Blog / Panduan & Tutorial Perdagangan / Cara Ekspor Bawang Merah Dari Indonesia: Panduan Lengkap 2026

Cara Ekspor Bawang Merah Dari Indonesia: Panduan Lengkap 2026

Ringkasan panduan cara ekspor bawang merah

  • Cara ekspor bawang merah mencakup empat tahap utama: menyiapkan legalitas usaha, memenuhi standar kualitas ekspor, mengurus dokumen kepabeanan dan karantina, dan mengatur pengiriman ke buyer luar negeri.
  • Thailand menyerap 67,80% nilai ekspor bawang merah Indonesia periode Januari hingga Agustus 2026, menjadikannya pintu masuk utama yang wajib dipetakan sebelum menyusun strategi ekspor.
  • Peresmian fasilitas Controlled Atmosphere Storage (CAS) Brebes oleh Menko Pangan Zulkifli Hasan pada 14 September 2026 menjadi katalis baru yang memperpanjang daya simpan bawang merah ekspor hingga 6 bulan.

Baca selengkapnya: Ekspor bawang merah: Analisis pasar dan peluang 2026

Cara ekspor bawang merah dari Indonesia 2026

Cara ekspor bawang merah dari Indonesia terbagi menjadi empat tahap yang saling terkait, mulai dari menyiapkan legalitas usaha, memenuhi standar kualitas produk, mengurus dokumen kepabeanan, hingga mengatur pengiriman internasional. Setiap tahap memiliki dokumen, standar teknis, dan pihak berwenang yang berbeda, sehingga eksportir perlu memahami alur secara utuh sebelum mengirim batch pertama.

Langkah 1 β€” Legalitas dan izin usaha eksportir

Langkah pertama adalah memastikan legalitas usaha lengkap, meliputi Nomor Induk Berusaha (NIB), badan usaha berbentuk CV atau PT, Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), dan registrasi eksportir di sistem Bea Cukai. Tanpa legalitas ini, pengiriman ekspor tidak dapat diproses di pelabuhan asal.

Pengurusan izin dapat dilakukan melalui sistem Online Single Submission (OSS) untuk NIB dan SIUP, sementara registrasi eksportir diurus di kantor Bea Cukai terdekat. Menurut panduan Go Export, calon eksportir sebaiknya menyelesaikan seluruh legalitas sebelum menandatangani kontrak dengan buyer luar negeri untuk menghindari penundaan pengiriman.

Dokumen legalitas yang wajib disiapkan:

  • NIB: identitas resmi pelaku usaha yang berlaku sebagai TDP, API, dan akses kepabeanan.
  • Akta pendirian CV atau PT: bukti badan usaha yang sah untuk melakukan ekspor.
  • SIUP: izin operasional usaha perdagangan.
  • Registrasi eksportir Bea Cukai: akses ke sistem CEISA untuk pengajuan PEB.

Langkah 2 β€” Standar kualitas bawang merah ekspor

Bawang merah kualitas ekspor harus memenuhi standar ukuran diameter 2 hingga 4 cm, warna merah cerah tanpa tunas, kadar air rendah di bawah 85%, dan bebas dari hama, penyakit, serta residu pestisida berlebih. Standar ini menjadi filter pertama sebelum produk diperiksa di karantina.

Sortasi manual masih menjadi metode utama untuk memastikan keseragaman ukuran dan warna, sementara pengeringan pasca-panen menggunakan curing selama 7 hingga 10 hari membantu menurunkan kadar air ke tingkat aman untuk pengiriman jauh. Buyer di Thailand dan Singapura umumnya menuntut Grade A dengan diameter minimum 2,5 cm untuk pasar horeca dan retail modern.

Standar kualitas bawang merah ekspor:

  • Ukuran seragam: diameter 2 hingga 4 cm dengan Grade A minimum 2,5 cm untuk pasar premium.
  • Warna dan tampilan: merah cerah, bebas tunas, kulit utuh tanpa luka mekanis.
  • Kadar air rendah: di bawah 85% setelah proses curing pasca-panen.
  • Bebas hama dan residu: memenuhi Maximum Residue Limit (MRL) negara tujuan.

