Ekspor Batubara 2026: Ke Mana Tujuan dan Tren Globalnya?
Key Takeaways
- Indonesia memimpin nilai ekspor batubara dunia dengan US$10,29 miliar dari total perdagangan global US$16,72 miliar, dan bobot pengirimannya jauh melampaui pemasok lain, menandakan dominasi pada batu bara termal bervolume besar dan berkalori menengah.
- India (US$2,09 miliar), China (US$1,63 miliar), dan Filipina (US$1,21 miliar) menjadi tiga negara tujuan utama penikmat batu bara Indonesia, dengan nilai gabungan sekitar US$4,93 miliar yang memusatkan permintaan pada pasar Asia.
- Batubara lainnya (HS 270119) menyumbang US$10,89 miliar nilai perdagangan global, lebih tinggi dari batu bara bituminus (HS 270112) senilai US$4,71 miliar, meskipun bituminus unggul dari sisi jumlah pengiriman.
Bagaimana Tren Pasar Ekspor Batubara Global Sepanjang 2026?
Berdasarkan data TradeInt periode Januari-Juni 2026, nilai ekspor batubara global mencapai US$16,72 miliar dari 258.991 pengiriman. Bulan dengan nilai tertinggi adalah April 2026 senilai US$3,27 miliar, diikuti Mei 2026 US$2,96, miliar dan Maret 2026 US$3,18 miliar.
Nilai bulanan naik-turun sepanjang semester, dengan titik terendah pada Februari dan puncak pada April sebelum sedikit melandai menjelang pertengahan tahun.
| Bulan | Nilai (US$) | Perubahan (%) |
|---|---|---|
| Januari 2026 | 2.687.831.558,54 | β |
| Februari 2026 | 1.740.549.424,50 | -35,24% |
| Maret 2026 | 3.176.978.542,06 | +82,53% |
| April 2026 | 3.270.459.509,52 | +2,94% |
| Mei 2026 | 2.960.304.097,86 | -9,48% |
| Juni 2026 | 2.879.125.372,72 | -2,74% |
Sumber data: TradeInt bill of lading database, Januari-Juni 2026.
Permintaan batu bara dunia bergerak menuju rekor tertinggi pada 2026, didorong oleh beralihnya kawasan Asia dari gas ke batu bara akibat terganggunya pasokan LNG. Menurut & OilPrice, harga LNG spot Asia untuk kargo November melampaui US$26/mmBtu, sementara batu bara termal Australia ke Asia dijual sekitar 80% lebih murah pada kisaran US$5,40/mmBtu. Dengan selisih harga sebesar itu, batu bara menjadi sumber energi pengganti yang jauh lebih terjangkau.
Meskipun permintaan menguat, pasokan justru mengetat. Berikut perkembangan terkini yang membentuk pasar batu bara global 2026:
- Pasokan Indonesia menyusut: menurut McCloskey, produksi batu bara Indonesia turun 7% secara tahunan (year-on-year) sepanjang Januari-April 2026, dan ekspor diperkirakan turun sekitar 11% menjadi 446 juta ton pada 2026, sehingga ketersediaan bagi pembeli Asia makin terbatas.
- Harga acuan relatif tinggi: harga acuan global Newcastle berada dekat level tertinggi dua tahun pada kisaran US$150/ton, sehingga total nilai devisa ekspor tetap kuat meskipun volumenya melemah di sejumlah pemasok.
Baca selengkapnya: Negara Tujuan Ekspor Indonesia
Negara dengan Nilai Ekspor Batubara Terbesar di Dunia pada 2026?
Diambil dari TradeInt untuk periode Januari-Juni 2026, tiga pemasok batubara global terbesar berdasarkan nilai adalah Indonesia senilai US$10,29 miliar, Amerika Serikat (US$3,80 miliar), dan Mongolia (US$2,17 miliar).
Di luar tiga teratas, daftar sepuluh negara teratas juga mencakup Filipina, Vietnam, Brasil, Tanzania, India, Botswana, dan Kazakhstan.
- Indonesia - US$10,29 Miliar: pemasok batubara termal terbesar dunia, dengan bobot pengiriman jauh melampaui negara lain, mencerminkan volume ekspor masif berkalori menengah.
- Amerika Serikat - US$3,80 Miliar: pemasok bernilai tinggi dengan kekuatan pada batubara metalurgi untuk industri baja, bukan volume termal.
- Mongolia - US$2,17 Miliar: pengekspor darat ke pasar tunggal utamanya, mengirim batubara kokas melalui perbatasan ke China dengan jumlah pengiriman terbanyak di antara seluruh pemasok.
- Filipina - US$210,59 Juta: pemain regional berskala lebih kecil yang menjembatani arus batubara Asia Tenggara.
