Blog / Insight Data Perdagangan / Tujuan Ekspor Nonmigas Indonesia Januari 2026: Tiongkok, AS, dan India

Tujuan Ekspor Nonmigas Indonesia Januari 2026: Tiongkok, AS, dan India

Tiongkok, Amerika Serikat, dan India menjadi tiga tujuan utama ekspor nonmigas Indonesia pada Januari 2026. Ketiganya menyerap 43,77% dari nilai ekspor nonmigas bulan tersebut, menurut BPS.

Tiga pasar tujuan utama

Negara tujuan Nilai ekspor, US$ miliar Pangsa ekspor nonmigas
Tiongkok 5,27 24,80%
Amerika Serikat 2,51 11,82%
India 1,52 7,15%
Jumlah ketiga negara 9,30 43,77%

Sumber: BPS, 3 Maret 2026.

Cakupan dan satuan: tabel mencakup ekspor nonmigas Januari 2026. Pangsa tiap negara mengikuti BPS; total 43,77% merupakan penjumlahan 24,80% + 11,82% + 7,15%, bukan hasil pembagian nilai bulat 9,30 dengan 21,26. BPS menerbitkan total ekspor nonmigas sebesar US$21,26 miliar dan total ekspor nasional termasuk migas sebesar US$22,16 miliar. Angka US$21,26 miliar berasal dari rilis BPS, bukan dihitung ulang dari nilai negara. Nilai dalam tabel dibulatkan ke dua desimal; baris jumlah menjumlahkan nilai yang ditampilkan. Sumber total nasional: rilis BPS, 2 Maret 2026.

Tiongkok menyerap nilai terbesar, sementara gabungan ekspor nonmigas ke Tiongkok dan Amerika Serikat sekitar US$7,78 miliar. Konsentrasi ini memberi gambaran awal tentang pasar tujuan, tetapi pilihan pasar untuk satu produk perlu melihat rincian komoditasnya.

Komoditas yang menonjol di Tiongkok dan Amerika Serikat

Untuk Tiongkok, BPS menyoroti besi dan baja, nikel dan barang daripadanya, serta bahan bakar mineral. Untuk Amerika Serikat, kelompok yang menonjol adalah mesin dan perlengkapan elektrik, alas kaki, serta pakaian dan aksesori rajutan. Sumber: uraian komoditas BPS untuk Januari 2026.

Eksportir alas kaki, misalnya, dapat memakai informasi ini untuk memulai riset pasar Amerika Serikat. Langkah berikutnya adalah membandingkan ekspor produk yang sama ke beberapa negara, termasuk nilai, volume, dan perkembangannya pada periode yang setara. Peringkat nasional saja belum menjawab pasar mana yang paling cocok untuk produk tersebut.

Dari data negara ke riset produk

  1. Tentukan kode HS dan cakupan produk. Gunakan definisi barang yang sama untuk setiap negara tujuan.
  2. Samakan periode perbandingan. Untuk mengukur pertumbuhan Januari, bandingkan dengan Januari tahun sebelumnya.
  3. Periksa nilai dan volume. Kenaikan nilai dapat mencerminkan perubahan jumlah barang, harga, atau komposisi produk; lihat keduanya sebelum menilai pertumbuhan pasar.
  4. Perdalam pasar yang relevan. Setelah membandingkan produk, periksa kebutuhan pembeli, spesifikasi barang, dan biaya pengiriman untuk menilai kelayakan penawaran.

Data Januari ini berguna untuk menyusun daftar pasar awal. Keputusan penjualan akan lebih terarah setelah gambaran negara tujuan dipadukan dengan rincian produk dan kebutuhan calon pembeli.