.
  4. Meksiko - US$685,80 Juta: pengekspor tekstil dengan bobot pengiriman besar, melayani pasar Amerika Utara.
  5. Indonesia - US$372,10 Juta: pengekspor alas kaki berbahan tekstil dengan basis manufaktur sepatu untuk merek internasional.
# Negara Pengiriman Nilai (US$) % Berat (kg) %
1 China πŸ”’ Buka data di TradeInt πŸ”’ Buka data di TradeInt πŸ”’ Buka data di TradeInt πŸ”’ Buka data di TradeInt πŸ”’ Buka data di TradeInt
2 Vietnam πŸ”’ Buka data di TradeInt 2.426.442.816,66 40,49% πŸ”’ Buka data di TradeInt 0,00%
3 Amerika Serikat πŸ”’ Buka data di TradeInt 938.496.751,49 15,66% πŸ”’ Buka data di TradeInt 1,16%
4 Meksiko πŸ”’ Buka data di TradeInt 685.798.153,11 11,44% πŸ”’ Buka data di TradeInt 79,02%
5 Indonesia πŸ”’ Buka data di TradeInt 372.103.572,59 6,21% πŸ”’ Buka data di TradeInt 0,44%
6 Bangladesh πŸ”’ Buka data di TradeInt 292.544.576,33 4,88% πŸ”’ Buka data di TradeInt 1,31%
7 India πŸ”’ Buka data di TradeInt 239.903.799,93 4,00% πŸ”’ Buka data di TradeInt 7,72%
8 Chile πŸ”’ Buka data di TradeInt 199.423.348,16 3,33% πŸ”’ Buka data di TradeInt 5,35%
9 Pakistan πŸ”’ Buka data di TradeInt 130.920.554,62 2,18% πŸ”’ Buka data di TradeInt 0,00%
10 Uzbekistan πŸ”’ Buka data di TradeInt 101.713.298,23 1,70% πŸ”’ Buka data di TradeInt 0,57%

Sumber data: TradeInt bill of lading database, Januari-Juni 2026.

Pasar tekstil global 2026 tumbuh di tengah permintaan kuat dan pergeseran basis produksi antarnegara. Nilai pasar tekstil dunia mencapai US$1.065 miliar pada 2026 menurut Fortune Business Insights, dengan kawasan Asia Pasifik menguasai 44,17% pangsa sebagai pusat manufaktur terbesar. Alhasil, negara-negara Asia memimpin perdagangan tekstil global, dari serat hingga produk jadi.

Pergeseran permintaan dan produksi antarnegara membentuk peta ekspor 2026. Berikut perkembangan yang membentuk pasar ekspor tekstil global:

  • Impor tekstil China menguat: menurut Vinatex, impor tekstil dan garmen China naik 23% pada Januari-Agustus 2026 , ini membuka peluang bagi pemasok seperti Indonesia untuk mengisi permintaan bahan dan produk jadi.
  • Vietnam tumbuh tercepat: menurut Vinatex, ekspor tekstil dan garmen Vietnam mencapai US$37,3 miliar pada Januari-September 2026, naik 7,2%, dan menegaskan posisi Vietnam sebagai pesaing terdekat Indonesia di segmen alas kaki dan garmen.

Baca selengkapnya:

Negara Pengekspor Kopi Terbesar 2026

Tekstil Indonesia Diekspor Ke Negara Mana 2026?

Diambil dari TradeInt untuk periode Januari-Juni 2026, tiga negara tujuan ekspor tekstil Indonesia terbesar menurut nilai adalah Amerika Serikat senilai US$91,46 juta, Uni Emirat Arab US$34,80 juta, dan Swiss US$28,38 juta. Di luar tiga negara terbesar, daftar negara saat tekstil diekspor ke negara lain juga mencakup Jepang dan Belanda.

  1. Amerika Serikat - US$91,46 Juta: pasar penyerap terbesar tekstil Indonesia, didorong permintaan alas kaki bermerek dari produsen OEM.
  2. Uni Emirat Arab - US$34,80 Juta: pusat re-ekspor Timur Tengah yang meneruskan produk tekstil Indonesia ke pasar kawasan.
  3. Swiss - US$28,38 Juta: pasar bernilai tinggi untuk produk tekstil dan alas kaki premium.
  4. Jepang - US$23,79 Juta: pasar bermutu tinggi dengan permintaan alas kaki dan tekstil berkualitas.
  5. Belanda - US$20,73 Juta: gerbang distribusi menuju pasar Uni Eropa yang lebih luas.
# Negara Pengiriman Nilai (US$) % Berat (kg)
1 Amerika Serikat πŸ”’ Buka data di TradeInt 91.458.228,24 24,58% 3.553.201,61
2 Uni Emirat Arab πŸ”’ Buka data di TradeInt 34.798.355,45 9,35% 2.985.951,69
3 Swiss πŸ”’ Buka data di TradeInt 28.382.822,93 πŸ”’ Buka data di TradeInt 1.558.293,47
4 Jepang πŸ”’ Buka data di TradeInt 23.793.790,77 πŸ”’ Buka data di TradeInt 1.539.610,32
5 Belanda πŸ”’ Buka data di TradeInt 20.728.502,94 πŸ”’ Buka data di TradeInt 1.136.780,78

Sumber data: TradeInt bill of lading database, Januari-Juni 2026.