- Vietnam - US$118,53 Juta: pengekspor sekaligus pengimpor, mencerminkan peran ganda dalam rantai pasok batubara kawasan.
| # | Negara | Pengiriman | Nilai (US$) | Pangsa Nilai |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Indonesia | π Buka data di TradeInt | 10.293.897.288,29 | 61,58% |
| 2 | Amerika Serikat | π Buka data di TradeInt | 3.796.712.088,50 | 22,71% |
| 3 | Mongolia | π Buka data di TradeInt | 2.173.794.870,95 | 13,00% |
| 4 | Filipina | π Buka data di TradeInt | 210.585.477,80 | 1,26% |
| 5 | Vietnam | π Buka data di TradeInt | 118.530.473,54 | 0,71% |
| 6 | Brasil | π Buka data di TradeInt | 49.003.782,00 | 0,29% |
| 7 | Tanzania | π Buka data di TradeInt | 38.371.246,69 | 0,23% |
| 8 | India | π Buka data di TradeInt | 18.721.239,84 | 0,11% |
| 9 | Botswana | π Buka data di TradeInt | 8.157.485,53 | 0,05% |
| 10 | Kazakhstan | π Buka data di TradeInt | 4.946.434,63 | 0,03% |
Sumber data: TradeInt bill of lading database, Januari-Juni 2026.
Pasar pasokan batu bara global 2026 terbagi antara pemasok termal bervolume besar dan pemasok metalurgi bernilai tinggi. Amerika Serikat mencatat ekspor batubara turun 3% pada pekan yang berakhir 27 September 2026, tetapi pengiriman batu bara metalurgi naik 23,63% dari pekan sebelumnya, menandakan pergeseran bobot AS ke batu bara kokas untuk industri.
Berikut beberapa hal yang menonjol dari struktur pemasok global:
- India menjadi tujuan utama batu bara metalurgi AS: menurut S&P Global, India menyerap 340.839 ton batu bara metalurgi AS pada pekan yang berakhir 27 September 2026, naik dari nol pada pekan sebelumnya. Permintaan baja India menjadi penopang ekspor bernilai tinggi.
- Permintaan Asia Timur menyusut: menurut Kpler, Jepang, China, dan Korea Selatan mengimpor 122 juta ton batu bara pada Q3 2026, turun dari sekitar 143 juta ton per kuartal pada 2024-2025, sehingga sebagian tekanan permintaan di kawasan ikut melonggar.
Ke Mana Saja Indonesia Mengekspor Batubara 2026?
Didukung oleh data TradeInt periode untuk Januari-Juni 2026, ekspor batubara Indonesia bernilai US$10,29 miliar, dengan tiga tujuan teratas yaitu India senilai US$2,09 miliar, China (US$1,63 miliar), dan Filipina (US$1,21 miliar).
Negara tujuan ekspor batubara Indonesia lainnya juga mencakup Jepang, Vietnam, Korea Selatan, Malaysia, Bangladesh, Taiwan, dan Singapura, yang menunjukkan ke mana saja batubara di ekspor ke negara pembeli di kawasan Asia.
- India - US$2,09 Miliar: pasar permintaan termal dan metalurgi terbesar bagi batubara yang di ekspor ke negara ini untuk pembangkit listrik dan industri baja.
- China - US$1,63 Miliar: pembeli bervolume besar yang mengandalkan pasokan Indonesia untuk pembangkit termal pesisir.
- Filipina - US$1,21 Miliar: pasar termal regional yang bergantung pada batubara Indonesia untuk mayoritas kebutuhan pembangkitnya.
- Jepang - US$1,04 Miliar: pasar premium dengan permintaan stabil untuk batubara berkalori lebih tinggi.
- Vietnam - US$998,78 Juta: pasar industri yang tumbuh cepat dengan kebutuhan pembangkit listrik yang terus meningkat.
| # | Negara Tujuan | Pengiriman | Nilai (US$) | Pangsa Nilai |
|---|---|---|---|---|
| 1 | India | π Buka data di TradeInt | 2.088.473.089,33 | 20,29% |
| 2 | China | π Buka data di TradeInt | 1.628.426.153,00 | 15,82% |
| 3 | Filipina | π Buka data di TradeInt | 1.214.167.713,96 | 11,80% |
| 4 | Jepang | π Buka data di TradeInt | 1.037.354.304,11 | 10,08% |
| 5 | Vietnam | π Buka data di TradeInt | 998.778.760,52 | 9,70% |
| 6 | Korea Selatan | π Buka data di TradeInt | 706.710.081,91 | 6,87% |
| 7 | Malaysia | π Buka data di TradeInt | 488.360.742,78 | 4,74% |
| 8 | Bangladesh | π Buka data di TradeInt | 456.081.837,60 | 4,43% |
| 9 | Taiwan | π Buka data di TradeInt | 396.218.465,79 | 3,85% |
| 10 | Singapura | π Buka data di TradeInt | 389.904.714,53 | 3,79% |
Sumber data: TradeInt bill of lading database, Januari-Juni 2026.