Standar Kualitas Bawang Merah Ekspor

Langkah 3 β€” Dokumen ekspor dan sertifikat karantina

Dokumen ekspor bawang merah mencakup dokumen komersial dan dokumen karantina, dengan Sertifikat Fitosanitari dari Badan Karantina Pertanian menjadi dokumen paling kritikal karena bawang merah adalah komoditas hortikultura hidup yang wajib diperiksa untuk memastikan bebas organisme pengganggu tumbuhan.

Pengajuan Sertifikat Fitosanitari dilakukan minimal 3 hari kerja sebelum jadwal pengapalan, dan semua dokumen kepabeanan harus konsisten satu sama lain agar tidak tertahan di Bea Cukai menurut panduan Customspedia. Kesalahan penulisan HS code, kuantitas, atau nilai invoice menjadi penyebab paling umum penundaan pengiriman.

Dokumen ekspor bawang merah yang wajib:

  • Commercial Invoice dan Packing List: rincian harga, kuantitas, dan isi kemasan.
  • Bill of Lading atau Air Waybill: bukti pengiriman dari perusahaan pelayaran atau maskapai.
  • Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB): diajukan ke Bea Cukai melalui sistem CEISA.
  • Surat Keterangan Asal (SKA): menegaskan produk berasal dari Indonesia untuk mendapat preferensi tarif ATIGA atau ACFTA.
  • Sertifikat Fitosanitari: dari Badan Karantina Pertanian, menjamin bebas hama dan penyakit tumbuhan.

Langkah 4 β€” Pengiriman dan buyer luar negeri

Pengiriman bawang merah menuntut kemasan berventilasi baik seperti jaring plastik atau kotak berlubang untuk mencegah pembusukan akibat kelembaban selama transit. Pilihan moda transportasi bergantung pada volume: kontainer laut untuk partai besar ke Thailand dan Singapura, kurir udara untuk sample atau pengiriman kecil ke pasar jauh.

Freight forwarder berpengalaman menangani hortikultura menjadi mitra penting karena mereka memahami persyaratan cold chain dan penanganan khusus komoditas segar. Menurut ExportHub, eksportir baru sebaiknya memulai dengan skema port-to-port untuk mengurangi kompleksitas biaya sebelum beralih ke skema door-to-door untuk kontrak repeat order.

Pertimbangan pengiriman bawang merah ekspor:

  • Kemasan berventilasi: jaring plastik atau kotak berlubang untuk sirkulasi udara.
  • Moda transportasi: laut untuk partai 20 hingga 40 kaki, udara untuk sample dan pengiriman cepat.
  • Freight forwarder hortikultura: pilih yang memahami cold chain dan penanganan komoditas segar.
  • Skema layanan: port-to-port untuk pemula, door-to-door untuk kontrak berulang.

Pengiriman Dan Buyer Luar Negeri Bawang Merah Ekspor

Baca selengkapnya: Cara Ekspor Daun Pisang dari Indonesia

Data ekspor bawang merah Indonesia 2026

Ke negara mana Indonesia mengekspor bawang merah?

Berdasarkan catatan TradeInt untuk HS 070310 pada Januari hingga Agustus 2026, negara tujuan ekspor bawang merah Indonesia dipimpin Thailand di US$1,46 juta, disusul Vietnam di US$261.876 dan Malaysia di US$189.435. Thailand menyerap 67,80% nilai ekspor melalui koridor Brebes yang aktif sepanjang tahun.

Singapura, Filipina, Timor Leste, dan Brunei melengkapi tujuh besar tujuan ekspor, mencerminkan basis pembeli yang terkonsentrasi di ASEAN dengan Thailand sebagai pintu masuk dominan.

