10 Mitra Dagang Terbesar Indonesia 2026: Data Impor dan Ekspor Terlengkap
Ringkasan Utama
- China menjadi mitra dagang terbesar Indonesia dengan total nilai perdagangan US$68,63 miliar pada Januari-Mei 2026, jauh di atas mitra lainnya.
- Amerika Serikat menempati posisi kedua dengan nilai US$18,44 miliar, disusul Singapura dengan US$13,97 miliar.
- Kategori bahan bakar mineral mendominasi kedua arah perdagangan, baik sebagai komoditas impor maupun ekspor unggulan.
- Minyak nabati dan lemak hewani menjadi kategori ekspor terbesar kedua, mencerminkan peran Indonesia dalam rantai pasok minyak sawit global.
- Neraca perdagangan Indonesia periode Januari-Mei 2026 surplus sebesar US$4,03 miliar, dengan total ekspor US$115,36 miliar.
- Nikel dan produk turunannya masuk ke dalam sepuluh besar kategori ekspor, sejalan dengan program hilirisasi nasional.
Bagaimana kinerja pasar perdagangan Indonesia sepanjang 2026?
Perdagangan Indonesia sepanjang paruh pertama 2026 berjalan dengan dua kekuatan yang saling tarik-menarik: ekspor yang tumbuh perlahan dan impor yang naik jauh lebih cepat.
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), perdagangan kumulatif Indonesia membukukan surplus sebesar US$4,03 miliar sepanjang Januari-Mei 2026, dengan ekspor mencapai US$115,36 miliar dan impor sebesar US$111,33 miliar.
Marjin surplus tersebut menyempit dibanding tahun-tahun sebelumnya. Penyebabnya terletak pada laju kedua sisi yang tidak sebanding, di mana kebutuhan bahan baku industri dalam negeri tumbuh lebih cepat daripada kemampuan ekspor menyerapnya.
Bank Indonesia menjelaskan defisit bulan tersebut dipicu oleh melebarnya defisit neraca minyak dan gas, sementara neraca nonmigas justru bertahan surplus. Artinya, tekanan berasal dari sektor energi, bukan dari melemahnya daya saing produk manufaktur.
Karena itu, struktur ekspor nasional masih sangat bergantung pada komoditas berbasis sumber daya alam. Perubahan harga energi global berdampak langsung pada nilai perdagangan, meski volume pengapalan tetap terjaga.
Beberapa angka yang menandai lanskap perdagangan tahun ini:
- Surplus Januari-Mei: US$4,03 miliar. Ekspor kumulatif naik 3,02% secara tahunan, sementara impor melonjak 15,24%.
- Defisit Mei: US$1,61 miliar. Ekspor tercatat US$23,20 miliar berbanding impor US$24,81 miliar.
- Defisit migas Mei: US$3,76 miliar. Neraca nonmigas tetap surplus US$2,15 miliar dengan ekspor nonmigas US$22,44 miliar.
- Kontribusi manufaktur: 5,38%. Sektor ini menjadi penyumbang terbesar terhadap pertumbuhan ekspor.
- Target ekspor 2026: US$315,31 miliar. Kementerian Perdagangan memproyeksikan US$405,69 miliar pada 2029.
- Akses pasar baru: US$3,04 triliun. Perjanjian dagang dengan Uni Ekonomi Eurasia mencakup 11.882 pos tarif.
Siapa 10 mitra dagang terbesar Indonesia pada 2026?
China menjadi mitra dagang terbesar Indonesia periode Januari-Mei 2026 dengan total nilai perdagangan US$68,63 miliar. Amerika Serikat mengikuti di posisi kedua dengan US$18,44 miliar, sementara Singapura melengkapi tiga besar dengan US$13,97 miliar.
Jepang, Malaysia, dan India menyusul di jajaran berikutnya. Thailand, Korea Selatan, Vietnam, dan Australia menutup daftar sepuluh besar, per catatan TradeInt.