Ketergantungan pada pasar Amerika membuat diversifikasi tujuan menjadi penting bagi ekspor tekstil Indonesia. Industri tekstil dan garmen nasional membukukan ekspor US$4,85 miliar pada paruh pertama 2026 menurut Global Textile Times, didukung kenaikan investasi dan output manufaktur. Dalam periode yang sama, pemulihan permintaan ekspor menjadi harapan baru bagi sektor yang sempat tertekan.

Investasi dan kebijakan pemerintah menopang pemulihan sektor. Berikut perkembangan yang membentuk tujuan ekspor tekstil Indonesia 2026:

  • Investasi sektor naik tajam: investasi industri tekstil Indonesia tumbuh 11,85% menjadi IDR 11,40 triliun menurut Global Textile Times, dengan output kuartal kedua naik 6,36% yang memperkuat kapasitas ekspor ke pasar utama.
  • Kain jadi mendominasi struktur ekspor: produk kain jadi menyumbang sekitar 74% dari total ekspor tekstil dan produk tekstil menurut LPEI melalui The Jakarta Post, dengan Jepang, Turki, dan Amerika Serikat sebagai pasar utama.

Baca selengkapnya:

Barang Indonesia yang Di Ekspor ke Amerika

Produk Tekstil Apa Yang Mendominasi Perdagangan Dunia 2026?

Didukung oleh data TradeInt untuk periode Januari-Juni 2026, tiga produk tekstil berdasarkan kode HS dengan nilai perdagangan tertinggi adalah sepatu olahraga berbahan tekstil (HS 640411) senilai US$1,30 miliar, alas kaki tekstil lainnya (HS 640419) US$518,72 juta, dan produk tekstil teknis (HS 591100) US$273,90 juta.

Selain tiga produk tertinggi, produk tekstil yang diperdagangkan dalam data juga mencakup HS 470200 (pulp kayu larut) dan HS 610990 (kaus dari bahan tekstil lain).

  1. HS 640411 - US$1,30 Miliar: sepatu olahraga dengan bagian atas tekstil dan sol karet, produk tekstil bernilai tertinggi dalam perdagangan global.
  2. HS 640419 - US$518,72 Juta: alas kaki lain berbahan atas tekstil untuk pasar konsumen luas.
  3. HS 591100 - US$273,90 Juta: produk tekstil untuk penggunaan teknis dan industri.
  4. HS 470200 - US$192,50 Juta: pulp kayu larut sebagai bahan baku serat buatan seperti viscose dan rayon.
  5. HS 610990 - US$176,03 Juta: kaus dan singlet rajutan dari bahan tekstil lain.
# Kode HS Pengiriman Nilai (US$) % Berat (kg)
1 640411 πŸ”’ Buka data di TradeInt 1.304.469.659,79 21,77% 15.474.313,52
2 640419 πŸ”’ Buka data di TradeInt 518.715.519,91 8,66% 62.939.758,10
3 591100 πŸ”’ Buka data di TradeInt 273.903.550,40 4,57% 2.693.780,00
4 470200 πŸ”’ Buka data di TradeInt 192.498.080,99 3,21% 244.445.732,00
5 610990 πŸ”’ Buka data di TradeInt 176.027.071,67 2,94% 8.265.515,56

Sumber data: TradeInt bill of lading database, Januari-Juni 2026.

Nilai perdagangan tekstil global terbagi antara alas kaki bermerek, tekstil teknis, dan bahan baku serat. Alas kaki memimpin dari sisi nilai karena membawa margin merek yang tinggi, sementara pulp larut dan tekstil teknis mencerminkan rantai pasok hulu yang memasok industri garmen dunia.

Di sisi lain, serat buatan terus mendominasi bahan baku, dengan serat sintetis menguasai mayoritas pasar tekstil global menurut Fortune Business Insights.

Apa Produk Tekstil Unggulan Ekspor Indonesia 2026?