Top 5 negara tujuan ekspor bawang merah Indonesia 2026:

  1. Thailand - US$1,46 juta: pasar utama menyerap 67,80% nilai ekspor melalui koridor Brebes.
  2. Vietnam - US$261.876: pembeli tumbuh untuk kebutuhan industri kuliner dan pengolahan.
  3. Malaysia - US$189.435: pasar rutin dengan preferensi Grade A untuk retail modern.
  4. Singapura - US$156.230: hub trading regional dengan pengiriman frekuensi tinggi.
  5. Filipina - US$61.450: pembeli musiman untuk industri horeca metropolitan.
Rank Negara Tujuan Nilai (US$) Nilai (%) Pengiriman Berat (kg)
1 Thailand 1.464.480,00 67,80% πŸ”’ Buka data di TradeInt πŸ”’ Buka data di TradeInt
2 Vietnam 261.876,00 12,12% πŸ”’ Buka data di TradeInt πŸ”’ Buka data di TradeInt
3 Malaysia 189.435,00 8,77% πŸ”’ Buka data di TradeInt πŸ”’ Buka data di TradeInt
4 Singapura 156.230,00 7,23% πŸ”’ Buka data di TradeInt πŸ”’ Buka data di TradeInt
5 Filipina 61.450,00 2,84% πŸ”’ Buka data di TradeInt πŸ”’ Buka data di TradeInt

Sumber data: TradeInt bill of lading database, Januari - Agustus 2026.

Baca selengkapnya: Cara Ekspor Arang Briket dari Indonesia

Siapa eksportir bawang merah Indonesia terbesar?

Berdasarkan daftar eksportir bawang merah Indonesia terverifikasi TradeInt untuk HS 070310 pada Januari hingga Agustus 2026, papan atas dipimpin PT Karya Tani Semesta, diikuti UD Dua Putri Solehah dan CV Agro Brebes Makmur.

CV Sinar Tani Sejahtera dan PT Hortikultura Nusantara melengkapi lima besar, mencerminkan kombinasi produsen skala menengah dan konsolidator Brebes yang mengelola koridor Thailand dan Malaysia.

Top 5 eksportir bawang merah Indonesia terverifikasi TradeInt 2026:

  1. PT Karya Tani Semesta: produsen varietas Super Philips dengan basis Brebes dan koridor ekspor Thailand.
  2. UD Dua Putri Solehah: eksportir Probolinggo dengan portofolio pasar Jepang dan Singapura.
  3. CV Agro Brebes Makmur: konsolidator hortikultura yang mengelola pasokan lintas kabupaten sentra.
  4. CV Sinar Tani Sejahtera: eksportir menengah dengan fokus pasar Vietnam dan Malaysia.
  5. PT Hortikultura Nusantara: pemain nasional dengan portofolio bawang merah dan komoditas hortikultura lain.
Rank Perusahaan Pengiriman Nilai (US$)
1 PT Karya Tani Semesta πŸ”’ Buka data di TradeInt πŸ”’ Buka data di TradeInt
2 UD Dua Putri Solehah πŸ”’ Buka data di TradeInt πŸ”’ Buka data di TradeInt
3 CV Agro Brebes Makmur πŸ”’ Buka data di TradeInt πŸ”’ Buka data di TradeInt
4 CV Sinar Tani Sejahtera πŸ”’ Buka data di TradeInt πŸ”’ Buka data di TradeInt
5 PT Hortikultura Nusantara πŸ”’ Buka data di TradeInt πŸ”’ Buka data di TradeInt

Sumber data: TradeInt bill of lading database, Januari - Agustus 2026.

Siapa Eksportir Bawang Merah Indonesia Terbesar

Peran pemerintah dan tips agar ekspor berhasil

Campur tangan pemerintah dalam ekspor bawang merah di Indonesia menguat pada 2026 setelah Menko Pangan Zulkifli Hasan meresmikan fasilitas Controlled Atmosphere Storage (CAS) di Brebes pada 14 September 2026. Fasilitas ini memperpanjang daya simpan bawang merah dari 2 bulan menjadi hingga 6 bulan, membuka koridor ekspor ke pasar yang sebelumnya terbatas oleh shelf life pendek.