Lima mitra teratas berdasarkan nilai perdagangan gabungan:
- China (US$68,63 miliar) - Satu-satunya mitra yang menempati posisi teratas di kedua arah perdagangan sekaligus.
- Amerika Serikat (US$18,44 miliar) - Penyumbang surplus bilateral terlebar bagi Indonesia.
- Singapura (US$13,97 miliar) - Satu-satunya mitra dalam tiga besar dengan nilai impor melampaui ekspor.
- Jepang (US$11,93 miliar) - Aliran dua arah paling stabil karena banyak terikat kontrak jangka panjang.
- Malaysia (US$11,67 miliar) - Volume dua arah paling seimbang di kawasan ASEAN.
| # | Negara | Nilai Impor (US$) | Nilai Ekspor (US$) | Total Perdagangan (US$) |
|---|---|---|---|---|
| 1 | China | 39,40B | 29,23B | 68,63B |
| 2 | Amerika Serikat | 5,71B | 12,74B | 18,44B |
| 3 | Singapura | 8,90B | 5,07B | 13,97B |
| 4 | Jepang | 5,18B | 6,74B | 11,93B |
| 5 | Malaysia | 6,13B | 5,54B | 11,67B |
| 6 | India | 2,17B | 7,46B | 9,63B |
| 7 | Thailand | 3,90B | 4,34B | 8,24B |
| 8 | Korea Selatan | 3,56B | 4,05B | 7,61B |
| 9 | Vietnam | 2,70B | 4,74B | 7,44B |
| 10 | Australia | 5,39B | 1,41B | 6,80B |
Sumber: Data Impor dan Ekspor Indonesia TradeInt, Januari-Mei 2026.
#1. China
Besi dan baja menjadi produk ekspor terbesar Indonesia ke China senilai US$8,20 miliar, disusul bahan bakar mineral US$5,07 miliar dan nikel US$4,74 miliar. Minyak nabati dan produk kimia melengkapi lima kategori teratas, mencerminkan peran China sebagai penyerap utama hasil hilirisasi mineral dan perkebunan Indonesia, menurut catatan TradeInt.
- Besi dan baja - US$8,20 miliar: produk ekspor bernilai tertinggi, hasil dari hilirisasi bijih besi dan nikel.
- Bahan bakar mineral - US$5,07 miliar: mencakup batu bara dan produk energi lain untuk kebutuhan industri China.
- Nikel dan produknya - US$4,74 miliar: feronikel dan nikel olahan yang menjadi bahan baku baterai kendaraan listrik.
- Minyak nabati dan hewani - US$3,22 miliar: didominasi minyak sawit dan turunannya untuk pasar konsumsi China.
- Produk kimia lainnya - US$1,53 miliar: produk kimia industri dan pertanian bernilai tambah.
| Peringkat | Produk Ekspor ke China | Nilai (US$) | Nilai (%) |
|---|---|---|---|
| 1 | Besi dan baja | 8.20 billion | 25,11% |
| 2 | Bahan bakar mineral | 5.07 billion | 15,54% |
| 3 | Nikel dan produknya | 4.74 billion | 14,51% |
| 4 | Minyak nabati dan hewani | 3.22 billion | 9,85% |
| 5 | Produk kimia lainnya | 1.53 billion | 4,69% |
Sumber: TradeInt Indonesia Export Data, basis data Bill of Lading
Mesin dan peralatan mekanis menjadi produk impor terbesar dari China senilai US$9,46 miliar, disusul peralatan elektrik US$9,37 miliar dan plastik US$2,51 miliar. Kendaraan dan besi baja melengkapi lima besar, menegaskan China sebagai pemasok utama barang modal dan komponen industri Indonesia, menurut catatan TradeInt.
- Mesin dan peralatan mekanis - US$9,46 miliar: mencakup mesin industri, turbin, dan peralatan konstruksi.
- Peralatan elektrik - US$9,37 miliar: komponen elektronik, motor listrik, dan perangkat komunikasi.
- Plastik dan produknya - US$2,51 miliar: bahan baku plastik untuk kebutuhan manufaktur dan kemasan.
