Blog / Insight Data Perdagangan / Impor Garam Indonesia 2026: Data Nilai, Negara Asal, dan Pemasok Utama

Impor Garam Indonesia 2026: Data Nilai, Negara Asal, dan Pemasok Utama

Data Impor Garam Indonesia

  • Australia menjadi negara asal terbesar impor garam Indonesia dengan nilai US$45,24 juta, jauh melampaui negara pemasok lainnya.
  • Garam dan natrium klorida murni (HS 250100) mencatat nilai impor US$49,87 juta, menjadikannya produk dengan nilai tertinggi dalam kategori ini.
  • China tercatat sebagai negara asal kedua dengan nilai US$9,11 juta, diikuti Selandia Baru senilai US$7,91 juta.
  • Total nilai transaksi yang terekam dalam basis data TradeInt mencapai US$100,14 juta dari 11.001 pengiriman.
  • Pemerintah menetapkan kuota impor garam industri CAP sebesar 1.188.147 ton untuk tahun 2026, sementara target swasembada garam nasional dipatok pada 2027.
  • Impor garam industri Januari hingga Mei 2026 tercatat 936 ribu ton, naik 13,1% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya menurut BPS.

Bagaimana Kinerja Pasar Impor Garam Indonesia pada 2026?

Kebutuhan garam nasional Indonesia berada di kisaran 5 juta ton per tahun, sementara produksi dalam negeri belum mampu menutup permintaan tersebut, terutama untuk kelas industri. Kementerian Kelautan dan Perikanan menyatakan pada Juni 2026 bahwa Indonesia menargetkan penghentian impor garam pada 2027, meski saat ini masih mendatangkan jutaan ton setiap tahun.

Kesenjangan itu bersifat kualitas, bukan semata volume. Produksi garam rakyat sebagian besar diarahkan untuk garam konsumsi dan sering tidak memenuhi standar kemurnian yang dituntut industri chlor alkali, pengolahan pangan, serta farmasi. Karena itu, penurunan volume impor tidak otomatis mengikuti kenaikan produksi nasional.

Pada awal 2026, impor garam industri justru kembali menguat. Badan Pusat Statistik mencatat 936 ribu ton garam industri masuk sepanjang Januari hingga Mei 2026, naik 13,1% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Sepanjang 2025, impor garam industri berada di angka 2,66 juta ton, turun dari sekitar 2,74 juta ton pada 2024.

Indonesia Salt Import Marke

Beberapa faktor yang membentuk kondisi pasar sepanjang periode ini:

  • Kuota resmi tetap dibuka. Rapat penetapan Neraca Komoditas 2026 menyepakati impor garam untuk industri chlor alkali plant sebesar 1.188.147 ton, memberi kepastian pasokan bagi sektor kimia dasar sepanjang tahun berjalan.
  • Ketergantungan struktural masih tinggi. Sekitar 50% hingga 60% kebutuhan garam nasional masih dipenuhi lewat impor untuk sektor industri, sehingga pengurangan volume memerlukan waktu transisi yang panjang.
  • Waktu kedatangan menekan harga lokal. Importir cenderung membangun stok pada awal tahun, sementara panen garam rakyat baru dimulai saat musim kemarau, sehingga terjadi tumpang tindih pasokan.
  • Insentif harga bagi petambak lemah. Harga jual di tingkat petambak kadang turun di bawah Rp1.000 per kilogram meski biaya produksi naik, sehingga dorongan untuk meningkatkan kualitas produk melemah.
  • Nilai tukar menambah beban. Rupiah sempat melemah ke Rp18.039 per dolar AS pada awal Juni 2026, membuat setiap ton garam impor menjadi lebih mahal dalam hitungan rupiah.

Kenapa Indonesia Masih Mengimpor Garam?

Jawabannya terletak pada standar kemurnian, bukan pada luas garis pantai. Indonesia memiliki lebih dari 17 ribu pulau dan pesisir yang luas, namun garam yang dihasilkan tambak rakyat umumnya berada di bawah ambang natrium klorida 97% yang dituntut industri kimia dasar.