Kementerian Pertanian menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) bawang merah sebagai stabilisator harga di tingkat petani, sekaligus memastikan pasokan konsisten untuk pintu ekspor Brebes. Pemerintah juga memfasilitasi pelatihan eksportir hortikultura melalui program hilirisasi yang menyasar produsen skala menengah di sentra Jawa.

Empat praktik berikut membantu eksportir pemula membangun bisnis yang bertahan lama di pasar internasional:

  • Kirim sample sebelum kontrak besar: satu batch sample yang lolos pemeriksaan buyer lebih meyakinkan daripada janji kualitas di dokumen.
  • Jaga kadar air rendah setelah panen: curing 7 hingga 10 hari mengurangi risiko pembusukan selama transit laut ke Thailand atau Vietnam.
  • Cek syarat karantina per negara tujuan: Thailand, Singapura, dan Malaysia memiliki MRL residu pestisida yang berbeda, kesalahan satu parameter dapat menahan pengiriman berhari-hari.
  • Bangun hubungan jangka panjang dengan buyer Thailand: karena Thailand menyerap 67,80% nilai ekspor, kontrak repeat order dengan 3 hingga 5 buyer paralel mengurangi risiko konsentrasi pembeli tunggal.

Baca selengkapnya: Cara Ekspor Buah Alpukat dari Indonesia

Kesimpulan

Cara ekspor bawang merah dari Indonesia menuntut eksekusi rapi di empat tahap: legalitas usaha (NIB, CV/PT, SIUP, registrasi Bea Cukai), standar kualitas produk (ukuran 2-4 cm, kadar air rendah, bebas residu), dokumen kepabeanan dan Sertifikat Fitosanitari, hingga pengiriman berkemasan ventilasi ke Thailand yang menyerap 67,80% pangsa ekspor.

Peresmian fasilitas CAS Brebes pada 14 September 2026 memberi eksportir alat baru untuk memperpanjang shelf life dan menjangkau pasar yang lebih jauh dari koridor ASEAN. Momentum ini paling efektif dimanfaatkan eksportir yang memahami cara menemukan buyer ekspor internasional dan mengikuti pola sukses eksportir komoditas hortikultura seperti cara ekspor daun ketapang.

Butuh data buyer bawang merah terverifikasi? Hubungi tim TradeInt sekarang.

FAQ

Apa saja syarat untuk mengekspor bawang merah?

Syarat ekspor bawang merah meliputi legalitas usaha berbentuk CV atau PT dengan Nomor Induk Berusaha (NIB), Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), dan registrasi eksportir di Bea Cukai. Dokumen wajib pengiriman mencakup Commercial Invoice, Packing List, Bill of Lading, Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB), Surat Keterangan Asal (SKA), dan Sertifikat Fitosanitari dari Badan Karantina Pertanian yang menjamin bawang merah bebas hama dan penyakit tumbuhan.

Bagaimana cara ekspor bawang merah untuk pemula?

Eksportir pemula sebaiknya memulai dengan skema undername melalui perusahaan eksportir berpengalaman sambil mengurus legalitas sendiri secara bertahap. Riset importir aktif di pasar tujuan seperti Thailand yang menyerap 67,80% ekspor bawang merah Indonesia menjadi langkah krusial sebelum produksi skala besar. Skema port-to-port dengan freight forwarder berpengalaman hortikultura direkomendasikan untuk pengiriman pertama karena mengurangi kompleksitas biaya dan tanggung jawab logistik.

Berapa harga 1 ton bawang merah untuk ekspor?

Harga ekspor bawang merah Indonesia berkisar Rp20.000 hingga Rp22.000 per kilogram atau setara US$1,34 per kilogram berdasarkan rata-rata ekspor bawang merah segar tahun 2024, sehingga 1 ton bawang merah bernilai sekitar Rp20 juta hingga Rp22 juta atau US$1.340. Harga aktual dapat berbeda tergantung mutu Grade A atau B, volume pesanan, negara tujuan, dan kesepakatan negosiasi dengan buyer, dengan pasar Thailand dan Singapura umumnya menawarkan harga premium untuk Grade A diameter minimum 2,5 cm.