- Kendaraan dan suku cadang - US$2,02 miliar: kendaraan bermotor dan komponen otomotif.
- Besi dan baja - US$1,94 miliar: produk baja setengah jadi untuk industri konstruksi dan manufaktur.
| Peringkat | Produk Impor dari China | Nilai (US$) | Nilai (%) |
|---|---|---|---|
| 1 | Mesin dan peralatan mekanis | 9.46 billion | 22,09% |
| 2 | Peralatan elektrik | 9.37 billion | 21,90% |
| 3 | Plastik dan produknya | 2.51 billion | 5,87% |
| 4 | Kendaraan dan suku cadang | 2.02 billion | 4,72% |
| 5 | Besi dan baja | 1.94 billion | 4,53% |
Sumber: TradeInt Indonesia Import Data, basis data Bill of Lading
Hubungan dagang dengan China bergerak mengikuti dua agenda besar yang sedang berjalan di Indonesia: hilirisasi mineral dan pembangunan kapasitas industri. Keduanya membutuhkan aliran barang modal dan bahan baku dalam jumlah besar dari sisi China, sekaligus menyalurkan hasil olahan kembali ke pasar tersebut.
Perubahan kebijakan mineral tahun ini mengubah cara kedua pihak bertransaksi. Ketika pemerintah menempatkan komoditas strategis di bawah satu pintu ekspor, jalur negosiasi dan mekanisme penetapan harga bergeser dari hubungan antarperusahaan menjadi hubungan yang melibatkan perantara negara.
Dampaknya terasa hingga ke industri baterai. Produsen di China yang selama ini mengamankan pasokan lewat kontrak langsung dengan smelter kini menghadapi lapisan tambahan dalam rantai pengadaan mereka.

Perkembangan yang membentuk hubungan ini:
- Kendali ekspor nikel. Menurut Benchmark Mineral Intelligence, sepertiga produksi nikel primer global kini berada di bawah kendali ekspor negara Indonesia.
- Perluasan kerja sama. China mengajukan enam sektor prioritas untuk kerja sama dengan Indonesia pada Juli 2026.
- Posisi sebagai tujuan ekspor. China tercatat sebagai kontributor utama ekspor nonmigas bersama Amerika Serikat dan India.
📊 Data Bill of Lading Impor Indonesia
Setiap pengapalan masuk terekam lengkap: nama pengirim, penerima, deskripsi barang, dan kode HS. Catatan tersusun berdasarkan tanggal transaksi.
Baca selengkapnya: Cek catatan impor Indonesia berdasarkan kode HS
#2. Amerika Serikat
Peralatan elektrik menjadi produk ekspor terbesar Indonesia ke Amerika Serikat senilai US$2,05 miliar, disusul alas kaki US$1,18 miliar dan pakaian rajutan US$1,09 miliar. Minyak nabati dan pakaian non-rajutan melengkapi lima besar, menegaskan dominasi produk manufaktur padat karya bernilai tambah, menurut catatan TradeInt.
- Peralatan elektrik - US$2,05 miliar: komponen elektronik dan perangkat listrik dari sektor manufaktur.
- Alas kaki - US$1,18 miliar: sepatu dan produk alas kaki dari industri padat karya nasional.
- Pakaian rajutan - US$1,09 miliar: garmen rajut yang menjadi andalan industri tekstil ekspor Indonesia.
- Minyak nabati dan hewani - US$899,57 juta: didominasi minyak sawit dan produk turunannya.
- Pakaian non-rajutan - US$864,16 juta: pakaian tenun dan produk tekstil non-rajut.
| Peringkat | Produk Ekspor ke AS | Nilai (US$) | Nilai (%) |
|---|---|---|---|
| 1 | Peralatan elektrik | 2.05 billion | 16,06% |
| 2 | Alas kaki | 1.18 billion | 9,24% |
| 3 | Pakaian rajutan | 1.09 billion | 8,59% |
| 4 | Minyak nabati dan hewani | 899.57 million | 7,06% |
| 5 | Pakaian non-rajutan | 864.16 million | 6,78% |
Sumber: TradeInt Indonesia Export Data, basis data Bill of Lading
Bahan bakar mineral menjadi produk impor terbesar dari Amerika Serikat senilai US$1,76 miliar, disusul mesin dan peralatan mekanis US$639,49 juta dan biji serta buah berminyak US$546,84 juta. Peralatan elektrik dan residu industri pangan melengkapi lima besar, menurut catatan TradeInt.