Struktur permintaan memperjelas persoalan ini. Industri chlor alkali plant sendiri membutuhkan sekitar 1,18 juta ton pada 2026, angka yang setara dengan seperempat total kebutuhan garam nasional. Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan Kemenko Pangan menyampaikan angka tersebut saat penetapan Neraca Komoditas 2026 pada akhir Desember 2025.

Di sisi produksi, pemerintah bergerak pada dua jalur sekaligus. Jalur pertama adalah penguatan tambak rakyat, dengan Madura sebagai pusat utama. Jalur kedua adalah pembangunan pabrik berteknologi tinggi yang tidak bergantung pada cuaca.

Kementerian Kelautan dan Perikanan membangun sentra garam berbasis masyarakat di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, dengan anggaran pusat Rp7,9 miliar. Berdasarkan laporan ANTARA pada Juni 2026, tambak garam Pamekasan mencakup 913,5 hektare yang tersebar di tiga kecamatan dengan produksi sekitar 130 ribu ton.

Indonesia Aim to End Salt Import

Pada jalur teknologi, PT Garam menyiapkan pabrik berbasis Sea Water Reverse Osmosis dan Mechanical Vapor Recompression. Konstruksi pabrik pertama direncanakan dimulai di Sampang dengan kapasitas 200 ribu ton per tahun, disusul fasilitas di Gresik berkapasitas 100 ribu ton dan Bontang berkapasitas satu juta ton per tahun.

Selisih waktu antara kebutuhan sekarang dan kapasitas yang baru terbangun beberapa tahun ke depan itulah yang membuat keran impor tetap dibuka. Selama pabrik berteknologi tinggi belum beroperasi penuh, industri pengguna tetap mengandalkan pasokan luar negeri untuk menjaga kelangsungan produksi.

Baca juga:

10 Komoditas Impor Indonesia 2026: Daftar Produk Terbesar dan Analisis Pasar

Produk Garam Apa Saja yang Paling Banyak Diimpor Indonesia?

Garam dan natrium klorida murni menempati posisi teratas dengan nilai US$49,87 juta. Susu bubuk dan krim (HS 040510) menyusul di angka US$8,71 juta, sedangkan kulit samak (HS 410150) tercatat US$4,45 juta.

Kulit mentah yang diawetkan dengan garam dan olahan makanan lainnya melengkapi lima besar kategori ini, dengan kontribusi nilai yang lebih terbatas dibanding tiga produk teratas.

Rincian lima produk teratas:

  • Garam dan natrium klorida murni (HS 250100) senilai US$49,87 juta. Bahan baku utama industri chlor alkali plant, pengolahan pangan, dan farmasi.
  • Susu bubuk dan krim (HS 040510) senilai US$8,71 juta. Masuk dalam rantai yang sama karena kandungan garam berperan pada proses pengawetan dan penstabilan produk susu olahan.
  • Kulit samak dari sapi dan kuda (HS 410150) senilai US$4,45 juta. Proses penggaraman menjadi tahap wajib sebelum pengapalan kulit mentah lintas negara.
  • Kulit mentah yang diawetkan (HS 410120) senilai US$2,31 juta. Volume pengiriman relatif kecil namun bernilai tinggi per unit karena kualitas bahan baku industri kulit.
  • Olahan makanan lainnya (HS 210690) senilai US$1,94 juta. Kategori campuran yang mencakup bumbu, konsentrat, dan bahan tambahan pangan berbasis garam.
Peringkat Kode HS Nilai (US$) Nilai (%) Nama Produk Pemasok Utama
1 250100 49.872.295,24 49,80% Garam dan natrium klorida murni πŸ”’ Buka di TradeInt
2 040510 8.711.149,73 8,70% Susu bubuk dan krim πŸ”’ Buka di TradeInt
3 410150 4.449.530,89 4,44% Kulit samak sapi dan kuda πŸ”’ Buka di TradeInt
4 410120 2.313.595,43 2,31% Kulit mentah diawetkan πŸ”’ Buka di TradeInt
5 210690 1.944.834,56 1,94% Olahan makanan lainnya πŸ”’ Buka di TradeInt

Sumber: TradeInt Indonesia Import Data dan basis data Bill of Lading

Dari Negara Mana Saja Indonesia Mengimpor Garam?