Sebagai pemasok batu bara terbesar dunia, posisi Indonesia justru tertekan pada 2026 saat pasar global mengetat. Ekspor batubara Indonesia turun 23% secara tahunan (*year-on-year)* pada Agustus 2026 dan menjadi yang terendah untuk bulan tersebut dalam lima tahun.
Menuru OilPrice, penyebabnya adalah kuota produksi pemerintah, ketidakpastian kebijakan, serta El NiΓ±o yang menurunkan ketinggian air sungai sehingga mengganggu pergerakan tongkang batu bara.
Berikut perkembangan yang membentuk arus ekspor Indonesia ke pasar utamanya:
- India menopang permintaan dari sisi baja dan listrik: menurut S&P Global, permintaan baja India menjadikannya tujuan batu bara metalurgi nomor satu bagi pemasok global, sekaligus pasar termal yang berkelanjutan bagi Indonesia.
- China memperketat persaingan pasokan: menurut DBX Commodities, impor batu bara termal China naik 27,6% secara tahunan (year-on-year) pada Juni 2026, sehingga Indonesia harus bersaing merebut kargo di tengah pasokan yang terbatas.
- Target produksi nasional dipangkas: pemerintah menurunkan target produksi batu bara menjadi 641 juta ton menurut IEA, jauh di bawah tahun sebelumnya, dan hal ini menambah ketidakpastian bagi pembeli internasional.
Baca selengkapnya: 10 Komoditas Ekspor Indonesia
Jenis Batubara Apa Yang Paling Banyak Diperdagangkan Secara Global 2026?
Angka pada bagian ini berasal dari dataset perdagangan batubara global TradeInt (HS 2701), bukan khusus ekspor Indonesia. Menurut TradeInt, untuk periode Januari-Juni 2026, tiga jenis dengan nilai tertinggi adalah batubara lainnya (HS 270119) senilai US$10,89 miliar, batubara bituminus (HS 270112) US$4,71 miliar, dan batubara tingkat pos (HS 270100) US$719,25 juta.
Jenis lain pada dataset global juga mencakup antrasit (HS 270111) dan briket serta ovoid batubara (HS 270120).
- Batubara lainnya (HS 270119) - US$10,89 Miliar: kategori bernilai tertinggi sekaligus penyumbang bobot terbesar, menandai batubara non-antrasit non-bituminus sebagai tulang punggung nilai pasar.
- Batubara bituminus (HS 270112) - US$4,71 Miliar: jenis dengan jumlah pengiriman terbanyak, mencerminkan perannya sebagai batubara termal dan kokas yang paling luas diperdagangkan.
- Batubara tingkat pos (HS 270100) - US$719,25 Juta: kategori pos umum yang menampung pengiriman batubara tanpa klasifikasi subpos lebih rinci.
| # | Kode HS | Jenis | Pengiriman | Nilai (US$) | Pangsa Nilai |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 270119 | Batubara lainnya | π Buka data di TradeInt | 10.894.159.501,97 | 65,17% |
| 2 | 270112 | Batubara bituminus | π Buka data di TradeInt | 4.705.200.626,36 | 28,15% |
| 3 | 270100 | Batubara (tingkat pos) | π Buka data di TradeInt | 719.249.627,70 | 4,30% |
| 4 | 270111 | Antrasit | π Buka data di TradeInt | 347.588.756,25 | 2,08% |
| 5 | 270120 | Briket & ovoid batubara | π Buka data di TradeInt | 49.049.992,91 | 0,29% |
Sumber data: TradeInt bill of lading database, Januari-Juni 2026.
Perdagangan batu bara global 2026 terbelah antara batu bara termal untuk pembangkit listrik dan batu bara metalurgi untuk produksi baja, dengan permintaan termal sebagai pendorong utama kenaikan nilai tahun ini. Terganggunya pasokan LNG mendorong negara-negara Asia beralih ke batu bara termal sebagai pembangkit pengganti, sehingga volume pada kategori bervolume besar ikut terangkat.
Berikut beberapa hal yang perlu dicatat soal pergerakan antarjenis:
- Pasokan termal bergeser antarpemasok: menurut Drewry, ekspor batubara Kolombia naik ke 23,5 juta ton, tumbuh 17,4% secara tahun berjalan, menandakan pemasok di luar Asia ikut mengisi permintaan termal global yang menguat.
- Pengiriman termal melemah di sejumlah jalur: menurut S&P Global, pengiriman batu bara termal AS turun 22,17% dalam sepekan pada akhir September 2026, berlawanan arah dengan kokas yang menguat, dan menandakan permintaan termal yang tidak merata antarkawasan.