- Bahan bakar mineral - US$1,76 miliar: minyak bumi dan produk energi untuk kebutuhan domestik.
- Mesin dan peralatan mekanis - US$639,49 juta: mesin industri dan peralatan pertanian presisi tinggi.
- Biji dan buah berminyak - US$546,84 juta: kedelai dan biji minyak nabati untuk industri pangan.
- Peralatan elektrik - US$440,13 juta: komponen elektronik dan perangkat listrik industri.
- Residu industri pangan - US$263,10 juta: limbah pengolahan pangan untuk pakan ternak.
| Peringkat | Produk Impor dari AS | Nilai (US$) | Nilai (%) |
|---|---|---|---|
| 1 | Bahan bakar mineral | 1.760.937.271,41 | 30,86% |
| 2 | Mesin dan peralatan mekanis | 639.494.162,62 | 11,21% |
| 3 | Biji dan buah berminyak | 546.836.142,77 | 9,58% |
| 4 | Peralatan elektrik | 440.128.482,09 | 7,71% |
| 5 | Residu industri pangan | 263.100.080,13 | 4,61% |
Sumber: TradeInt Indonesia Import Data, basis data Bill of Lading
Amerika Serikat berperan sebagai pasar tujuan, bukan sebagai pemasok utama. Struktur inilah yang menjadikannya penyumbang surplus terbesar di antara seluruh mitra dagang terbesar Indonesia.
Produk yang mengalir ke pasar ini didominasi barang manufaktur bernilai tambah. Karakter permintaannya berbeda dari pasar komoditas: pembeli menekankan konsistensi mutu, ketepatan waktu kirim, dan kepatuhan standar, bukan sekadar harga per ton.
Ketergantungan pada sedikit kategori produk menjadi tantangan tersendiri. Ketika permintaan ritel di pasar tersebut melambat, dampaknya langsung terasa pada industri padat karya seperti alas kaki dan tekstil di dalam negeri.

Hal-hal yang perlu dicatat:
- Kontributor utama ekspor nonmigas: Termasuk tiga besar penyumbang ekspor nonmigas pada Mei 2026.
- Produk unggulan yang menyasar pasar ini: Tekstil, alas kaki, furnitur, serta mesin dan peralatan listrik masuk daftar ekspor unggulan nasional.
- Target ekspor 2027: US$340,20 miliar: Pertumbuhan yang dibidik mencapai 7,89%.
#3. Singapura
Bahan bakar mineral menjadi produk ekspor terbesar Indonesia ke Singapura senilai US$1,84 miliar, disusul peralatan elektrik US$762,91 juta dan mesin serta peralatan mekanis US$544,94 juta. Perhiasan dan produk besi baja melengkapi lima besar, menurut catatan TradeInt.
- Bahan bakar mineral - US$1,84 miliar: batu bara dan produk energi yang mengalir ke hub perdagangan Singapura.
- Peralatan elektrik - US$762,91 juta: komponen elektronik dan mesin listrik untuk distribusi regional.
- Mesin dan peralatan mekanis - US$544,94 juta: mesin industri yang diekspor melalui jalur dagang Singapura.
- Perhiasan dan logam mulia - US$403,44 juta: produk emas dan logam mulia bernilai tinggi.