Australia menjadi negara asal terbesar dengan nilai US$45,24 juta. China menyusul di posisi kedua dengan US$9,11 juta, sementara Selandia Baru mencatat US$7,91 juta.

India dan Malaysia melengkapi lima besar negara asal, dengan kontribusi yang lebih kecil dibanding tiga negara pemasok teratas.

Rincian lima negara asal teratas:

  • Australia senilai US$45,24 juta. Menguasai pengiriman berbobot besar dengan pola kapal curah, mencerminkan peran sebagai pemasok garam industri kelas kemurnian tinggi.
  • China senilai US$9,11 juta. Jumlah pengirimannya paling banyak di antara lima besar, menandakan pola pengapalan yang lebih sering dengan volume per kapal lebih kecil.
  • Selandia Baru senilai US$7,91 juta. Frekuensi pengiriman paling rendah dalam kelompok ini, khas pemasok dengan kontrak terbatas namun bernilai tinggi.
  • India senilai US$6,22 juta. Bobot pengiriman menempatkannya di posisi kedua terbesar setelah Australia, menunjukkan peran pada segmen garam curah.
  • Malaysia senilai US$4,51 juta. Jarak logistik yang pendek membuat negara ini berfungsi sebagai jalur pasokan penyangga bagi industri di wilayah barat Indonesia.
Peringkat Negara Asal Nilai (US$) Nilai (%) Pembeli Teratas Kuantitas
1 Australia 45.245.366,61 45,18% πŸ”’ Buka di TradeInt πŸ”’ Buka di TradeInt
2 China 9.107.348,10 9,09% πŸ”’ Buka di TradeInt πŸ”’ Buka di TradeInt
3 Selandia Baru 7.908.067,62 7,90% πŸ”’ Buka di TradeInt πŸ”’ Buka di TradeInt
4 India 6.223.557,17 6,21% πŸ”’ Buka di TradeInt πŸ”’ Buka di TradeInt
5 Malaysia 4.508.263,43 4,50% πŸ”’ Buka di TradeInt πŸ”’ Buka di TradeInt

Sumber: TradeInt Indonesia Import Data dan basis data Bill of Lading

Dominasi Australia bertumpu pada karakter produksinya. Garam Australia dihasilkan lewat penguapan air laut di kawasan pesisir barat yang beriklim kering hampir sepanjang tahun, sehingga kadar natrium klorida yang dicapai konsisten berada di atas ambang yang dituntut industri chlor alkali.

Konsistensi itu penting karena pabrik kimia dasar tidak bisa mengganti spesifikasi bahan baku setiap kali pengapalan datang. Perubahan kemurnian akan mengubah efisiensi elektrolisis dan menambah biaya pemurnian di sisi pengguna.

Faktor kedua adalah kepastian kuota tahunan. Penetapan volume impor untuk industri chlor alkali dilakukan sebelum tahun berjalan dimulai, sehingga importir dapat mengunci kontrak jangka panjang dengan pemasok yang mampu menjamin volume besar. Dari sisi harga, Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan menyoroti pada Juli 2026 bahwa persaingan harga menjadi kunci, dan garam produksi dalam negeri perlu memenuhi standar industri dengan harga yang bersaing agar dapat menggantikan pasokan luar.

Indonesia Import Salt From Australia

Beberapa hal yang menonjol dari lanskap negara asal ini:

  • Skala kapal menentukan biaya per ton. Pengapalan dari Australia berlangsung dengan kapal curah berkapasitas besar, menekan biaya angkut per satuan dibanding pengiriman terpecah.
  • Luas lahan domestik belum termanfaatkan penuh. Indonesia memiliki 33.216,06 hektare lahan tambak garam yang, jika dijaga dari alih fungsi, dapat menjadi modal pengurangan ketergantungan.
  • Musim kemarau 2026 membuka peluang produksi. Prakiraan BMKG menyebut musim kemarau tahun ini akan lebih panjang dan kering akibat El Nino, kondisi yang menguntungkan bagi panen tambak.
  • Kontinuitas pasokan menjadi syarat pengganti. Penguatan sektor garam nasional membutuhkan infrastruktur, teknologi, dan kelembagaan petambak agar pasokan tidak terputus saat musim berubah.
  • Transparansi neraca dituntut pelaku usaha. Petambak Madura meminta kejelasan data impor dan kepastian harga pembelian pemerintah sebagai dasar keputusan produksi tahunan.