Baca selengkapnya: Ekspor Briket Indonesia 2026
Siapa Eksportir Batubara Terbesar Di Dunia 2026?
Bersumber dari daftar eksportir terverifikasi TradeInt untuk periode Januari-Juni 2026, lima eksportir batubara teratas di dunia didominasi oleh produsen Indonesia, dengan satu perusahaan Amerika Serikat melengkapi daftar pada peringkat kelima.
Selain itu, daftar teratas juga mencakup Berau Coal, Bayan Resources Tbk, dan Energi Batubara Perkasa.
- Adaro Indonesia: salah satu produsen batu bara termal terbesar Indonesia dengan operasi tambang terintegrasi dari hulu hingga logistik.
- Berau Coal: produsen batu bara termal dari Kalimantan Timur dengan basis ekspor ke pasar Asia.
- Bayan Resources Tbk: produsen dengan jumlah pengiriman terbanyak di antara lima teratas, berfokus pada batu bara termal.
- Energi Batubara Perkasa: pemasok batu bara dengan portofolio ekspor ke pembeli di kawasan Asia.
- Warrior Met Coal Sales LLC: eksportir Amerika Serikat yang berfokus pada batu bara metalurgi untuk industri baja.
| # | Perusahaan | Negara | Pengiriman | Nilai (US$) |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Adaro Indonesia | Indonesia | π Buka data di TradeInt | π Buka data di TradeInt |
| 2 | Berau Coal | Indonesia | π Buka data di TradeInt | π Buka data di TradeInt |
| 3 | Bayan Resources Tbk | Indonesia | π Buka data di TradeInt | π Buka data di TradeInt |
| 4 | Energi Batubara Perkasa | Indonesia | π Buka data di TradeInt | π Buka data di TradeInt |
| 5 | Warrior Met Coal Sales LLC | - | π Buka data di TradeInt | π Buka data di TradeInt |
Sumber data: TradeInt bill of lading database, Januari-Juni 2026.
Telusuri profil eksportir hingga tingkat pengiriman di data perdagangan Indonesia di TradeInt.
Kesimpulan
Nilai ekspor batubara global mencapai US$16,72 miliar pada H1 2026, dengan Indonesia sebagai pemasok terbesar dunia senilai US$10,29 miliar, disusul Amerika Serikat (US$3,80 miliar), dan Mongolia (US$2,17 miliar). Di sisi tujuan, India, China, dan Filipina menjadi tiga negara utama penikmat batu bara Indonesia.
Ke depan, permintaan batu bara termal masih menguat seiring mahalnya LNG, sementara pasokan Indonesia tertahan oleh kuota produksi. Karena itu, total nilai devisa ekspor berpotensi tetap kuat meskipun volumenya melemah di sejumlah pemasok.
Butuh data eksportir dan pembeli batu bara terverifikasi hingga tingkat pengiriman? Hubungi tim TradeInt sekarang.
FAQ
Apa saja 5 negara tujuan ekspor batubara Indonesia?
Lima negara tujuan utama adalah India, China, Filipina, Jepang, dan Vietnam, berdasarkan data ekspor batubara Indonesia TradeInt untuk H1 2026. India memimpin dengan nilai US$2,09 miliar, disusul China (US$1,63 miliar) dan Filipina (US$1,21 miliar). Kelimanya merupakan pasar Asia dengan permintaan untuk pembangkit listrik dan industri baja.
Di mana daerah penghasil batu bara di Indonesia?
Produksi batu bara Indonesia terpusat di Kalimantan, terutama Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan, serta sebagian di Sumatra Selatan. Wilayah inilah yang memasok sebagian besar nilai ekspor US$10,29 miliar yang tercatat pada bill of lading database TradeInt sepanjang H1 2026.
Mengapa harga batu bara tetap tinggi pada 2026?
Harga batu bara bertahan kuat karena permintaan termal global menguat seiring mahalnya LNG, sementara harga acuan global Newcastle berada dekat level tertinggi dua tahun pada kisaran US$150/ton. Pasokan dari Indonesia yang mengetat, dengan ekspor diperkirakan turun sekitar 11% pada 2026, turut menahan harga tetap tinggi meskipun volumenya melemah.
Apa dampak jika batu bara habis bagi ekspor Indonesia?
Batu bara menyumbang nilai devisa ekspor yang besar bagi Indonesia, sehingga penurunan cadangan atau produksi akan memukul penerimaan ekspor sekaligus pasokan energi bagi pembeli Asia. Pada 2026 saja, ekspor Indonesia diperkirakan turun sekitar 11% menjadi 446 juta ton akibat kuota dan gangguan produksi, yang menandakan betapa sensitifnya pasar terhadap pasokan Indonesia.