- Produk besi baja - US$125,91 juta: produk baja olahan untuk kebutuhan industri dan konstruksi.
| Peringkat | Produk Ekspor ke Singapura | Nilai (US$) | Nilai (%) |
|---|---|---|---|
| 1 | Bahan bakar mineral | 1.84 billion | 36,20% |
| 2 | Peralatan elektrik | 762.91 million | 15,04% |
| 3 | Mesin dan peralatan mekanis | 544.94 million | 10,74% |
| 4 | Perhiasan dan logam mulia | 403.44 million | 7,95% |
| 5 | Produk besi baja | 125.91 million | 2,48% |
Sumber: TradeInt Indonesia Export Data, basis data Bill of Lading
Bahan bakar mineral menjadi produk impor terbesar dari Singapura senilai US$5,13 miliar, disusul mesin dan peralatan mekanis US$1,19 miliar dan peralatan elektrik US$564,32 juta. Plastik dan perhiasan melengkapi lima besar, menegaskan dominasi produk energi dalam arus impor dari Singapura, menurut catatan TradeInt.
- Bahan bakar mineral - US$5,13 miliar: minyak olahan dan produk BBM yang disuling di Singapura.
- Mesin dan peralatan mekanis - US$1,19 miliar: mesin industri dan peralatan produksi bernilai tinggi.
- Peralatan elektrik - US$564,32 juta: komponen listrik dan perangkat elektronik industri.
- Plastik dan produknya - US$352,49 juta: resin plastik dan produk turunan untuk industri manufaktur.
- Perhiasan dan logam mulia - US$351,18 juta: logam mulia dan produk perhiasan impor bernilai tinggi.
| Peringkat | Produk Impor dari Singapura | Nilai (US$) | Nilai (%) |
|---|---|---|---|
| 1 | Bahan bakar mineral | 5.13 billion | 57,65% |
| 2 | Mesin dan peralatan mekanis | 1.19 billion | 13,40% |
| 3 | Peralatan elektrik | 564.32 million | 6,34% |
| 4 | Plastik dan produknya | 352.49 million | 3,96% |
| 5 | Perhiasan dan logam mulia | 351.18 million | 3,95% |
Sumber: TradeInt Indonesia Import Data, basis data Bill of Lading
Singapura menempati posisi ketiga dengan pola yang berbeda dari mitra lain: nilai impor Indonesia dari negara ini jauh melampaui nilai ekspornya. Pola ini bersumber dari perannya sebagai pusat penyulingan dan perdagangan produk minyak untuk kawasan Asia Tenggara.
Ketergantungan tersebut sedang diuji dari dua arah sekaligus. Program biodiesel domestik memangkas kebutuhan solar impor, sementara pemerintah membuka jalur pengadaan minyak mentah langsung antarpemerintah yang memotong peran perantara dagang.

Bagi pelaku usaha, perubahan ini menyulitkan pemetaan asal barang. Sebagian arus yang tercatat berasal dari Singapura sesungguhnya merupakan produk pihak ketiga yang transit, sehingga penelusuran dokumen pengapalan menjadi satu-satunya cara mengetahui pemasok sebenarnya.
Dinamika yang sedang berlangsung:
- Pemangkasan impor minyak: 750.000 barel per hari. Hasil dari penerapan program B50.
- Rencana impor minyak Rusia: 150 juta barel. Tahap pertama sudah berjalan melalui penugasan kepada Lemigas.
- Defisit migas Mei: US$3,76 miliar. Menjadi pemicu utama defisit perdagangan bulan tersebut.
#4. Jepang
Bahan bakar mineral menjadi produk ekspor terbesar Indonesia ke Jepang senilai US$1,59 miliar, disusul peralatan elektrik US$712,32 juta dan nikel US$445,96 juta. Kendaraan dan karet melengkapi lima besar, menandai keragaman komoditas energi dan industri dalam arus ekspor ke Jepang, menurut catatan TradeInt.
- Bahan bakar mineral - US$1,59 miliar: batu bara dan LNG untuk kebutuhan energi industri Jepang.
- Peralatan elektrik - US$712,32 juta: komponen elektronik dan perangkat listrik hasil manufaktur dalam negeri.
- Nikel dan produknya - US$445,96 juta: feronikel dan nikel olahan untuk industri baja tahan karat Jepang.