Tercatat pada data TradeInt periode Januari-Juni 2026, tiga produk tekstil yang diekspor Indonesia dengan nilai tertinggi adalah sepatu olahraga berbahan tekstil (HS 640411) senilai US$223,02 juta, alas kaki tekstil lainnya (HS 640419) US$54,42 juta, dan kain tenun poliester (HS 540761) US$20,53 juta. Di luar tiga produk teratas, produk tekstil unggulan Indonesia juga mencakup HS 640399 (alas kaki lainnya) dan HS 640590 (alas kaki lain).

  1. HS 640411 - US$223,02 Juta: sepatu olahraga berbahan tekstil, tulang punggung ekspor tekstil Indonesia dari basis manufaktur OEM.
  2. HS 640419 - US$54,42 Juta: alas kaki tekstil lain untuk pasar ekspor bermerek.
  3. HS 540761 - US$20,53 Juta: kain tenun dari benang filamen poliester, satu-satunya kain tekstil murni dalam lima besar.
  4. HS 640399 - US$12,96 Juta: alas kaki dengan bagian atas lain dan sol karet atau plastik.
  5. HS 640590 - US$9,15 Juta: alas kaki lain untuk kebutuhan pasar khusus.
# Kode HS Pengiriman Nilai (US$) % Berat (kg)
1 640411 πŸ”’ Buka data di TradeInt 223.020.288,60 59,94% 9.669.525,43
2 640419 πŸ”’ Buka data di TradeInt 54.415.866,99 14,62% 1.552.006,70
3 540761 πŸ”’ Buka data di TradeInt 20.525.850,53 5,52% 2.210.280,16
4 640399 πŸ”’ Buka data di TradeInt 12.962.516,90 3,48% πŸ”’ Buka data di TradeInt
5 640590 πŸ”’ Buka data di TradeInt 9.150.293,20 2,46% πŸ”’ Buka data di TradeInt

Sumber data: TradeInt bill of lading database, Januari-Juni 2026.

Kekuatan ekspor tekstil Indonesia terpusat pada manufaktur alas kaki, sementara segmen kain dan garmen hulu masih menghadapi kendala struktural. Ketergantungan pada satu kategori produk membuat basis ekspor rentan ketika permintaan alas kaki global bergeser, dan penguatan rantai pasok hulu menjadi kunci untuk memperlebar ragam produk. Karena sektor hulu belum terintegrasi penuh, nilai tambah tekstil Indonesia masih tertinggal dari pesaing kawasan.

Kendala struktural membayangi daya saing ekspor tekstil nasional. Berikut hal yang perlu diperhatikan tentang produk tekstil unggulan Indonesia pada 2026:

  • Integrasi rantai pasok lemah: daya saing tekstil Indonesia terhambat integrasi rantai pasok yang lemah dan mesin yang menua menurut LPEI, menekan kemampuan produsen naik ke produk bernilai lebih tinggi di luar alas kaki.
  • Proyeksi ekspor tumbuh moderat: ekspor tekstil Indonesia diproyeksikan naik 2 hingga 3,2% pada 2026 menurut LPEI, dengan Jepang, Turki, dan Bangladesh sebagai pasar yang berpotensi memperluas serapan produk tekstil Indonesia.

Baca selengkapnya:

Ekspor Arang Batok Kelapa dari Indonesia H1 2026

Perusahaan Tekstil Apa Yang Terbesar Di Indonesia 2026?

Daftar eksportir tekstil Indonesia terverifikasi TradeInt dipimpin oleh produsen alas kaki berskala besar, menegaskan manufaktur sepatu sebagai motor ekspor tekstil nasional. Berikut lima eksportir tekstil Indonesia teratas berdasarkan catatan pengiriman TradeInt:

  1. Parkland World Indonesia: produsen alas kaki ekspor dengan jaringan pasar global.
  2. PT Pou Chen Indonesia: produsen OEM alas kaki berskala besar untuk merek sepatu internasional.
  3. Adonia Footwear Indonesia: produsen sepatu yang melayani permintaan ekspor.
  4. PT Nikomas Gemilang: salah satu produsen OEM alas kaki terbesar untuk merek global.
  5. PT Bintang Indokarya Gemilang: produsen alas kaki dan produk tekstil untuk pasar ekspor.
# Perusahaan Negara Nilai (US$) Pengiriman Berat (kg)
1 Parkland World Indonesia Indonesia πŸ”’ Buka data di TradeInt πŸ”’ Buka data di TradeInt πŸ”’ Buka data di TradeInt
2 PT Pou Chen Indonesia Indonesia πŸ”’ Buka data di TradeInt πŸ”’ Buka data di TradeInt πŸ”’ Buka data di TradeInt
3 Adonia Footwear Indonesia Indonesia πŸ”’ Buka data di TradeInt πŸ”’ Buka data di TradeInt πŸ”’ Buka data di TradeInt
4 PT Nikomas Gemilang Indonesia πŸ”’ Buka data di TradeInt πŸ”’ Buka data di TradeInt πŸ”’ Buka data di TradeInt
5 PT Bintang Indokarya Gemilang Indonesia πŸ”’ Buka data di TradeInt πŸ”’ Buka data di TradeInt πŸ”’ Buka data di TradeInt

Sumber data: TradeInt bill of lading database, Januari-Juni 2026.