Baca juga:

Negara Tujuan Ekspor Kopi Indonesia dan Nilai Perdagangannya

Siapa Pemasok Garam Terbesar ke Pasar Indonesia?

Integrated DNA Technologies Pte Ltd dari Singapura memimpin daftar pemasok berdasarkan jumlah pengiriman, dengan 1.559 pengapalan. O2 Partners LLC dari Vietnam menyusul dengan 1.222 pengiriman, sedangkan Qingyuan Rongfang Trading Co Ltd dari China mencatat 551 pengapalan.

Sinhwa Co Ltd dari Korea Selatan dan Ikea Supply Malaysia Sdn Bhd melengkapi lima besar pemasok dalam kategori ini.

Rincian lima pemasok teratas:

  • Integrated DNA Technologies Pte Ltd (Singapura). Pemasok dengan frekuensi pengapalan tertinggi, beroperasi lewat hub distribusi regional Singapura.
  • O2 Partners LLC (Vietnam). Berperan pada jalur pasokan Asia Tenggara dengan ritme pengiriman rutin sepanjang periode.
  • Qingyuan Rongfang Trading Co Ltd (China). Rumah dagang yang menangani distribusi lintas kategori dari basis produksi Tiongkok selatan.
  • Sinhwa Co Ltd (Korea Selatan). Pemasok dengan volume pengiriman menengah, khas pola kontrak industri terjadwal.
  • Ikea Supply Malaysia Sdn Bhd (Malaysia). Menghubungkan jaringan pasokan regional dengan pengguna akhir di pasar Indonesia.
Peringkat Nama Pemasok Negara Asal Pembeli Teratas Kuantitas Pengiriman
1 Integrated DNA Technologies Pte Ltd Singapura πŸ”’ Buka di TradeInt πŸ”’ Buka di TradeInt
2 O2 Partners LLC Vietnam πŸ”’ Buka di TradeInt πŸ”’ Buka di TradeInt
3 Qingyuan Rongfang Trading Co Ltd China πŸ”’ Buka di TradeInt πŸ”’ Buka di TradeInt
4 Sinhwa Co Ltd Korea Selatan πŸ”’ Buka di TradeInt πŸ”’ Buka di TradeInt
5 Ikea Supply Malaysia Sdn Bhd Malaysia πŸ”’ Buka di TradeInt πŸ”’ Buka di TradeInt

Sumber: TradeInt Indonesia Import Data dan basis data Bill of Lading

Sebaran negara asal pemasok menunjukkan bahwa rantai pasok garam ke Indonesia tidak selalu bergerak langsung dari negara produsen ke pengguna akhir. Sebagian arus melewati pusat distribusi regional seperti Singapura dan Malaysia sebelum masuk ke pelabuhan Indonesia.

Pola tersebut membentuk dua lapis peluang bagi pelaku usaha. Lapis pertama adalah pemasok langsung dari negara produsen, yang umumnya melayani kontrak volume besar. Lapis kedua adalah rumah dagang dan penyedia jasa logistik regional, yang melayani permintaan lebih kecil dengan waktu tunggu lebih singkat.

Bagaimana Cara Menemukan Pembeli Garam di Indonesia?

Basis data TradeInt memuat lebih dari 10 miliar catatan pengiriman dan 470 juta profil perusahaan terverifikasi dari 220+ negara. Bagi eksportir garam, data ini menjadi dasar untuk mengenali siapa yang benar-benar membeli, bukan sekadar siapa yang terdaftar.