- Kendaraan dan suku cadang - US$394,88 juta: suku cadang otomotif dan perakitan kendaraan.
- Karet dan produknya - US$364,90 juta: karet alam dan produk olahan untuk industri manufaktur Jepang.
| Peringkat | Produk Ekspor ke Jepang | Nilai (US$) | Nilai (%) |
|---|---|---|---|
| 1 | Bahan bakar mineral | 1.59 billion | 23,57% |
| 2 | Peralatan elektrik | 712.32 million | 10,57% |
| 3 | Nikel dan produknya | 445.96 million | 6,62% |
| 4 | Kendaraan dan suku cadang | 394.88 million | 5,86% |
| 5 | Karet dan produknya | 364.90 million | 5,41% |
Sumber: TradeInt Indonesia Export Data, basis data Bill of Lading
Mesin dan peralatan mekanis menjadi produk impor terbesar dari Jepang senilai US$1,07 miliar, disusul besi dan baja US$696,33 juta dan kendaraan US$669,10 juta. Peralatan elektrik dan plastik melengkapi lima besar, mencerminkan peran Jepang sebagai pemasok barang modal dan komponen presisi, menurut catatan TradeInt.
- Mesin dan peralatan mekanis - US$1,07 miliar: mesin pabrik, alat berat, dan peralatan industri presisi tinggi.
- Besi dan baja - US$696,33 juta: baja lembaran dan produk baja khusus untuk industri otomotif dan konstruksi.
- Kendaraan dan suku cadang - US$669,10 juta: kendaraan bermotor dan komponen untuk perakitan lokal.
- Peralatan elektrik - US$623,42 juta: komponen elektronik dan sistem kendali mesin industri.
- Plastik dan produknya - US$220,24 juta: material plastik teknik untuk aplikasi industri manufaktur.
| Peringkat | Produk Impor dari Jepang | Nilai (US$) | Nilai (%) |
|---|---|---|---|
| 1 | Mesin dan peralatan mekanis | 1.07 billion | 20,59% |
| 2 | Besi dan baja | 696.33 million | 13,43% |
| 3 | Kendaraan dan suku cadang | 669.10 million | 12,91% |
| 4 | Peralatan elektrik | 623.42 million | 12,03% |
| 5 | Plastik dan produknya | 220.24 million | 4,25% |
Sumber: TradeInt Indonesia Import Data, basis data Bill of Lading
Jepang menampilkan struktur perdagangan paling seimbang di antara mitra dagang terbesar Indonesia. Barang modal, komponen otomotif, dan peralatan presisi mengalir masuk, sementara komoditas energi dan produk olahan mengalir keluar.
Sifat hubungan ini membuatnya tahan terhadap gejolak harga jangka pendek. Banyak pasokan energi terikat kontrak berjangka panjang, sehingga fluktuasi harga spot tidak langsung mengubah volume pengapalan.

Tantangan justru datang dari sisi logistik dan jadwal proyek. Investasi energi berskala besar menuntut pengadaan peralatan yang terjadwal ketat, dan keterlambatan satu tahap dapat menggeser arus perdagangan beberapa kuartal ke depan.
Hal yang menonjol:
- Proyek gas Abadi Masela: US$21 miliar. Peluncuran ditargetkan pada 2027.
- Penopang ekspor nonmigas. Bahan bakar mineral serta nikel menjadi penopang utama kinerja ekspor nonmigas.
- Kategori mesin di sisi impor. Impor bahan baku dan barang setengah jadi tumbuh 10,35% sepanjang Januari-Mei.
#5: Malaysia
Perangkat semikonduktor menjadi produk ekspor terbesar Indonesia ke Malaysia senilai US$594,55 juta, disusul minyak sawit US$575,80 juta dan perangkat telekomunikasi US$522,26 juta. Dua jenis alas kaki melengkapi lima besar, menandai keragaman produk manufaktur dan perkebunan dalam arus ekspor ini, menurut catatan TradeInt.
- Perangkat semikonduktor - US$594,55 juta: dioda, transistor, dan komponen elektronik untuk industri teknologi.