Baca selengkapnya:

10 Komoditas Ekspor Indonesia 2026

Bagaimana Tim Dagang Memakai Data Ekspor Tekstil?

TradeInt data ekspor tekstil dipakai dengan cara yang berbeda oleh tiap tim di perusahaan tekstil dan alas kaki. Berikut cara data pengiriman digunakan untuk mencapai target tiap tim.

  • Menelusuri catatan pengiriman dan profil pembeli terverifikasi di TradeInt untuk mengidentifikasi importir alas kaki dan merek OEM yang aktif di Amerika Serikat, cara tim penjualan membuka jalur penjualan baru.
  • Memetakan negara tujuan dan volume pengiriman untuk menemukan pasar yang sedang tumbuh di Timur Tengah dan Eropa, cara tim ekspansi memperluas basis ekspor di luar pasar Amerika.
  • Memverifikasi eksportir dan kapasitas pasokan dari data pengiriman sebelum menetapkan kontrak, cara tim pengadaan menjaga keandalan rantai pasok tekstil.
  • Memantau relokasi manufaktur dan pergerakan pesaing seperti Vietnam dan Bangladesh, cara tim strategi memposisikan produk Indonesia di pasar global.
  • Membandingkan data ekspor impor tekstil indonesia pada HS 64 melalui UN Comtrade, cara tim riset menilai posisi Indonesia terhadap pemasok utama dunia.

Gunakan TradeInt untuk memverifikasi pembeli dan melacak alur ekspor tekstil, lalu hubungi tim kami untuk membuka profil yang terkunci.

Kesimpulan

TradeInt data ekspor tekstil H1 2026 menempatkan China sebagai pengekspor terbesar dunia, diikuti Vietnam senilai US$2,43 miliar dan Amerika Serikat (US$938,50 juta) dari total perdagangan dunia US$5,99 miliar. Indonesia menempati posisi kelima senilai US$372,10 juta, dengan negara tujuan ekspor tekstil indonesia terkonsentrasi pada Amerika Serikat senilai US$91,46 juta, Uni Emirat Arab (US$34,80 juta), dan Swiss (US$28,38 juta).

Alas kaki berbahan tekstil mendominasi ekspor Indonesia, sementara pemulihan industri yang bertumpu pada ekspor dan tekanan impor menentukan arah pasar sepanjang sisa 2026. Ketergantungan pada pasar Amerika dan basis produk yang sempit membuat diversifikasi tujuan serta produk menjadi faktor penentu ketahanan ekspor tekstil ke depan.

FAQ

Berapa nilai ekspor tekstil Indonesia?

Berdasarkan data ekspor tekstil Indonesia dari catatan TradeInt untuk periode Januari-Juni 2026, Indonesia mengekspor tekstil dan alas kaki senilai US$372,10 juta pada kode HS yang tercakup. Jika dihitung menyeluruh bersama garmen, ekspor tekstil dan produk tekstil Indonesia mencapai US$4,85 miliar pada paruh pertama 2026 menurut *Global Textile Times.*

Apa industri tekstil terbesar di Indonesia?

Industri alas kaki dan garmen menjadi tulang punggung sektor tekstil Indonesia, didukung produsen OEM besar yang memasok merek sepatu global. Sektor tekstil dan garmen nasional menopang lebih dari 3,8 juta pekerja menurut Global Textile Times, menjadikannya salah satu industri padat karya terbesar di Indonesia.

Apakah Indonesia masih mengimpor tekstil?

Ya, Indonesia masih mengimpor tekstil, terutama kain dan bahan baku hulu yang belum sepenuhnya dipenuhi industri dalam negeri. Lemahnya integrasi rantai pasok hulu membuat produsen bergantung pada impor bahan menurut LPEI, sehingga data ekspor impor tekstil indonesia memperlihatkan arus dua arah antara bahan baku dan produk jadi.

Jenis tekstil apa yang paling banyak diekspor Indonesia?

Sepatu olahraga berbahan tekstil menjadi jenis produk yang paling banyak diekspor Indonesia, tercatat pada kode HS 640411 dengan nilai tertinggi menurut data ekspor tekstil TradeInt untuk periode Januari-Juni 2026. Alas kaki tekstil lainnya dan kain tenun poliester melengkapi produk tekstil unggulan ekspor Indonesia.