Beberapa cara memanfaatkan data perdagangan untuk sektor ini:

  • Petakan importir aktif berdasarkan riwayat transaksi. Saring perusahaan yang tercatat menerima pengapalan garam ke pelabuhan Indonesia dalam rentang tanggal transaksi tertentu.
  • Kenali pola musiman pembelian. Bandingkan distribusi pengapalan antarbulan untuk menentukan kapan penawaran paling mungkin diterima.
  • Ukur ketergantungan pembeli pada satu pemasok. Riwayat pengapalan menunjukkan apakah sebuah importir bergantung pada satu sumber atau membagi pasokan ke beberapa negara.
  • Bandingkan segmen industri pengguna. Pisahkan pembeli sektor kimia dasar, pengolahan pangan, dan farmasi berdasarkan kategori kode HS yang mereka tangani.
  • Verifikasi kredibilitas calon mitra. Cocokkan nama perusahaan dengan profil dan rekam jejak pengapalan sebelum masuk ke tahap negosiasi kontrak.
  • Lacak pergerakan pesaing di pasar yang sama. Amati negara asal dan frekuensi pengapalan pemasok lain yang melayani pembeli yang Anda targetkan.

Baca juga:

Ekspor Briket Indonesia 2026: Negara Tujuan, Jenis Produk, dan Eksportir Utama

Kesimpulan

Data impor garam Indonesia menempatkan Australia sebagai negara asal terbesar dengan nilai US$45,24 juta atau 45,18% dari total, diikuti China senilai US$9,11 juta (9,09%), Selandia Baru US$7,91 juta (7,90%), India US$6,22 juta (6,21%), dan Malaysia US$4,51 juta (4,50%). Total nilai transaksi yang terekam mencapai US$100,14 juta dari 11.001 pengiriman.

Pada tingkat produk, garam dan natrium klorida murni mendominasi dengan nilai US$49,87 juta atau 49,80% dari keseluruhan kategori. Konsentrasi ini menegaskan bahwa permintaan impor bertumpu pada kebutuhan bahan baku industri, bukan pada konsumsi rumah tangga.

Struktur tersebut kemungkinan besar bertahan hingga kapasitas produksi berteknologi tinggi di Sampang, Gresik, dan Bontang beroperasi penuh. Selama masa transisi menuju target swasembada 2027, arus impor tetap menjadi penopang kelangsungan produksi industri kimia dasar, pengolahan pangan, dan farmasi di dalam negeri.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Indonesia masih impor garam pada 2026?

Masih. Pemerintah menetapkan kuota impor garam untuk industri chlor alkali plant sebesar 1.188.147 ton pada 2026. BPS mencatat impor garam industri sepanjang Januari hingga Mei 2026 mencapai 936 ribu ton, naik 13,1% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Berapa nilai garam impor dari Australia?

Australia mencatat nilai US$45,24 juta atau 45,18% dari total kategori ini, menjadikannya negara asal terbesar bagi Indonesia. Nilainya hampir lima kali lipat dibanding China yang berada di posisi kedua dengan US$9,11 juta.

Garam impor dari negara mana saja yang masuk ke Indonesia?

Lima negara asal teratas adalah Australia, China, Selandia Baru, India, dan Malaysia. Kelimanya menyumbang porsi terbesar dari total nilai impor kategori ini, dengan Australia menguasai hampir separuh nilai keseluruhan.

Kapan Indonesia berhenti mengimpor garam?

Pemerintah menargetkan swasembada garam nasional pada 2027 sesuai Peraturan Presiden Nomor 17 Tahun 2025. Target itu ditopang pembangunan sentra garam di Pamekasan senilai Rp7,9 miliar serta pabrik berteknologi SWRO dan MVR di Sampang, Gresik, dan Bontang.

Produk garam apa yang paling besar nilainya dalam impor Indonesia?

Garam dan natrium klorida murni menjadi produk dengan nilai tertinggi, yaitu US$49,87 juta atau 49,80% dari total kategori. Produk ini menjadi bahan baku utama bagi industri chlor alkali plant yang kebutuhannya mencapai 1,18 juta ton pada 2026.