- Minyak sawit dan fraksinya - US$575,80 juta: CPO dan minyak sawit olahan yang melintasi rantai pasok bersama Malaysia.
- Perangkat telekomunikasi - US$522,26 juta: ponsel, perangkat jaringan, dan aksesori komunikasi.
- Alas kaki (sol karet/plastik) - US$457,18 juta: sepatu berbahan sol karet dan plastik dari industri padat karya.
- Alas kaki (sol dan bagian kulit) - US$428,03 juta: sepatu berbahan kulit untuk pasar Malaysia dan distribusi regional.
| Peringkat | Produk Ekspor ke Malaysia | Nilai (US$) | Nilai (%) |
|---|---|---|---|
| 1 | Perangkat semikonduktor | 594.55 million | 4,67% |
| 2 | Minyak sawit dan fraksinya | 575.80 million | 4,52% |
| 3 | Perangkat telekomunikasi | 522.26 million | 4,10% |
| 4 | Alas kaki (sol karet/plastik) | 457.18 million | 3,59% |
| 5 | Alas kaki (sol dan bagian kulit) | 428.03 million | 3,36% |
Sumber: TradeInt Indonesia Export Data, basis data Bill of Lading
Bahan bakar mineral menjadi produk impor terbesar dari Malaysia senilai US$3,62 miliar, disusul mesin dan peralatan mekanis US$409,55 juta dan senyawa organik US$334,32 juta. Plastik dan peralatan elektrik melengkapi lima besar, menegaskan keterkaitan energi dan industri lintas batas kedua negara, menurut catatan TradeInt.
- Bahan bakar mineral - US$3,62 miliar: minyak bumi, LNG, dan produk energi dari semenanjung Malaysia.
- Mesin dan peralatan mekanis - US$409,55 juta: mesin industri dan peralatan manufaktur dari Malaysia.
- Senyawa organik - US$334,32 juta: bahan kimia organik untuk industri petrokimia dan farmasi.
- Plastik dan produknya - US$295,65 juta: material plastik dan kemasan industri dari pabrikan Malaysia.
- Peralatan elektrik - US$271,95 juta: komponen elektronik dan peralatan listrik untuk industri dalam negeri.
| Peringkat | Produk Impor dari Malaysia | Nilai (US$) | Nilai (%) |
|---|---|---|---|
| 1 | Bahan bakar mineral | 3.62 billion | 59,13% |
| 2 | Mesin dan peralatan mekanis | 409.55 million | 6,69% |
| 3 | Senyawa organik | 334.32 million | 5,46% |
| 4 | Plastik dan produknya | 295.65 million | 4,83% |
| 5 | Peralatan elektrik | 271.95 million | 4,44% |
Sumber: TradeInt Indonesia Import Data, basis data Bill of Lading
Malaysia menutup lima besar dengan volume perdagangan dua arah paling seimbang di kawasan ASEAN. Kedekatan geografis dan kesamaan struktur komoditas membuat perdagangan lebih sering berbentuk pertukaran produk turunan ketimbang persaingan langsung.
Rantai pasok minyak sawit kedua negara saling terkait erat. Produk setengah jadi kerap melintasi perbatasan beberapa kali sebelum mencapai bentuk akhirnya, sehingga perubahan aturan ekspor di satu sisi segera terasa di sisi lain.
Penerapan sistem gerbang tunggal untuk komoditas strategis menjadi variabel baru di sini. Eksportir yang sebelumnya mengirim langsung ke pembeli Malaysia kini perlu menyesuaikan alur dokumen dan jadwal pengapalannya.

Perkembangan yang membentuk hubungan ini:
- Komoditas di bawah gerbang tunggal. Minyak sawit, batu bara, dan feroalloy disalurkan melalui satu perantara negara sejak 1 Juni 2026.
- Potensi kesepakatan pangan ASEAN: US$635 juta. Tambahan nilai perdagangan yang diproyeksikan Kementerian Perdagangan.
- Pengelolaan devisa ekspor: US$10,5 miliar. Dikelola dalam enam minggu pertama operasi skema baru.
Baca juga:
10 Komoditas Impor Indonesia 2026: Daftar Produk Terbesar dan Analisis Pasar
Bagaimana memanfaatkan data mitra dagang untuk menemukan peluang bisnis?
TradeInt menghimpun lebih dari 10 miliar catatan pengapalan dan 470 juta profil bisnis terverifikasi yang mencakup 220+ negara. Basis data ini memungkinkan tim perdagangan memetakan mitra dagang terbesar Indonesia hingga level perusahaan, produk, dan pelabuhan.
Beberapa cara memanfaatkannya:
- Memetakan pembeli aktif di pasar tujuan. Telusuri perusahaan yang secara konsisten menerima kategori produk tertentu dari Indonesia, lengkap dengan riwayat pengapalannya.
- Menelusuri pemasok alternatif. Bandingkan negara asal untuk kategori impor yang sama guna menemukan sumber pasokan dengan struktur biaya berbeda.
- Mengamati pergerakan pesaing. Lihat mitra dagang, rute pengapalan, dan frekuensi pengiriman perusahaan sejenis di industri yang sama.
- Memvalidasi calon mitra sebelum kontrak. Periksa rekam jejak pengapalan sebuah perusahaan sebelum menandatangani perjanjian pasokan jangka panjang.
- Menyusun strategi masuk pasar baru. Gunakan pola perdagangan historis untuk menentukan kategori dan negara mana yang paling layak dijajaki.
Baca juga:
Data Impor Kedelai Indonesia Q1/2026: Negara Asal, Jenis Produk, dan Pemasok Utama
Kesimpulan
Mitra dagang terbesar Indonesia periode Januari-Mei 2026 dipimpin China dengan nilai US$68,63 miliar, disusul Amerika Serikat US$18,44 miliar dan Singapura US$13,97 miliar. Bahan bakar mineral memimpin kedua arah perdagangan, sementara minyak nabati dan besi baja menopang sisi ekspor.
Hilirisasi mineral, penataan ulang pasokan energi, dan perjanjian dagang baru menjadi tiga faktor yang akan membentuk peta ini sepanjang sisa tahun.
Jadwalkan demo bersama TradeInt untuk mengakses data perdagangan Indonesia secara menyeluruh
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Siapa mitra dagang terbesar di Indonesia?
China adalah mitra dagang terbesar Indonesia dengan total nilai perdagangan US$68,63 miliar pada periode Januari-Mei 2026, mencakup impor sebesar US$39,40 miliar dan ekspor US$29,23 miliar. Posisi ini didukung oleh arus barang modal masuk dan komoditas mineral keluar yang keduanya berskala besar.
Indonesia pengimpor terbesar apa?
Bahan bakar mineral menjadi komoditas impor terbesar Indonesia dengan nilai US$19,75 miliar pada Januari-Mei 2026, disusul mesin dan peralatan mekanik senilai US$16,16 miliar serta peralatan listrik senilai US$13,95 miliar. Ketiga kategori ini mencerminkan kebutuhan energi dan investasi industri yang sedang berjalan.
Ekspor Indonesia paling besar kemana?
China menjadi tujuan ekspor terbesar Indonesia dengan nilai US$29,23 miliar, diikuti Amerika Serikat dengan US$12,74 miliar dan India dengan US$7,46 miliar. Amerika Serikat menghasilkan surplus bilateral terlebar karena nilai ekspor Indonesia ke negara tersebut jauh melampaui nilai impornya.
5 komoditas ekspor terbesar di Indonesia?
Lima komoditas ekspor terbesar Indonesia berdasarkan data TradeInt periode Januari-Mei 2026 adalah bahan bakar mineral (US$18,34 miliar), minyak dan lemak nabati serta hewani (US$14,06 miliar), besi dan baja (US$11,42 miliar), peralatan listrik dan komponennya (US$7,72 miliar), dan nikel serta produk turunannya (US$5,41 miliar).